Cahaya : Pengertian, Sifat, Sumber, Kecepatan, Intensitas

A. PENGERTIAN CAHAYA
Ketika membahas tentang cahaya dalam ilmu fisika, ada beberapa definisi cahaya yang diutarakan oleh para ahli. Diantaranya adalah pendapat Newton yang mendefinisikan cahaya sebagai partikel kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pendapat lainnya diutarakan oleh Huygens yang mengatakan bahwa cahaya adalah sebuah gelombang sama halnya seperti bunyi. Nah dalam hal ini sebenarnya kedua pendapatan tersebut tidak bisa dipakai secara bersamaan karena keduanya saling bertentangan, tetapi keduanya mempunyai dasar yang kuat atas definisi yang diberikan. Oleh karena itu akhirnya disepakati bahwa cahaya disebut sebagai dualisme”gelombang-partikel”, artinya cahaya dianggap sebagai gelombang, juga sekaligus dianggap sebagai partikel. Dasar dari kesepatakan ini karena :
  • Cahaya merupakan energi yang berbentuk gelombang elektromagnetik yang dapat dilihat dengan mata yang panjang gelombangnya sekitar 380-750 nm, namun kadangkala cahaya dengan panjang gelombang tertentu tidak terlihat dengan mata telanjang.
  • Cahaya merupakan partikel yang disebut foton. Foton merupakan kuantum medan elektromagnetik yang berinteraksi dengan elektron dan inti atom.
Pengertian Cahaya, Sumber Cahaya, Kecepatan Cahaya, Intensitas Cahaya
CAHAYA
B. SUMBER CAHAYA
Suatu benda yang dapat memancarkan cahaya disebut dengan sumber cahaya. Nah berdasarkan sumbernya terdapat dua jenis cahaya, yaitu :
  • Cahaya yang berasal dari benda itu sendiri, contohnya matahari, lilin, lampu, senter, dll.
  • Cahaya yang memancar dari benda akibat pantulan cahaya dari sumber cahaya utamanya. Misalnya adalah ketika kita melihat matahari pada permukaan air.
Perlu diketahui juga bahwa tidak semua benda dapat memancarkan cahaya atau memantulkan pancaran cahaya. Benda yang dapat memancarkan cahaya disebut dengan sumber cahaya, sedangkan benda yang tidak dapat memantulkan cahaya seperti batu, kayu, kertas, dll, disebut dengan benda gelap.

C. SIFAT – SIFAT CAHAYA
1. Cahaya Merambat Lurus
Sifat cahaya merambat lurus dapat kita buktikan dengan mengamati cahaya pada kendaraan bermotor yang kita gunakan. Garis perambatan cahaya ini disebut dengan sinar. Karena sifat cahaya yang merambat lurus ini manusia dapat memanfaatkan cahaya untuk banyak keperluan seperti dalam pembuatan senter, lampu, dll.
Sifat Cahaya Merambat Lurus
CAHAYA MERAMBAT LURUS
2. Cahaya dapat Menembus Benda Bening
Benda bening atau transparan merupakan benda tembus pandang yang dapat dilewati oleh cahaya. Benda bening atau transparan ini dapat meneruskan semua cahaya yang diterimanya. Contoh benda bening adalah kaca, air jernih, dll. Berdasarkan penembusan cahaya yang dapat dilakukannya, benda dibagi menjadi tiga, yaitu :
  • Benda bening atau transparan (dapat meneruskan semua cahaya)
  • Benda Translusens (hanya dapat meneruskan sebagian cahaya yang diterimanya, contohnya air keruh, kaca dop, dll)
  • Benda Opaque (Benda yang tidak dapat ditembus oleh cahaya sama sekali, contohnya kayu, batu, dll)
Sifat Cahaya Menembus Benda Bening (Benda Transparan)
CAHAYA MENEMBUS BENDA BENING
3. Cahaya dapat Dipantulkan
Cahaya termasuk ke dalam salah satu gelombang dalam fisika, yaitu termasuk gelombang elektromagnetik. Nah sebagai gelombang cahaya dapat dipantulkan (direfleksikan). Pemantulan cahaya akan terjadi ketika cahaya mengenai sebuah bidang pantul (benda-benda yang dapat memantulkan cahaya) contohnya cermin.
Hukum Pemantulan Cahaya
PEMANTULAN CAHAYA
Pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a. Pemantulan teratur
Pemantulan teratur merupakan pemantulan yang menghasilkan berkas cahaya pantul sejajar. Pemantulan teratur terjadi ketika cahaya mengenai benda dengan permukaan rata yang mengkilap atau licin. Cermin merupakan salah satu benda yang dapat memantulkan cahaya secara sempurna. Banyangan benda yang terbentuk dari pemantulan teratur sangat baik dan sesuai dengan benda aslinya. 

b. Pemantulan baur
Pemantulan baur merupakan pemantulan yang menghasilkan berkas cahaya ke seluruh arah dan tidak teratur. Pemantulan baur biasanya terjadi ketika cahaya mengenai benda pantul dengan permukaan yang tidak rata, bergelombang dan kasar. Contoh pemantulan baur adalah ketika cahaya memantul dari gelombang air yang akan membentuk banyangan benda tidak terlihat seperti aslinya.
Berdasarkan sifat cahaya yang dapat dipantulkan ini, terdapat hukum pemantulan cahaya yang diuraikan sebagai berikut :
  • Sinar datang, sinar pantul dan garis normal terletak pada satu bidang datar.
  • Sudut datang sama dengan sudut pantul.

4. Cahaya dapat Dibiaskan
Cahaya sebagai gelombang fisika juga dapat dibiaskan (direfraksikan). Pembiasaan cahaya merupakan pembelokkan arah gelombang cahaya ketika melewati dua medium dengan kerapatan yang berbeda. Pembiasaan ini dapat terjadi karena perbedaan laju atau kecepatan cahaya pada kedua medium tersebut. Perbedaan laju cahaya dalam ruang hampa dengan laju cahaya dalam suatu zat disebut indeks bias.
Refraksi (Pembiasan) Cahaya
REFRAKSI (PEMBIASAN) GELOMBANG CAHAYA
Syarat – Syarat Terjadinya pembiasan cahaya adalah :
  • Cahaya melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya
  • Cahaya datang tidak tegak lurus dengan bidang batas (artinya sudut cahaya datang lebih kecil dari 90 derajat)

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada proses pembiasaan cahaya, yaitu :
a. Arah Pembiasan Mendekati Garis Normal
Arah berkas cahaya bias akan mendekati garis normal apabila cahaya tersebut merambat dari medium optik yang kurang rapat ke medium yang lebih rapat. Contohnya cahaya dari udara ke air.

b. Arah Pembiasan Menjauhi Garis Normal
Arah berkas cahaya bias akan menjauhi garis normal apabila cahaya tersebut merambat dari medium optik yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat. Contohnya cahaya dari air ke udara.

