ASI : Pengertian, Kandungan, Proses Terbentuk, Manfaat

A. PENGERTIAN ASI (AIR SUSU IBU)
Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam organik yang disekresikan oleh kedua belah kelenjar payudara ibu pasca melahirkan, dan berguna sebagai makanan bayi. ASI merupakan cairan alamiah yang mudah didapat dan fleksibel, dapat diminum tanpa persiapan khusus dengan temperatur yang sesuai dengan bayinya serta bebas dari kontaminasi bakteri sehingga mengurangi resiko gangguan intestinal. Keseimbangan zat-zat gizi yang terkandung dalam ASI sangat lengkap dan sempurna, yakni kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf.  Selain itu, pemberian ASI pada bayi dapat melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit.
Artikel Penunjang : Kehamilan : Pengertian, Proses, Perkembangan
Pengertian ASI, Fungsi ASI, Kandungan ASI, Pembentukan ASi
PENGERTIAN, FUNGSI, KOMPONEN, PEMBENTUKAN ASI
Terdapat beberapa istilah yang berhubungan dengan ASI, meliputi:
1. ASI Ekslusif
ASI ekslusif merupakan ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan dalam waktu 6 bulan, tanpa memberikan makanan/minuman pendamping atau pengganti lain selain ASI, seperti susu formula, jeruk, madu, air putih, air teh, dan tanpa tambahan makanan padat (bubur nasi, bubur susu, biskuit dan lainnya).

2. ASI Predominan
ASI predominan merupakan ASI yang diberikan kepada bayi sejak usia 0-6 bulan ditambahkan dengan pemberian minuman lain berupa teh, madu, air tajin, dan minuman lainnya.

3. ASI Parsial
ASI parsial merupakan ASI yang diberi pada anak sejak lahir disamping juga diberi tambahan makanan padat lain seperti bubur, buah dan lainnya selain ASI.

B. KOMPONEN ASI (AIR SUSU IBU)
Nutrisi yang terkandung di dalam ASI cukup banyak dan bersifat spesifik pada tiap ibu. Komposisi ASI dapat berubah dan berbeda dari waktu ke waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi sesuai usianya. Berdasarkan waktunya, ASI dibedakan menjadi tiga stadium, yaitu:

1. Kolostrum (ASI hari 1-4)
Kolostrum merupakan susu pertama keluar yang berbentuk cairan kekuningan yang lebih kental dari ASI matur. Kolostrum diproduksi pada masa kehamilan sampai setelah kelahiran dan akan digantikan oleh ASI transisi dalam dua sampai empat hari setelah kelahiran bayi. Hal ini disebabkan oleh hilangnya produksi estrogen dan progesteron dari plasenta secara tiba-tiba yang menyebabkan laktogenik prolaktin mengambil alih peran produksi air susu, sehingga kelenjar payudaralah yang mulai progresif menyekresikan air susu dalam jumlah besar.

Kolostrum mengandung protein 8,5%, sedikit karbohidrat 3,5%, lemak 2.5%, garam dan mineral 0,4%, air 85,1%, dan vitamin larut lemak. Selain itu, kolostrum juga tinggi immunoglobulin A (IgA) yeng berperan sebagai imun pasif pada bayi. Kemudian, kolostrum juga dapat berfungsi sebagai pencahar yang dapat membersihkan saluran pencernaan bayi baru lahir. Volume kolostrum sekitar 150-300 ml/24 jam

2. ASI Masa Transisi (ASI hari 5-10)
ASI masa transisi terjadi pada hari ke-5 sampai hari ke-10, dimana berhentinya produksi kolostrum lebih dua minggu setelah melahirkan dan produksi ASI oleh kelenjar payudara mulai stabil. Kandungan protein dalam air susu semakin menurun, namun kandungan lemak, laktosa, vitamin larut air dan juga volume ASI akan semakin meningkat. Peningkatan volume ASI dipengaruhi oleh lamanya menyusui yang kemudian akan digantikan oleh ASI matang. Sedangkan adanya penurunan  komposisi  protein  dalam ASI, diharapkan ibu menambahkan protein dalam asupan makanannnya.

3. ASI Matur
ASI matur merupakan ASI yang disekresi dari hari ke-10 sampai seterusnya dan komposisinya relatif konstan.

Kandungan utama ASI matur ialah laktosa  (karbohidrat) yang merupakan sumber energi untuk otak. Konsentrasi  laktosa  pada  air  susu manusia  kira-kira  lebih banyak 50%  dibandingkan  dengan susu sapi. Walaupun demikian, angka kejadian diare karena intoleransi laktosa jarang ditemukan pada bayi yang mendapatkan ASI karena penyerapan laktosa ASI lebih baik dibanding laktosa yang terdapat dalam susu sapi. Selain itu, ASI kaya akan protein whey yang sifatnya mudah diserap oleh usus bayi. Kemudain, ASI matur juga mengandung kadar lemak omega 3 dan omega 6 tinggi yang berperan dalam perkembangan otak bayi. Disamping itu, ASI matur juga mengandung asam lemak rantai panjang diantaranya asam  dokosaheksonik  (DHA) dan asam arakidonat (ARA) yang penting dalam perkembangan jaringan syaraf serta retina mata.

