Jaringan Tumbuhan : Pengertian, Struktur, Lapisan, Jenis

A. JARINGAN MERISTEM
  • Jaringan meristem yaitu jaringan yang selalu aktif membelah. Pada kondisi tertentu jaringan ini tidak selalu membelah, hal itu terkait atas beberapa factor yaitu suhu yang dingin, lingkungan, air dan factor lainnya.
  • Jaringan pada masa embrionik.
  • Memiliki dinding sel yang tipis, memungkinkan jaringan ini terus menerus melakukan pembelahan
  • Memiliki bentuk sel yang isodiametris dimana bentuk diameter sel sama dan tersusun seperti bola-bola yang rapat. Memungkinkan sel membelah ke segala arah.
  • Kaya akan protoplasma yang dibutuhkan oleh komponen yang membentuk organel-organel sel sebelum membelah
  • Protoplasma tidak mengandung cadangan makanan serta Kristal-kristal. Sehingga makanan yang masuk ke dalam sel akan langsung digunakan untuk sintesis dan persiapan energy sebelum pembelahan
  • Memiliki vakuola yang kecil
Jaringan Meristem dikelompokkan berdasarkan dua criteria, yaitu berdasarkan letak dan asal jaringan.

Berdasarkan asal jaringannya, jaringan meristem dikelompokkan atas 3, yaitu premeristem, meristem primer dan meristem sekunder.
  • Premeristem yaitu jaringan meristem yang telah ada sejak masa embrionik pada tumbuhan
  • Meristem primer yaitu jaringan meristem yang berasal dari sel-sel embrionik dan sel-sel ini selalu aktif melakukan pembelahan. Contohnya yaitu meristem ujung akar dan ujung batang
  • Meristem sekunder yaitu jaringan meristem yang berasal dari jaringan dewasa dan berubah menjadi embrional kembali. Contoh cambium
Sedangkan berdasarkan letaknya, jaringan meristem dikelompokkan atas 3, yaitu meristem apical, meristem interkalar dan meristem lateral.
  • Meristem apical yaitu jaringan meristem yang letaknya di ujung akar dan ujung akar. Fungsinya yaitu untuk melakukan aktivitas pertumbuhan primer seperti pertumbuhan panjang akar dan batang.
  • Meristem lateral yaitu jaringan meristem yang letaknya sejajar dengan organ tumbuhan, contoh cambium dan cambium gabus. Fungsinya yaitu untuk melakukan aktivitas pertumbuhan sekunder yaitu pertambahan diameter batang. Diameter batang dapat membesar karena adanya pembelahan cambium kearah luar dan dalam.
  • Meristem Interkalar yaitu jaringan meristem yang letaknya pada bagian pangkal buku pada tumbuhan yang berbuku-buku. Fungsinya yaitu untuk melakukan aktivitas pertambahan panjang ruas batang.
Artikel Penunjang : Kingdom Plantae (Tumbuhan) : Pengertian, Ciri, Klasifikasi
STRUKTUR JARINGAN TUMBUHAN
B. JARINGAN DEWASA
Jaringan Dewasa pada tumbuhan yaitu jaringan meristem yang telah berdiferensiasi dan berspesialisasi hingga mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Jaringan ini tidak akan mengalami pembelahan lagi. Adapun jaringan dewasa terbagi atas 3 yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim dan jaringan pengangkut.

a. Jaringan epidermis
  • Jaringan terluar sebagai penututup tubuh dan berfungsi melindungi tubuh tumbuhan dari gangguan hewan dan manusia
  • Secara mikroskopis tersusun oleh sel berbentuk balok, tersusun rapat, tidak mempunyai rongga antar sel, tidak mengandung kloroplas, sel yang bervariasi dan dinding sel yang tipis. Dilapisi oleh lilin atau kutikula. Terbagi atas stomata (mulut daun), trikomata (rambut daun), lenti sel (mulut batang), bulu-bulu akar, spina (duri), velamen, sel kipas, sel kersik
  • Stomata berfungsi sebagai pertukaran O2 dan CO2 pada tumbuhan. Stomata umumnya ditemukan pada organ daun, pada permukaan bawah. Pada siang hari stomata membuka dan pada malam hari stomata menutup kecuali pada beberapa jenis tanaman gurun.
  • Trikomata yaitu sel epidermis yang bermodifikasi membentuk rambut-rambut yang menonjol keluar. Trikomata terbagi atas 2 yaitu trikoma glandular dan trikoma non glandular. Trikoma berperan sebagai pengeluaran secret, memperluas daerah absorbs air dan mineral, menghasilkan zat perekat untuk membantu penyerbukan dll.
  • Lenti Sel merupakan jaringan epidermis yang bermodifikasi yang ada pada batang tumbuhan. Berperan dalam pertukaran O2 dan CO2.
  • Bulu-bulu akar yaitu jaringan epidermis yang telah meluas ke arah luar dan memanjang membentuk bulu seperti rambut. Berperan dalam perluasan penyerapa air dan mineral
  • Spina yaitu alat tambahan pada bagian epidermis batang tumbuhan. Terbagi atas 2 yaitu spina palsu dan spina asli. Contoh spina palsu yaitu duri pada tumbuhan bunga mawar dan spina asli pada tumbuhan bunga bougenville.
  • Velamen merupakan lapisan sel mati bagian dalam epidermis pada akar gantung tumbuhan. Contohnya yaitu akar pada tanaman anggrek yang fungsinya untuk menyimpan air.
  • Sel Kipas merupakan alat tambahan pada epidermis bagian atas daun, contohnya pada bamboo dan daun teki. Sel kipas tersusun atas beberapa sel yang ukurannya lebih besar daripada sel epidermis. Sel ini berperan sebagai penyimpan air.
  • Sel Kersik yaitu sel epidermis yang memiliki Kristal kersik. Biasa disebut dengan silica. Contoh pada tanaman batang tebu. Sel silikia menjadikan batang tebu menjadi keras.
b. Jaringan Parenkim (Dasar)
Jaringan parenkim berasal dari meristem dasar dan merupakan penyusun sebagian organ tumbuhan.
Berisi sel-sel hidup yang belum banyak berdiferensiasi, memiliki dinding sel yang tipis dengan bentuk yang bervariasi seperti isodiametris, jaringan tiang, jaringan bunga karang dan tersusun dengan banyak rongga sel.

Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dikelompokkan menjadi 4 yaitu, parenkim asimilasi, parenkim udara, parenkim penimbun dan parenkim air.
  • Parenkim asimilasi yaitu parenkim yang mengandung klorofil dan kemudian parenkim ini berperan dalam melakukan proses fotosintesis/asimilasi disebut dengan kolenkim. Jaringan kolenkim terdapat pada tumbuhan berwarna hijau
  • Parenkim udara adalah jaringan yang terdapat pada tumbuhan dan fungsinya sebagai penyimpan udara. Contohnya pada eceng gondok
  • Parenkim penimbun (penyimpan cadangan makanan) yaitu jenis parenkim yang sel-sel jaringannya dapat menyimpan cadangan makanan hasil fotosintesis seperti karbohidrat, lemak, protein. Contohnya yaitu ubi, ketela, sagu, padi, gandum dan tumbuhan sejenisnya.
  • Parenkim air yaitu jenis jaringan yang mampu menyimpan air sebagai cadangan pada musim kemarau. Biasanya terdapat pada tanaman anggrek dan kaktus.
  • Parenkim pengangkut yaitu jaringan yang terdapat pada Xilem dan floem yang fungsinya mengangkut zat hara serta nutrisi dan parenkim yang mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis
  • Parenkim penutup luka yaitu jaringan yang mempunyai kemampuan memulihkan diri dengan menjadi jaringan embrionik kembali dengan cara pembelahan diri. Jaringan ini disebut dengan cambium gabus
c. Berkas Pengangkut (Xilem dan Floem)
  • Jaringan pada tumbuhan yang berfungsi sebagai jaringan pengangkut yaitu Xilem dan floem
  • Xilem berfungsi mengangkat air dan mineral dari akar ke daun, floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh.
  • Berkas pengangkut pada batang monokotil bertipe kolateral tertutup dimana antara Xilem dan floem tidak dipisahkan oleh cambium, sedangkan berkas pengangkut batang dikotil bertipe kolateral terbuka dimana antara Xilem dan floem dipisahkan oleh cambium.
  • Xilem tersusun atas beberapa komponen seperti trakea, trakeid, parenkim Xilem dan serabut Xilem.
  • Trakeid berfungsi mengangkut air dan mineral melalui noktah antar sel sedangkan trakea berfungsi sebagai pengangkut air utama pada Xilem.
  • Parenkim Xilem terdiri atas sel yang fungsinya sebagai penyimpan cadangan makanan seperti lemak dan amilum dan serabut Xilem berfungsi sebagai jaringan penguat pada berkas pengangkut.
  • Floem tersusun atas sel pembuluh tapis, sel pengiring, parenkim floem dan serabut floem.
  • Pembuluh tapis yaitu pembuluh sel yang memanjang dengan lempeng tapisan pada dinding selnya sedangkan sel pengiring yaitu sel hidup yang ukurannya lebih kecil dari pembuluh tapis dan berfungsi sebagai pemberi nutrisi pada pembuluh tapis
  • Parenkim floem berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan seperti zat tepung dan lemak dan serabut floem berfungsi sebagai jaringan penyokong pada berkas pengangkut.
STRUKTUR JARINGAN TUMBUHAN

d. Jaringan Penguat
  • Jaringan penguat berfungsi untuk menunjang berdirinya tumbuhan dengan kuat. Terbagi atas 2 yaitu kolenkim dan sklerenkim
  • Karena berfungsi untuk menunjang berdirinya tumbuhan, jaringan penguat memiliki struktur sel yang tebal dan kuat.
  • Jaringan kolenkim yaitu jaringan parenkim yang telah mengalami penebalan selulosa pada bagian ujungnya sehingga sifat selnya itu hidup. Jaringan ini berfungsi sebagai penguat pada tumbuhan muda dan herba serta batang, akar, daun serta bunga dan buah
  • Jaringan sklerenkim yaitu jaringan penguat yang telah mengalami penebalan lignin secara melingkar. Biasanya ditemukan pada tumbuhan monokotil dan dikotil yang sudah tua. Selnya dibedakan atas sklereid dan serat (serabut).
  • Sklereid mempunyai dinding sel yang keras, sering disebut sel batu. Sklereid terdapat pada berkas pengangkut, sel parenkim, daun, akar, buah dan biji.
  • Serat (serabut) mempunyai ukuran panjang yang bervariasi dan terdapat pada berbagai organ tumbuhan. Merupakan elemen yang panjang, runcing, lumen sempit dan tebal. Terdapat pada akar, batang, daun dan buah. Terbagi atas 2 yaitu serat keras dan lunak.

Previous
Next Post »
0 Komentar