5. Cahaya dapat Diuraikan
Penguraian atau dispersi cahaya adalah penguraian cahaya polikromatik (cahaya putih) menjadi cahaya monokromatik (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu) pada prisma melalui proses pembiasaan. Cahaya putih adalah cahaya yang terbentuk dari harmonisasi berbagai cahaya warna dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Oleh karena itu cahaya putih dapat diuraikan menjadi cahaya warna melalui sebuah prisma (benda bening yang dibatasi oleh dua bidang permukaan yang membentuk sudut tertentu). Nah contoh sederhana dari penguraian cahaya adalah terbentuknya pelangi setelah hujan.
Penguraian Cahaya, Dispersi Cahaya
DISPERSI CAHAYA

D. KECEPATAN LAJU CAHAYA
Kecepatan atau laju cahaya adalah kelajuan cahaya dalam ruang vakum yang nilainya sekitar 1199.792.458 m/s (3,00 x 108 m/s). Simbol yang digunakan untuk melambangkan kecepatan cahaya adalah c (huruf kecil). Kelajuan cahaya merupakan kelajuan maksimum yang mampu dilalui oleh segala bentuk energi, materi dan informasi dalam alam semesta. Kecepatan cahaya pada berbagai medium dapat bervariasi, salah satu cara yang sering digunakan untuk menghitung kecepatan cahaya adalah dengan pengukuran astronomis, yaitu dengan menilai waktu yang dibutuhkan cahaya untuk melintasi suatu jarak tertentu dalam tata surya.

E. INTENSITAS CAHAYA
Intensitas Cahaya adalah besaran pokok dalam fisika yang menyatakan daya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut. Satuan Internasional (SI) untuk intensitas cahaya adalah Candela (Cd). Simbol yang digunakan untuk melambangkan intensitas cahaya adalah I (huruf kapital). Definisi baku untuk 1 Candela adalah intensitas cahaya padah arah tertentu dari sumber cahaya dengan frekuensi 540 x 1012 Hz dengan intensitas radian pada arah 1/682 watt per steradian. Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur intensitas cahaya antara lain adalah lightmeters, illuminance, luxmeter, dll.

Magnet : Pengertian, Sifat, Bentuk, Jenis

A. PENGERTIAN MAGNET
Magnet adalah benda yang memiliki gaya tarikan atau dorongan yang mempengaruhi benda-benda di sekitarnya. Gaya yang dimiliki magnet ini disebut dengan gaya magnet. Karena adanya gaya ini, maka magnet memiliki sifat kemagnetan, yaitu kemampuan untuk menarik benda-benda lain disekitarnya. Secara bahasa, kata magnet diambil dari nama sebuah daerah di asia, yaitu magnesia, dimana tempat ini merupakan tempat bangsa Yunani menemukan batuan yang memiliki sifat kemagnetan. Bangsa yang pertama kali memanfaatkan magnet untuk kompas sebagai penunjuk arah adalah bangsa cina.
Pengertian Magnet, Sifat Magnet, Bentuk Magnet, Jenis Magnet
MAGNET
B. SIFAT – SIFAT MAGNET
1. Magnet dapat Menarik Benda disekitarnya
Magnet hanya dapat menarik atau mempengaruhi benda-benda tertentu, tidak semua benda dapat dipengaruhi oleh sifat kemagnetannya, benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet disebut benda magnetik, sedangkan benda lainnya disebut benda non-magnetik.

2. Medan Magnet Membentuk Gaya Magnet
Medan magnet merupakan sebuah medan sekitar magnet yang menjadi batas benda lain tertarik oleh magnet. Medan magnet terbentuk dari pergerakan muatan listrik, nah halinilah yang membuat timbulnya gaya magnet yang dapat mempengaruhi benda lain yang juga memiliki muatan listrik bergerak. Semakin besar daya magnetisme suatu magnet akan semakin luas cakupan medan magnetnya.

3. Gaya Magnet dapat Menembus Benda
Gaya magnet dapat menembus benda lain, semakin kuat gaya magnet dari sebuah magnet, maka akan semakin tebal benda yang dapat ditembus oleh gaya magnet ini.

4. Magnet mempunyai Dua Kutub
Magnet mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Apabila kutub yang sejenis / senama antar dua magnet didekatkan, maka mereka akan saling tolak menolak satu sama lain, tetapi apabila dua kutub yang berbeda antar dua magnet didekatkan satu sama lain, mereka akan saling tarik menarik.

5. Sifat Kemagnetan pada sebuah Magnet Dapat Hilang atau Melemah
Sifat kemagnetan yang dimiliki sebuah magnet tidaklah permanen, mereka dapat melemah atau hilang. Hal ini disebabkan karena perubahan susunan domain magnet menjadi acak, bisa disebabkan karena benturan, perubahan suhu, dll.

C. JENIS BENDA BERDASARKAN SIFAT KEMAGNETANNYA
1. Benda Magnetik (Feromagnetik)
Benda magnetik (Feromagnetik)adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Feromagnetik merupakan benda magnet yang dapat diolah menjadi magnet, tetapi tingkat kesulitan dari pembuatan benda magnetik menjadi magnet sempurna berbeda-beda tergantung dari kemudahan pengaturan terhadap susunan magnet elementernya. Contoh benda magnetik adalah besi, baja, nikel, dll.

2. Benda Non Magnetik
Benda non-magnetik terbagi menjadi dua kelompok, yaitu :
a. Paramagnetik
Paramagnetik adalah benda yang dapat ditarik atau dipengaruhi oleh magnet secara lemah. Contoh paramagnetik adalah alumunium, tembaga, platina, dll.

b. Diamagnetik
Diamagnetik adalah benda yang tidak dapat ditarik atau dipengaruhi sama sekali oleh magnet. Contohnya adlaah emas, seng, merukuri,dll.

D. TEORI KEMAGNETAN
  1. Sebuah magnet dan benda yang dapat dipengaruhi oleh magnet disusun oleh komponen-komponen magnet yang lebih kecil yang disebut dengan magnet elementer.
  2. Pada benda magnetik (benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet), magnet elementernya tersusun secara teratur, sedangkan pada benda nonmagnetik, magnet elementernya tersusun secara acak.
  3. Bahan magnetik yang bukan berupa magnet dapat diubah menjadi magnet dengan prinsip pembuatan magnet elementernya menjadi teratur.
  4. Bahan magnet lunak memiliki magnet elementer yang lebih mudah dirubah susunannya sehingga lebih mudah juga diubah menjadi magnet.
  5. Jika sebuah magnet dipotong, maka masing-masing potongan dari magnet tersebut juga akan memiliki kutub utara dan kutub selatannya.

E. BENTUK – BENTUK MAGNET
Saat ini sudah terdapat sangat banyak bentuk magnet, perbedaan bentuk ini dibuat dengan tujuan dan penggunaan magnet yang berbeda-beda. Secara umum terdapat 5 bentuk magnet, yaitu
  • Magnet Batang
  • Magnet Silinder
  • Magnet Jarum
  • Magnet Cincin
  • Magnet U (Magnet Ladam)
Magnet Batang, Magnet Silinder, Magnet Cincin, Magnet Jarum,dll
BENTUK BENTUK MAGNET
F. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS MAGNET
1. Magnet Alam
Magnet alam adalah magnet yang sifat kemagnetannya dimiliki secara alami tanpa ada campur tangan manusia. Contohnya adalah bebatuan magnesia yang pertama kali ditemukan di Asia oleh bangsa Yunani, contoh lainnya adalah gunung ida.