Secara umum, kandungan yang terdapat dalam ASI antara lain:
a. Lemak
ASI  mengandung lemak yang mudah dicerna dan diserap bayi karena mangandung enzim lipase yang berperan dalam mencerna lemak. Lemak utama ASI adalah lemak ikatan panjang (omega-3, omega-6, DHA, dan asam arakhidonat), yaitu suatu asam lemak esensial untuk  myelinisasi saraf yang penting untuk pertumbuhan otak.

b. Karbohidrat
Karbohidrat utama yang terdapat di dalam ASI adalah laktosa (gula)  dan kandungannya sekitar 20-30 % lebih banyak dibandingkan susu sapi. Laktosa dapat  meningkatkan penyerapan kalsium yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang.

Selain itu, Laktosa juga meningkatkan pertumbuhan bakteri usus yang baik  yaitu, Lactobacillis bifidus. Hasil fermentasi laktosa ialah asam laktat yang akan memberikan suasana asam dalam usus bayi sehingga menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
c. Protein
Protein utama ASI adalah whey yang mudah dicerna oleh bayi sehingga tidak menyebabkan gangguan intestinal. Kandungan protein ini sekitar 60%. Kemudian, ASI mengandung alfa-laktalbumin yang jarang menyebabkan alergi seperti halnya yang terdapat pada susu sapi.

Selain itu, ASI  juga mengandung lacroferin yang berperan sebagai pengangkut zat besi dan juga sistem imun usus bayi dari bakteri patogen. Hal ini dkarenakan, Laktoferin membiarkan flora normal usus  untuk tumbuh dan membunuh bakteri patogen. Zat imun lain yang terkandung dalam ASI adalah kelompok antibiotik alami yaitu lysosyme dan taurine. Taurine berperan dalam pertumbuhan otak, susunan saraf, juga penting untuk pertumbuhan retina.
d. Vitamin, mineral dan zat besi ASI
ASI mengandung vitamin, mineral dan zat besi yang lengkap dan mudah diserap oleh bayi.

e. Immunoglobulin A (IgA)
ASI tidak hanya berperan sebagai imunisasi aktif yang merangsang pemebntukan daya tahan tubuh bayi, melainkan juga berperan sebagai imunisasi pasif yang akan melindungi usus bayi pada minggu pertama kehidupan dari alergen karena mengandung immunoglobulin A (IgA).
C. PROSES PEMBENTUKAN ASI (AIR SUSU IBU)
Pembentukan air susu dimodulasi oleh perkembangan jaringan kelenjar mammaria payudara yang berkembang sempurna dan bertambahnya deposit lemak untuk memberi massa payudara pada masa kehamilan. Perkembangan jaringan kelenjar ini distimulasi oleh produksi hormon estrogen yang tinggi oleh plasenta selama kehamilan dan juga hormon progesteron yang membantu fungsi dari estrogen. Meskipun kedua hormon ini berperan dalam perkembangan kelenjar payudara, namun tidak berperan dalam sekresi air susu melainkan fungsinya ialah mencegah sekresi sesungguhnya dari air susu. Adapun pembentukan air susu dipengaruhi oleh faktor berikut ini:

a. Refleks Plolaktin (Permulaan Laktasi)
Prolaktin merupakan hormon yang yang disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. Konsentrasi prolaktin akan meningkat dalam darah ibu secara tetap dari minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu, adanya hormon HCG (human chrorionic somatomammotropin) dengan sifat laktogenik yang disekresi plasenta menyokong prolaktin dari hipofisis ibu selama kehamilan. Menjelang akhir kehamilan, prolaktin berperan penting dalam pembentukan kolostrum yang merupakan cairan seperti air susu namun dengan konsentrasi gizi yang berbeda. Kolostrum ini hanya mengandung sedikit cairan akibat masih adanya supresi dari progesteron dan estrogen yang masih disekresi kelenjar hipofisis anterior.

Segera setelah bayi dilahirkan, sekresi progesteron dan estrogen akan hilang, sehingga efek laktogenik prolaktin dari kelenjar hipofisis anterior ibu mengambil peran dalam produksi air susu ibu di dalam alveoli. Dalam satu sampai tujuh hari kemudian, kelenjar payudara mulai mulai menyekresi air susu dalam jumlah besar sebagai pengganti kolostrum. Seksresi air susu ini memerlukan sekresi pendahuluan yang adekuat dari sebagian besar hormon ibu lainnya, tetapi yang paling penting hormon pertumbuhan, kortisol, paratiroid dan insulin.Hormon ini diperlukan untuk menyediakan zat zat yang yang diperlukan dalam pembentukan air susu.