2. Magnet Buatan
Magnet buatan adalah magnet yang dibuat oleh manusia dengan memanfaatkan bahan magnet magnetik kuat seperti besi dan baja. Magnet buatan terbagi menjadi dua, yaitu ;
  • Magnet Tetap (Pemnanen), merupakan magnet dibuat dengan sifat permanen. Artinya sifat kemagnetan magnet buatan ini akan tetap ada meskipun proses pembuatannya telah dihentikan.
  • Magnet Sementara (Remanen), merupakan magnet yang dibuat dengan sifat kemagnetan yang hanya bersifat sementara. Artinya sifat kemagnetannya hanya ada selama proses pembuatannya atau segera hilang setelah proses pembuatannya selesai. 

Gaya : Pengertian, Sifat, Jenis, Rumus, Satuan

A. PENGERTIAN GAYA
Gaya adalah segala bentuk interaksi yang dapat menyebabkan sebuah benda bermassa mengalami perubahan gerak. Dinilai dari nilai dan arahnya, gaya merupakan besaran vektor fisika karena gaya memiliki nilai dan arah. Sedangkan dinilai dari jenisnya, gaya termasuk besaran turunan karena nilainya didapatkan bukan dari pengukuran langsung melainkan dengan menghubungkan dengan besaran-besaran pokok yang mempengaruhi. Satuan Internasional (SI) yang dipakai untuk gaya adalah Newton (N). Simbol yang digunakan untuk melambangkan gaya adalah F (huruf kapital). Alat ukur yang biasanya digunakan untuk mengukur gaya adalah dinamometer atau neraca pegas.  Dalam mempengaruhi benda, gaya dapat mengubah posisi benda tersebut, mengubah pergerakannya, ataupun mengubah bentuk benda. Untuk melakukan sebuah gaya diperlukan usaha, semakin besar gaya yang ingin dilakukan, maka semakin besar usaha yang harus dikeluarkan.
Pengertian Gaya, Sifat Gaya, Jenis Gaya, Rumus Gaya, Satuan Gaya
GAYA
B. SIFAT – SIFAT GAYA
  • Gaya dapat mengubah posisi benda.
  • Gaya dapat mengubah pergerakan benda baik berupa arah pergerakannya atau kecepatan geraknya.
  • Gaya dapat mengubah bentuk benda.

B. BESARAN – BESARAN FISIKA YANG MEMPENGARUHI GAYA
1. Besaran Massa
Massa adalah besaran pokok dalam fisika yang menyatakan jumlah materi dalam suatu objek. Seperti yang kita ketahui, setiap objek disusun oleh atom-atom, nah massa adalah kombinasi dari jumlah, kerapatan, dan jenis atom dalam suatu objek. Satuan Internasional (SI) untuk besaran massa adalah kilogram (kg). Simbol yang digunakan untuk melambangkan massa adalah m (huruf kecil). Secara baku, definisi dari 1 kg adalah massa sebuah silinder platinum-iridium yang memiliki tinggi dan diameter 3,9 cm. Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur massa suatu objek adalah neraca (timbangan).

Dalam penggunaannya massa dan berat sering disamakan, padahal keduanya berbeda. Berat adalah gaya yang dialami suatu benda karena pengaruh gaya tarik bumi (gaya gravitasi bumi). Jadi berat benda dapat berubah-ubah sesuai dengan gaya gravitasi yang mempengaruhinya, sedangkan massa sifatnya selalu tetap. Berat suatu benda yang ada di bumi berbeda dengan berat benda tersebut ketika dibawa ke planet lain, sedangkan massanya tetap.

2. Percepatan Atau Perlambatan
Percepatan adalah paerubahan kecepatan yang terjadi kepada benda tersebut, baik karena pengaruh gaya yang bekerja pada benda ataupun karena keadaan benda. Satuan Internasional untuk kecepatan adalah m/s2 . Simbol yang digunakan untuk melambangkan percepatan adalah “a”. Jika perubahan kecepatannya negatif (kecepatan benda menurun) maka disebut dengan perlambatan (a = -), sedangkan jika perubahan kecepatan positif (kecepatannya meningkat) maka disebut dengan percepatan (a = +).

C. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS GAYA
1. Berdasarkan Cara Kerjanya
a. Gaya Sentuh
Gaya Sentuh adalah gaya yang terjadi pada benda ketika benda tersebut bersentuhan langsung dengan sumber gaya. Artinya jika tidak ada sentuhan, maka gaya ini tidak akan terjadi. Kelompok gaya yang termasuk gaya sentuh antara lain adalah gaya otot, gaya pegas, dan gaya gesek.

b. Gaya Tak Sentuh
Gaya tak sentuh adalah gaya yang terjadi pada benda tanpa harus melalui persentuhan langsung antara benda tersebut dengan sumber gaya. Contohnya adalah gaya gravitasi, gaya magnet dan gaya listrik.

2. Berdasarkan Penyebabnya
a. Gaya Gesek
Gaya gesek adalah gaya yang timbul karena dua benda bersentuhan satu sama lain. Gaya gesek yang terjadi pada benda arahnya akan selalu berlawanan dengan arah gerak benda tersebut. Gaya gesek akan membuat terjadinya perlambatan (perubahan kecepatan) pada benda. Terdapat dua jenis gaya gesek, yaitu :
  • Gaya gesek statis, merupakan gaya gesekan yang terjadi pada benda dalam keadaan diam, jika gaya tarikan atau dorongan yang diberikan kepada benda nilainya lebih kecil dari gaya gesek statis, maka benda tersebut akan tetap diam, sedangkan jika nilai gaya tarikkan atau dorongan yang diberikan nilainya lebih besar dari gaya gesek statis, maka benda tersebut akan bergerak. Misalnya anda mencoba menarik sebuah batu yang sangat besar, awalnya anda menarik sendirian, tetapi tidak mampu membuat batu tersebut bergerak, kemudian ketika anda meminta seorang teman untuk membantu, batu tersebut berhasil bergerak. Nah ketika anda melakukannya sendirian, gaya yang tarikan yang anda berikan lebih kecil dari gaya gesek statis batu sehingga batu tersebut tidak bergerak, kemudian setelah dibantu seorang teman, gaya tarikan menjadi lebih besar dari gaya gesek statis batu, sehingga batu tersebut bergerak.
  • Gaya Gesek kinetis, merupakan gaya gesekan yang terjadi ketika benda dalam keadaan bergerak. Ketika terjadi gaya gesek kinetis, maka kecepatan benda akan menurun, sehingga disebut terjadinya perlambatan. Salah satu pemanfaatan gaya gesek kinetis adalah sistem rem pada kendaraan bermotor.

b. Gaya Pegas
Gaya pegas adalah gaya yang bekerja karena adanya sifat elastis benda, gaya pegas juga sering disebut dengan gaya lenting pulih karena ditimbulkan oleh benda elastis (lentur) yang mengalami rapatan dan renggangan ketika digunakan. Contoh benda yang memiliki gaya pegas adalah busur panah, karet, ketapel, dll.

c. Gaya Magnet
Gaya magnet adalah gaya dasar yang terjadi karena gerakan muatan listrik pada benda yang kita sebut dengan magnet. Gaya ini dapat berupa tarikan atau dorongan yang dapat menarik atau mendorong benda-benda sekitar yang memiliki sifat magnet. Benda yang mampu dipengaruhi oleh gaya magnet disebut benda magnetis, contohnya adalah besi dan baja.

d. Gaya Gravitasi
Gaya gravitasi adalah gaya tarik menarik antara semua partikel bermassa di seluruh alam semesta. Besar gaya gravitasi yang dimiliki oleh benda dapat berbeda-beda. Contohnya bumi dengan massa yang sangat besar mempunyai gaya gravitasi yang juga sangat besar sehingga benda-benda di sekitarnya dapat tertarik ke bumi.

e. Gaya Listrik
Gaya listrik adalah gaya yang dialami oleh objek bermuatan yang berada dalam medan listrik. Medan listrik itu sendiri merupakan efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik (elektron, proton, neutron) terhadap ruangan di sekitarnya. Gaya listrik juga sering disebut dengan gaya coulomb. Contoh pemanfaatan gaya listrik adalah kipas angin yang akan bergerak ketika dihubungkan dengan sumber listrik.

f. Gaya Otot
Gaya otot adalah jenis gaya yang terjadi kerena aktivitas makhluk hidup yang memiliki otot. Gaya otot timbul karena adanya koordinasi dari berbagai struktur otot yang menyusun rangka tubuh manusia. Contohnya adalah pergerakan tangan saat menulis timbul karena gaya otot dari kordinasi otot-otot tangan dan jari kita.

D. PERSAMAAN, RUMUS DAN SATUAN GAYA
Persamaan atau rumus dari gaya terangkum dalam tiga rumusan dasar yang disebut dengan Hukum Newton 1, 2 dan 3.
1. Hukum Newton 1
Bunyi Hukum Newton 1 adalah :
Jika gaya yang bekerja pada sebuah benda sama dengan nol, maka benda yang semula diam akan tetap diam dan benda yang semula bergerak beraturan akan tetap bergerak beraturan.
2. Hukum Newton 2
Bunyi Hukum Newton 2 :
Percepatan (Perubahan Kecepatan) gerak dari suatu benda selalu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada benda dan selalu berbanding terbalik dengan massa benda.
3. Hukum Newton 3
Bunyi Hukum Newton 3 :
Setiap aksi akan menimbulkan reaksi.
Artinya jika suatu benda mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan membalas gaya tersebut dengan arah yang berlawanan.
Berdasarkan ketiga hukum dasar tersebut, maka persamaan, rumus dan satuan gaya adalah sebagai berikut :
Hukum Newton 1, Hukum Newton 2, Hukum Newton 3
RUMUS GAYA

Bunyi : Pengertian, Sifat, Syarat, Jenis, Rumus

A. PENGERTIAN BUNYI
Bunyi adalah salah satu gelombang dalam fisika, yaitu gelombang longitudinal yang dapat dirasakan oleh indera pendengaran (telinga). Bunyi juga dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dihasilkan oleh benda yang bergetar. Setiap getaran yang terjadi akan menggetarkan molekul atau partikel udara di sekitarnya, hal inilah yang menimbulkan bunyi. Benda yang menghasilkan bunyi disebut dengan Sumber bunyi. Bunyi termasuk gelombang longitudinal, artinya bunyi membutuhkan media dalam perambatannya, nah media tersebut bisa berupa zat padat, zat cair atau gas, bunyi tidak dapat merambat pada ruang hampa. Bunyi memiliki cepat rambat yang tidak terlalu kuat, oleh karena itu bunyi membutuhkan waktu untuk berpindah dari satu tempat dari tempat lain. Contohnya adalah ketika ada petir, maka yang lebih dahulu kita sadari adalah cahaya dari petir tersebut, kemudian baru bunyinya terdengar, nah fenomena ini dikarenakan cepat rambat gelombang cahaya jauh lebih cepat dibandingkan cepat rambat gelombang bunyi.
Pengertian Bunyi, Sifat Bunyi, Syarat Bunyi, Rumus Bunyi
BUNYI
B. SYARAT BUNYI DAPAT TERDENGAR
Agar suatu bunyi dapat didengar oleh manusia, maka harus memenuhi syarat-syarat berikut :
  • Ada benda yang bergetar (Ada sumber bunyi)
  • Ada medium yang merambatkan bunyi (baik melalui zat padat, cair atau gas)
  • Pendengar berada dalam jangkauan sumber bunyi
  • Frekuensi bunyi termasuk ke dalam frekuensi yang dapat didengar oleh penerima bunyi

D. SIFAT – SIFAT BUNYI
  • Dikategorikan sebagai gelombang, yaitu berupa hasil getaran yang merambat.
  • Membutuhkan medium dalam perambatannya (tidak dapat merambat dalam ruang hampa).
  • Cepat rambatnya dipengaruhi oleh medium perambatannya. Semakin padat / rapat mediumnya maka semakin cepat perambatan bunyi.
  • Dapat mengalami Resonansi dan Pemantulan.

E. CEPAT RAMBAT BUNYI
Cepat rambat bunyi adalah kecepatan perambatan gelombang bunyi yang didapatkan dari hasil bagi jarak yang ditempuh dengan waktu tempuh bunyi tersebut. Ada dua hal utama yang mempengaruhi cepat rambat bunyi, yaitu :
  • Kerapatan partikel medium perambatannya. Semakin rapat susunan meidum tersebut maka akan semakin cepat bunyi merambat. Artinya perambatan bunyi pada zat padat lebih cepat dibandingkan ada zat cair.
  • Suhu medium perambatannya, semakin tinggi suhu medium perambatannya maka akan semakin cepat bunyi merambat, demikian pula sebaliknya.

Rumus cepat rambat bunyi adalah sebagai berikut :
Rumus Cepat Rambat Bunyi
RUMUS CEPAT RAMBAT BUNYI
atau jika yang diketahui frekuensi, panjang gelombang atau periodenya, maka dapat digunakan rumus berikut ini.
Rumus Cepat Rambat Bunyi
RUMUS CEPAT RAMBAT GELOMBANG
Nah pada rumus tersebut terdapat dua besaran fisika yang berhubungan dengan cepat rambat bunyi, yaitu jarak tempuh dan waktu tempuh. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang besaran-besaran tersebut :
1. Besaran Jarak (s)
Jarak adalah salah satu besaran dalam fisika yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi dalam lintasan tertentu. Satuan Internasional (SI) untuk jarak adalah meter (m), dalam kehidupan sehari hari di indonesia, kita lebih sering menggunakan satuan kilometer (km), sedangkan di Amerika sering digunakan satuan mil atau kaki. Hasil dari Jarak dapat diperoleh dari perkalian kecepatan dengan waktu tempuh.

Penting untuk diketahui kalau “jarak” itu berbeda dengan “perpindahan”. Jarak adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi dengan mengkur lintasan yang dilaluinya. Sedangkan perpindahan adalah angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi dengan mengabaikan panjang lintasan yang dilaluinya. Contohnya, Sebuah mobil balap melaju dari titik start, mengelilingi 1 lintasan yang panjangnya 2 kilometer, kemudian berhenti kembali di titik start pada posisi yang sama sebelum ia mulai melintas. “Jarak” yang dilalui mobil itu adalah 2 km, sedangkan perpindahannya adalah 0 (karena dia memulai dan berhenti pada lokasi yang sama).