Setelah ibu melahirkan, kadar prolaktin akan menjadi normal mulai  kurun waktu 3 bulan pasca melahirkan sampai masa menyusui selesai. Selama masa menyusui tersebut, kadar prolaktin dalam payudara ibu menyusui tidak mengalami peningkatan walaupun terjadi hisapan oleh bayi pada puting susu. Meskipun demikian, air susu tetap bisa keluar saat terjadi hisapan pada puting susu ibu.  Untuk kasus ibu yang baru saja melahirkan akan tetapi tidak menyusui bayinya, kadar prolaktin yang terkandung dalam payudara akan kembali normal setelah 2-3 minggu pasca melahirkan. Sedangkan bagi ibu menyusui, kadang prolaktin dalam payudara seringkali meningkat. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengaruh psikis atau stres, anastesi, operasi, rangsangan puting susu, hubungan kelamin, dan pengaruh obat-obatan.

b. Proses Ejeksi atau Let Down (Sekresi Air Susu)
Air susu yang disekresi secara kontinu kedalam alveoli payudara tidak dengan mudah dapat mengalir ke dalam sistem duktus. Melainkan membutuhkan peran gabungan refleks neurogenik dan hormonal yang melibatkan kelenjar hipofisis posterior dan oksitosin.

Ketika bayi mengisap, setengah menit pertama bayi tidak langsung menerima susu melainkan impuls sensorik harus ditransmisikan terlebih dahulu melalui saraf somatik puting susu ke medula spinalis ibu, kemudian ke hipotalamus yang akhirnya menyebabkan sinyal saraf yang membantu sekresi oksitosin pada saat bersamaan juga menyekresi prolaktin. Oksitosin kemudian dibawa dalam darah ke kelenjar payudara yang menyebabkan sel mioeptel yang terdapat di dinding luar alveoli berkontraksi sehingga terjadinya aliran air susu dari alveoli ke dalam duktus. Kemudian, isapan bayi menjadi efektif dalam mengalirkan air susu. Dalam waktu 30 detik sampai 1 menit setelah bayi mengisap, air susu akan dikeluarkan. Proses ini disebut ejeksi atau pengaliran (let down) air susu.

Pengisapan pada salah satu kelenjar payudara tidak hanya menyebabkan aliran air susu pada kelenjar payudara itu, melainkan juga pada kelenjar payudara sisi sebelahnya. Selain itu, ibu yang membelai bayi atau mendengar bayi menangis dapat juga memberikan cukup sinyal ke hipotalamus ibu untuk menyebabkan pengaliran air susu.

D. FUNGSI PEMBERIAN ASI (AIR SUSU IBU)
Pemberian Air Susu Ibu (ASI) segera pada bayi baru lahir atau sedikitnya hingga usia dua tahun memberikan banyak manfaat, tidak hanya untuk bayi, melainkan juga untuk ibu dan masyarakat.

1) Manfaat bagi bayi
  • Melindungi dari serangan alergi karena mengandung IgA;
  • Meningkatkan daya penglihatan dan kepandaian bicara;
  • Membantu pembentukan rahang yang bagus;
  • Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes, kanker pada anak, dan diduga mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung;
  • Menunjang perkembangan motorik bayi.
2) Manfaat bagi ibu
  • Mudah, murah, praktis dan tersedia kapan saja;
  • Mempercepat involusi/memulihkan dari proses persalinan dan dapat mengurangi perdarahan karena otot-otot di rahim mengerut, otomatis pembuluh darah yang terbuka itu akan terjepit sehingga perdarahan dapat berhenti;
  • Mencegah kehamilan karena kadar prolaktin yang tinggi menekan hormon FSH sehingga ovulasi dapat mencapai 99 %, apabila ASI diberikan secara terus-menerus tanpa tambahan selain ASI;
  • Meningkatkan rasa kasih sayang dan rasa nyaman antara ibu dan anak;
  • Mengurangi risiko penyakit kanker;
  • Membantu ibu menurunkan berat badan setelah melahirkan;
  • Menurunkan risiko DM Tipe 2
3) Manfaat bagi keluarga
  • Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli susu formula, botol susu, serta kayu bakar atau minyak tanah untuk merebus air, susu, dan peralatannya;
  • Jika bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan lebih sedikit biaya guna perawatan kesehatan;
  • Penjarangan kelahiran lantaran efek kontrasepsi LAM (The Lactation Amenorrhea Methods) dari ASI;
  • Jika bayi sehat berarti menghemat waktu dan juga tenaga keluarga karena ASI selalu siap tersedia dan keluarga tidak perlu repot membawa botol susu, air panas dan lain sebagainya ketika berpergian.
4) Manfaat bagi masyrakat
  • Menghemat devisa Negara karena tidak harus mengimpor susu formula dan peralatan lainnya;
  • Terciptanya negara yang sehat, jika bayi yang lahir sehat;
  • Penghematan pada sektor kesehatan karena jumlah bayi yang sakit hanya sedikit;
  • Memperbaiki kelangsungan hidup anak dengan menurunkan angka kematian;
  • Melindungi lingkungan sebab tidak ada pohon yang digunakan sebagai kayu bakar untuk merebus air, susu dan peralatannya.

Previous
Next Post »
0 Komentar