2. Besaran Waktu Tempuh (t)
Waktu tempuh adalah waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk berpindah dari suatu posisi ke posisi yang lain dalam kecepatan tertentu. Satuan Internasional untuk Waktu Tempuh adalah sekon (s), sedangkan simbol yang dipakai untuk melambangkan waktu tempuh adalah t (huruf kecil). Waktu tempuh dapat diperoleh dari hasil pembagian jarak dengan kecepatan.

3. Frekuensi (f)
Secara umum frekuensi adalah besaran ukuran jumlah putaran ulang suatu peristiwa dalam waktu tertentu. Dalam gelombang bunyi, frekuensi adalah jumlah gelombang bunyi yang melewati titik tertentu dalam satu detik. Satuan internasional yang dipakai untuk frekuensi adalah Hertz (Hz). Simbol yang digunakan untuk melambangkan frekuensi adalah f (huruf kecil).

4. Periode (T)
Secara umum Periode adalah waktu yang ditempuh untuk melakukan suatu peristiwa. Dalam Gelombang, periode adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh satu satu gelombang. Satuan yang sering digunakan untuk periode adalah detik atau sekon (s). Simbol yang digunakan untuk melambangkan periode adalah T (huruf besar).
Rumus Frekuensi, Rumus Periode
RUMUS FREKUENSI DAN PERIODE
5. Panjang Gelombang (λ)
Panjang Gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh satu gelombang. Simbol yang digunakan untuk melambangkan panjang gelombang adalah λ. 
  • Untuk gelombang transversal, satu gelombang terdiri dari satu bukit dan satu lembah.
  • Sedangkan Untuk Gelombang Longitudinal, satu gelombang terdiri dari satu rapatan dan satu renggangan.

F. RESONANSI DAN PEMANTULAN BUNYI
Resonansi adalah ikut bergetarnya suatu benda akibat adanya getaran dari benda lain sebagai pemicunya. Sedangkan pemantulan adalah peristiwa dikembalikannya gelombang bunyi ke arah data karena menabrak bidang pantul tertentu. Sama seperti prinsip pemantulan pada gelombang lainnya. Sudut yang dibentuk antara gelombang bunyi datang dengan garis normal sama dengan sudut yang dibentuk oleh gelombang bunyi pantul dengan garis normal.

G. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS BUNYI
Berikut adalah macam – macam jenis bunyi berdasarkan frekuensinya.
1. Bunyi Ultrasonik
Bunyi ultrasonik adalah bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz. Bunyi ini tidak dapat didengar oleh manusia dan hanya bisa didengar oleh beberapa hewan tertentu seperti kelelawar dan lumba-lumba. Bunyi ini sering dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai hal, contohnya seperti pengukuran kedalaman laut dan pemeriksaan USG pada bidang kesehatan.

2. Bunyi Audiosonik
Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang frekuensinya antara 20 – 20.000 Hz. Bunyi Audiosonik merupakan bunyi yang dapat di dengar oleh manusia dan banyak makhluk hidup lainnya.

3. Bunyi Infrasonik
Bunyi infrasonik adalah bunyi yang frekuensinya di bawah 20 Hz. Bunyi ini tidak dapat didengar oleh manusia, beberapa hewan yang mempunyai kemampuan untuk mendengar bunyi ini antara lain anjing, laba-laba, dan jangkrik.

Besaran Fisika : Besaran Pokok dan Besaran Turunan

A. PENGERTIAN BESARAN FISIKA
Besaran Fisika adalah ukuran fisis suatu benda yang dinyatakan secara kuantitas. Besaran juga dapat dikatakan sebagai segala sesuatu yang dapat diukur atau dihitung dan kemudian hasil pengukuran tersebut dinyatakan dalam angka yang mempunyai satuan. Nilai atau angka dari suatu besaran didapatkan dari proses pengukuran dengan menggunakan alat ukur. Contohnya massa yang diitung dengan menggunakan neraca (timbangan).
Besaran Pokok, Besaran Turunan
BESARAN FISIKA: BESARAN POKOK DAN TURUNAN
B. PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS SATUAN FISIKA
1. Pengertian Satuan
Satuan adalah suatu acuan dalam pengukuran dan pembanding nilai dari besaran tertentu. Awalnya terdapat perbedaan satuan yang dipakai di seluruh dunia, hal ini menimbulkan banyak masalah dan keriwetan. Sehingga akhir pada tahun 1960 ilmuan mempublikasikan hasil kesepakatan secara internasional untuk menetapkan satuan baku yang dapat di pakai di seluruh dunia, yaitu  Satuan Internasional (SI). Dalam satuan internasional terdapat 7 satuan pokok, yaitu :

2. Macam – Macam Jenis Satuan
Secara umum satuan dapat terbagi ke dalam 2 macam, yaitu :
a. Satuan Baku
Satuan baku adalah satuan yang nilainya akan tetap siapapun pengukurnya, artinya akan mendapatkan nilai satuan yang sama dari hasil pengukuran suatu besaran. Contoh satuan baku adalah cm, kg, kelvin, celcius, dll.

b. Satuan Tidak Baku
Satuan tidak baku adalah satuan yang nilainya akan berbeda-beda tergantung dari orang atau subjek yang melakukan pengukurannya, contohnya jengkal, kaki, hasta, dll.

C. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS BESARAN FISIKA, PENGUKURAN DAN SATUANNYA
1. Jenis Satuan berdasarkan Arahnya
a. Besaran Vektor
Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Artinya maksud dari suatu besaran vektor akan diketahui secara jelas apabila disertakan nilai dan arahnya.

b. Besaran Skalar
Besaran skalar adalah besaran yang hanya memiliki nilai dan tidak memiliki arah. Artinya maksud dari suatu besaran skalar akan diketahui secara hanya dengan nilainya saja.

2.  Jenis Besaran Berdasarkan Pengukuran dan Penetapannya
a. Besaran Pokok
Besaran Pokok adalah besaran yang telah ditetapkan melalui kesepakatan ilmuan dan nilainya diperoleh dari pengukuran langsung tidak bisa diturunkan dari nilai besaran lainnya. Sampai saat ini hanya ada 7 besaran pokok yang telah ditetapkan secara internasional, yaitu :

a1. Besaran Panjang
Panjang adalah besaran pokok dalam fisika yang digunakan untuk mengukur jarak. Satuan internasional (SI) untuk besaran panjang adalah meter (m). Simbol yang digunakan untuk melambangkan besaran panjang adalah p (huruf kecil). Secara baku, 1 meter adalah panjang lintasan yang ditempuh oleh kecepatan cahaya pada ruang vakum dalam waktu 1/299.792.458 detik (sekon). Alat ukur yang serng digunakan untuk mengukur besaran panjang adalah mistar (penggaris), jangka sorong, dan mikrometer skrup.

a2. Besaran Massa
Massa adalah besaran pokok dalam fisika yang menyatakan jumlah materi dalam suatu objek. Seperti yang kita ketahui, setiap objek disusun oleh atom-atom, nah massa adalah kombinasi dari jumlah, kerapatan, dan jenis atom dalam suatu objek. Satuan Internasional (SI) untuk besaran massa adalah kilogram (kg). Simbol yang digunakan untuk melambangkan massa adalah m (huruf kecil). Secara baku, definisi dari 1 kg adalah massa sebuah silinder platinum-iridium yang memiliki tinggi dan diameter 3,9 cm. Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur massa suatu objek adalah neraca (timbangan).

Dalam penggunaannya massa dan berat sering disamakan, padahal keduanya berbeda. Berat adalah gaya yang dialami suatu benda karena pengaruh gaya tarik bumi (gaya gravitasi bumi). Jadi berat benda dapat berubah-ubah sesuai dengan gaya gravitasi yang mempengaruhinya, sedangkan massa sifatnya selalu tetap. Berat suatu benda yang ada di bumi berbeda dengan berat benda tersebut ketika dibawa ke planet lain, sedangkan massanya tetap.

a3. Besaran Waktu
Waktu adalah salah satu besaran pokok dalam fisika yag menyatakan seberapa lama sebuah peristiwa terjadi. Satuan Internasional (SI) untuk waktu adalah sekon/ detik yang dilambangkan dengan s(huruf kecil). Simbol yang digunakan untuk melambangkan waktu dalam fisika adalah t(huruf kecil). Definisi baku dari 1 detik adalah waktu yang dibutuhkan atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali dalam transisi dari energi tingkat kedua ke tingkat energi dasar, atau 1 detik juga dapat didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan sebuah medan elektromagnetik untuk menyebar sejauh 199.792.458 meter dalam ruang hampa. Alat yang biasanya digunakan untuk mengukur waktu adalah jam (arloji). 

a4. Besaran Suhu / Temperatur
Suhu/Temperatur adalah besaran pokok dalam fisika yang menyatakan derajat panas atau dinginnya suatu zat. Satuan Internasional (SI) yang digunakan untuk besaran suhu adalah Kelvin (K). Simbol yang digunakan untuk melambangkan suhu/Temperatur adalah T (huruf kapital). Definisi baku untuk 0 Kelvin (0 absolut) adalah kondisi termodinamika dimana partikel-partikel penyusun sebuah objek berhenti bergerak. Sedangkan 1 Kelvin adalah pecahan dari 1/273,16 dari temperatur Termodinamika triple point air. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur suhu disebut termometer.

a5. Besaran Kuat Arus Listrik
Kuat Arus Listrik adalah besaran pokok dalam fisika yang menyatakan jumlah muatan listrik yang disebabkan oleh pergerakan elektron dalam sebuah benda yang mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Satuan Internasional (SI) untuk kuat arus listrik adalah Ampere (A). Simbol yang digunakan untuk melambangkan kuat arus listrik adalah I (huruf besar). Secara baku 1 Ampere didefinisikan sebagai arus tetap (konstan) yang apabila dipertahankan (diantara dua penghantar lurus sejajar yang berjarak satu meter satu sama lain dalam ruang hampa udara, dengan luas penampang diabaikan) akan menghasilkan gaya sebesara 1 x 10-7 Newton/meter. Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur Kuat Arus Listrik adalah Ampermeter.

a6. Besaran Jumlah Zat
Jumlah zat adalah besaran pokok dalam fisika yang menyatakan jumlah unsur zat elementer dalam sebuah objek tertentu, zat elementer yang dimaksud disini dapat berupa elektron, atom, ion, molekul atau lainnya. Satuan Internasional (SI) yang digunakan untuk Jumlah zat adalah mol. Simbol yang digunakan untuk melambangkan jumlah zat ini adalah mol. Definisi baku untuk 1 mol adalah jumlah atom dalam elemen karbon-12 seberat 12 g yang nilainya sebesar 6.022,1415 x 1023. Pengukuran jumlah zat didapatkan dari hasil pengukuran massa zat tersebut. 

a7. Besaran Intensitas Cahaya
Intensitas Cahaya adalah besaran pokok dalam fisika yang menyatakan daya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu per satuan sudut. Satuan Internasional (SI) untuk intensitas cahaya adalah Candela (Cd). Simbol yang digunakan untuk melambangkan intensitas cahaya adalah I (huruf kapital). Definisi baku untuk 1 Candela adalah intensitas cahaya padah arah tertentu dari sumber cahaya dengan frekuensi 540 x 1012 Hz dengan intensitas radian pada arah 1/682 watt per steradian. Alat ukur yang sering digunakan untuk mengukur intensitas cahaya antara lain adalah lightmeters, illuminance, luxmeter, dll.

b. Besaran Turunan
Besaran Turunan adalah besaran dalam fisika yang nilainya didapatkan dari turunan besaran-besaran pokok penyusunnya. Jadi nilai dari besaran turunan tidak didapatkan dari hasil pengukuran langsung terhadap besaran tersebut melainkan lebih mengandalkan kepada acuan rumus dan nilai dari besaran pokok penyusunnya. Terdapat sangat banyak besaran turunan yang telah disepakati, Berikut adalah 10 besaran turunan yang paling sering kita temukan.

b1. Besaran Luas
Luas adalah besaran turunan fisika yang menyatakan ukuran dua dimensi dari suatu bagian permukaan.  Nilainya didapatkan dari perkalian dua satuan panjang sebuah objek. Satuan Internasional (SI) untuk luas adalah meter persegi (m2). Simbol yang digunakan untuk melambangkan luas adalah A (huruf kapital). Bentuk dari objek tersebut akan mempengaruhi luasnya, contohnya jika bentuk objek bujur sangkar maka luas didapatkan dari perkalian kedua sisinya, jika bentuk objek persegi panjang, maka luas didapatkan dari perkalian panjang dan lebarnya, jika bentuk objek lingkaran, maka luas didapatkan dari perkalian phi dengan jari-jari pangkat dua, sedangkan jika bentuknya segitiga, luas objek didapatkan dari perkalian alas dengan tingginya.

b2. Besaran Kecepatan dan Kelajuan
Kecepatan adalah salah satu besaran turunan dalam fisika yang menunjukkan seberapa cepat sebuah benda berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Satuan internasional (SI) yang digunakan untuk kecepatan adalah meter per sekon (m/s), tetapi dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, pasti kita lebih sering memakai satuan kilometer per jam (km/jam), sedangkan di amerika lebih sering dipakai mil per jam, (mil/jam). Kecepatan dapat diperoleh dari perkalian antara jarak yang ditempuh dengan waktu tempuh. Simbol dari kecepatan adalah v (huruf kecil).

b3. Besaran Percepatan dan Perlambatan
Percepatan adalah paerubahan kecepatan yang terjadi kepada benda tersebut, baik karena pengaruh gaya yang bekerja pada benda ataupun karena keadaan benda. Satuan Internasional untuk kecepatan adalah m/s2 . Simbol yang digunakan untuk melambangkan percepatan adalah “a”. Jika perubahan kecepatannya negatif (kecepatan benda menurun) maka disebut dengan perlambatan (a = -), sedangkan jika perubahan kecepatan positif (kecepatannya meningkat) maka disebut dengan percepatan (a = +).

b4. Besaran Volume
Volume adalah besaran turunan fisika yang menyatakan ukuran tiga dimensi dari suatu objek. Volume sering juga disebut kapasitas karena dapat juga diartikan sebagai perhitungan jumlah ruang yang dapat ditempati suatu objek. Volume didapatkan dari hasil perkalian tiga satuan panjang. Satuan internasional untuk volume adalah meter kubik (m3). Simbol yang digunakan untuk melambangkan volume adalah V (huruf kapital), sama seperti luas, perhitungan dari volume juga bergantung kepada bentukya, misalnya volume kubus dihitung dengan mengkalikan ketiga sisinya, sedangkan volume silinder dihitung dengan mengkalikan phi dengan jari-jari pangkat dua dan tinggi.

b5. Besaran Massa Jenis
Massa jenis adalah besaran turunan fisika yang menyatakan massa sebuah objek dalam setiap satuan volumenya. Nilai massa jenis didapatkan dari pembagian massa dengan volume benda. Dalam fisika juga dikenal dengan istilah massa jenis rata-rata, yaitu pembagian dari total massa benda dengan total volume benda. Satuan Internasional (SI) untuk massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg/m3). Simbol yang digunakan untuk melambangkan massa jenis adalah ρ.

b6. Besaran Gaya
Gaya adalah besaran turunan dalam fisika yang menyatakan segala bentuk interaksi yang dapat menyebabkan sebuah objek bermassa bergerak. Gaya termasuk ke dalam besaran vektor karena memiliki nilai dan arah. Nilai Gaya didapatkan dari hasil perkalian antara massa dengan percepatan benda. Satuan Internasional (SI) untuk gaya adalah Newton (N atau kg.m/s2). Simbol yang digunakan untuk melambangkan gaya adalah F (huruf kapital).

b7. Besaran Tekanan
Tekanan adalah salah satu besaran dalam fisika yang menaytakan gaya benda (F) per satuan luas (A) tertentu. Selain itu tekanan juga sering dikaitkan dengan volume (V) dan Suhu/Temperatur (T), karena semakin tinggi tekanan dalam suatu tempat dengan volume yang sama maka akan semakin tinggi suhunya. Satuan Internasional untuk tekanan adalah N/m2. Simbol yang digunakan untuk melambangkan tekanan adalah P (huruf kapital) namun sering juga digunakan p (huruf kecil).

b8. Besaran Usaha
Usaha adalah energi yang disalurkan terhadap sebuah benda untuk membuat benda tersebut bergerak. Nilai dari Usaha didapatkan dengan mengkalikan gaya yang bekerja pada benda dengan jarak atau perpindahan yang dialami benda. Satuan Internasional (SI) yang digunakan untuk Usaha adalah Joule (J). Simbol yang digunakan untuk melambang usaha adalah W (huruf besar).

b9. Besaran Daya
Daya adalah besaran turunan dalam fisika yang menyatakan kecepatan dalam melakukan suatu kerja. Daya juga diartikan sebagai laju energi yang dihantarkan selama melakukan usaha dalam suatu periode tertentu. Nilai dari daya didapatkan dengan pembagian Usaha dengan waktu. Karena hanya memiliki nilai, maka daya termasuk ke dalam besaran skalar. Satuan internasional (SI) untuk Daya adalah Watt (W) atau Joule per sekon (J/s). Simbol yang digunakan untuk melambangkan daya adalah P (Huruf Besar).

b10. Besaran Impuls
Impuls adalah besaran turunan dalam fisika yang menyatakan peristiwa yang bekerja pada benda dalam waktu tertentu. Satuan yang digunakan untuk impuls adalah kilogram kali meter per sekon (kg.m/s). Simbol yang digunakan untuk melambangkan Impuls adalah I (huruf kapital). 

Tekanan : Pengertian, Jenis, Rumus, Satuan

A. PENGERTIAN TEKANAN
Tekanan adalah sebuah istilah fisika yang digunakan untuk menyatakan besarnya gaya per satuan luas. Perlu diperhatikan bahwa gaya yang dimaksud disini adalah gaya yang tegak lurus dengan permukaan dari suatu objek.  Tekanan biasanya digunakan untuk mengukur kekuatan dari suatu zat yang berupa cairan atau gas. Untuk zat padat jarang digunakan istilah tekanan karena zat pada bentuk dan volumenya tidak berubah-ubah. Tekanan juga sering dihubungkan dengan volume dan suhu. Semakin tinggi tekanan di suatu tempat yang volumenya sama, maka suhu pada tempat tersebut juga akan semakin tinggi. Satuan Internasional (SI) untuk tekanan adalah Pascal (Pa), pascal ini sama dengan newton per meter persegi (N/m2)

B. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS TEKANAN
Secara umum terdapat dua jenis tekanan, jika tekanan itu berhubungan dengan zat cair disebut dengan Tekanan Hidrostatis, sedangkan tekanan yang berhubugan dengan zat gas disebut Tekanan Udara.
1. Tekanan Hidrostatis
Sesuai dengan namanya, kata hidrostatis berasal dari dua kata, yaitu “hidro” yang artinya air dan “statis” yang artinya tetap. Jadi tekanan hidrostatis merupakan tekanan pada zat cair dalam keadaan diam. Tekanan hidrostatisk ini ada pada kesetimbangan zat cair dalam posisi diam karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Tekanan Hidrostatis tidak dipengaruhi oleh volume dari zat cair tersebut. Tiga hal utama yang mempengaruhi tekanan hidrostatis pada suatu tempat adalah :
  • Kedalaman
  • Massa jenis zat cair tersebut
  • Gaya gravitasi pada tempat itu

2. Tekanan Udara
Tekanan udara adalah tekanan yang menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Satuan dari tekanan udara adalah milibar (mb). Besarnya tekanan udara akan berbanding terbalik dengan ketinggian suatu tempat, semakin tinggi tempat tersebut, maka semakin rendah tekanan udaranya, demikian pula sebaliknya.

C. PERSAMAAN, RUMUS DAN SATUAN TEKANAN
Persamaan Tekanan, Rumus Tekanan, Satuan Tekanan
TEKANAN

D. BESARAN – BESARAN FISIKA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKANAN
1. Besaran Gaya
Gaya adalah segala bentuk interaksi yang dapat menyebabkan sebuah benda bermassa mengalami perubahan gerak. Dinilai dari nilai dan arahnya, gaya merupakan besaran vektor fisika karena gaya memiliki nilai dan arah. Sedangkan dinilai dari jenisnya, gaya termasuk besaran turunan karena nilainya didapatkan bukan dari pengukuran langsung melainkan dengan menghubungkan dengan besaran-besaran pokok yang mempengaruhi. Satuan Internasional (SI) yang dipakai untuk gaya adalah Newton (N). Simbol yang digunakan untuk melambangkan gaya adalah F (huruf kapital). Alat ukur yang biasanya digunakan untuk mengukur gaya adalah dinamometer atau neraca pegas.  Dalam mempengaruhi benda, gaya dapat mengubah posisi benda tersebut, mengubah pergerakannya, ataupun mengubah bentuk benda. Untuk melakukan sebuah gaya diperlukan usaha, semakin besar gaya yang ingin dilakukan, maka semakin besar usaha yang harus dikeluarkan.

2. Besaran Luas
Luas adalah besaran turunan fisika yang menyatakan ukuran dua dimensi dari suatu bagian permukaan.  Nilainya didapatkan dari perkalian dua satuan panjang sebuah objek. Satuan Internasional (SI) untuk luas adalah meter persegi (m2). Simbol yang digunakan untuk melambangkan luas adalah A (huruf kapital). Bentuk dari objek tersebut akan mempengaruhi luasnya, contohnya jika bentuk objek bujur sangkar maka luas didapatkan dari perkalian kedua sisinya, jika bentuk objek persegi panjang, maka luas didapatkan dari perkalian panjang dan lebarnya, jika bentuk objek lingkaran, maka luas didapatkan dari perkalian phi dengan jari-jari pangkat dua, sedangkan jika bentuknya segitiga, luas objek didapatkan dari perkalian alas dengan tingginya.

Perubahan Wujud Zat dan Teori Partikel Zat

A. PENGERTIAN PERUBAHAN WUJUD ZAT
Zat adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Zat terbentuk dari susunan partikel-partikel yang sangat kecil, sangking kecilnya, penyusun zat ini tidak dapat dilihat dengan mata. Berdasarkan wujud dan partikel penyusunnya zat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu zat padat, zat cair dan zat gas. Pada suhu ruang tertentu, masing-masing zat ini memiliki sifat dan bentuknya masing-masing. Nah apabila terjadi perubahan suhu atau tekanan yang mempengaruhi zat tersebut, maka dapat terjadi perubahan pada masing-masing zat itu.

B. KLASIFIKASI MACAM – MACAM PERUBAHAN WUJUD ZAT DAN CONTOHNYA
Perubahan wujud zat yang terjadi secara sistematik adalah sebagai berikut :
Wujud Zat dan Perubahannya
PERUBAHAN BENTUK ZAT
1. Membeku (Pembekuan)
Pembekuan adalah proses perubahan bentuk wujud zat cair menjadi zat padat karena terjadinya pendinginan pada zat cair tersebut. Proses pembekuan terjadi ketika suhu mencapai titik beku airatau titik leleh yaitu pada 0oCelsius atau 273oK atau 32oFahrenheit. Contohnya perubahan air menjadi es ketika dimasukkan ke kulkas.

2. Mencair (Pencairan)
Pencairan adalah proses perubahan bentuk wujud zat padat menjadi zat cair karena terjadinya pemanasan. Jadi pencairan adalah kebalikan dari pembekuan yang terjadi ketika suhu mencapai titik didih atau titik lebur es yaitu pada 100oCelsius atau 212oFahrenheit atau 373oKelvin. Contohnya perubahan es menjadi air ketika didiamkan pada suhu ruangan.

3. Menyublim (Penyubliman)
Penyubliman adalah perubahan bentuk wujud zat padat menjadi zat gas karena terjadinya pemanasan. Contohnya adalah kapur barus yang didiamkan pada suhu ruangan yang lama kelamaan akan habis.

4. Mengkristal (Pengkristalan)
Pengkristalan adalah perubahan bentuk wujud zat gas menjadi zat padat karena terjadinya pelepasan energi panas (pendinginan). Jadi pengkristalan merupakan kebalikan dari proses penyubliman. Contohnya adalah perubahan uap menjadi salju.

5. Menguap (Penguapan)
Penguapan adalah perubahan bentuk wujud zat cair menjadi zat gas karena terjadinya pemanasan. Contohnya adalah perubahan embun menjadi uap ketika pagi hari.

6. Mengembun (Pengembunan)
Pengembunan adalah perubahan bentuk wujud zat gas menjadi zat cair karena terjadinya pendinginan (pelepasan panas) atau karena peningkatan tekanan. Pengembunan merupakan kebalikan dari peristiwa penguapan. Penguapan juga sering disebut dengan peristiwa kondensasi. Contohnya adalah terbentuknya titik titik air pada dedaunan yang biasa kita sebut dengan embun.

B. TEORI PARTIKEL ZAT
Seperti yang telah kami jelaskan di atas, zat disusun oleh partikel-partikel yang sangat kecil. Partikel-partikel ini sering disebut dengan molekul. Berdasarkan Teori Partikel Zat, ada beberapa sifat partikel penyusun sebuah zat, yaitu :

1. Partikel Zat dapat Bergerak
Zat adalah sesuatu yang memiliki massa yang menempati ruang. Seperti yang kita tahu ada 3 jenis zat, padat, cair, dan gas. Nah kerapatan atau jarak antar partikel-partikel penyusunan zat ini berbeda-beda. Ternyata setiap partikel penyusun masing-masing zat ini dapat bergerak dan gerakannya berbeda-beda pada setiap zat. Misalnya pada zat padat, pergerakan masing-masing partikel hanya bergerak berputar tanpa mengalami perubahan posisi, sedangkan pada zat cair partikel zat bergerak tidak teratur akibat gaya tarik menarik antar partikel tetapi tidak akan meninggalkan kelompoknya, sedangkan pada zat gas partikel-partikel penyusunnya dapat bergerak bebas.

2. Susunan dan Gerak Partikel pada Berbagai Wujud Zat
Sifat Partikel zat padat, cair, dan gas
SIFAT PARTIKEL ZAT
a. Susunan dan Gerak Partikel pada Zat Padat
Partikel pada zat padat bentuk dan volumenya tetap. Hal ini dikarenakan zat padat memiliki partikel-partikel yang berdekatan satu sama lain dengan kerapatan yang tinggi. Partikel-partikelnya tersusun teratur, saling berdekatan dan mempnyai gaya tarik menarik yang kuat. Karena gaya tarik menarik yang kuat ini gerakan yang terjadi pada partikelnya merupakan gerakan berputar seperti rotasi dan tidak terjadi perubahan posisi pada partikel.

b. Susunan dan Gerak Partikel pada Zat Cair
Partikel pada zat cair memiliki sifat bentuk yang berubah-ubah dan volumenya tetap. Bentuk yang berubah-ubah ini disebabkan karena partikel-partikel pada zat cair tidak terlalu dekat satu sama lain (sedikit renggang), susunan partikelnya juga tidak teratur, gaya tarik-menarik antar partikel juga kurang kuat. Hal ini menyebkan pergerakan pada partikel zat cair sedikit lebih bebas dibandingkan dengan zat padat, dimana partikelnya dapat bergerakan dan berpindah posisi tetapi tidak dapat meninggalkan kelompoknya. Pergerakan inilah yang membuat volume zat cair selalu tetap.

c. Susunan dan Gerak Partikel pada Zat Gas
Partikel penyusun zat gas memiliki bentuk berubah-ubah dan volume yang berubah-ubah pula. Bentuk yang berubah ini disebabkan karena jarak antar partikel yang sangat renggang, tersusun tidak teratur, dan gaya tarik menarik antar partikel yang sangat lemah. Hal ini menyebabkan pergerakan partikel-partikelnya sangat bebas dimana mereka dapat bergerak kemana saja meninggalkan kelompoknya, nah pergerakan seperti inilah yang membuat volume partikel gas dapat berubah-ubah.

3. Perubahan Wujud Zat Berdasarkan Teori Partikel Zat
Prinsipnya, apabila terjadinya pemanasan, maka gerakan dari partikel-partikel penyusun suatu zat akan menjadi lebih cepat dan gaya tarik menarik antar partikel melemah. Hal inilah yang membuat perubahan zat padat menjadi cair dan perubahan zat cair menjadi gas.

Sedangkan apabila terjadi pendinginan, maka gerakan-gerakan dari partikel-partikel penyusun zat akan melambat dan gaya tarik-menarik antar partikel menguat. Hal inilah yang membuat perubahan zat cair menjadi padat, zat gas menjadi cair, dan zat padat menjadi gas.