Tumbuhan - Tumbuhan Langka di Indonesia

Indonesia sebagai negara yang posisinya tepat di garis khatulistiwa memiliki keuntungan yang besar dalam hal mendapat penyinaran matahari yang seimbang. Hal ini menyebabkan Indonesia dikategorikan sebagai negara dengan tropis. Negara beriklim tropis memiliki hutan yang subur dan lebat. Luasnya wilayah Indonesia menunjukkan luas pula hutan yang dimilikinya. Dengan curah hujan yang cukup, Indonesia memiliki keanekaragaman flora. Tumbuh-tumbuhan di di Indonesia bahkan ada sebagiannya tidak dimiliki negara lain yang berbeda iklimnya.

Sayangnya, perubahan iklim sekarang ini mempengaruhi persebaran tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia. Ditambah dengan perusakan hutan oeh manusia seperti penebangan hutan berlebihan dan pembakaran hutan yang tentunya sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan di Indonesia. Ada beberapa tumbuhan yang digolongkan kedalam tumbuhan langka karena memiliki risiko akan punah. 

Berikut 10 tumbuhan langka yang akan dibahas pada artikel ini :
1. Daun Sang (johannestijsmania altifrons)
Daun Sang (johannestijsmania altifrons)
DAUN SANG (JOHANNESTIJSMANIA ALTIFRONS)
Daun sang merupakan keluarga palmae, yang memiliki daun tunggal ukuran besar dan lebar yang dapat mencapai 3-6 meter panjang dan lebar 1 meter. Tepi daunnya memiliki duri, dan dari jauh tampak tidak memiliki batang. Karena ukurannya yang besar dan kuat, masyarakat dahulu memanfaatkannya untuk atap rumah. Jenis ini termasuk tumbuhan yang tidak tahan kena sinar matahari langsung (jenis toleran), lebih sering hidup di bawah naungan pepohonan. Tanaman ini hidup di daerah hutan tropis lebat yang lumayan lembab. Hidupnya berkelompok membentuk rumpun namun penyebarannya sangat terbatas. Tanaman ini hanya ditemukan di daerah Sumatra dan populasinya lebih mendominasi di daerah aras napal besitang langkat.

2. Amorphophallus Titanium
 Amorphophallus Titanium
AMORPHOPHALLUS TITANIUM
Tumbuhan satu ini merupakan tumbuhan endemik dari Sumatra, Indonesia. Dikenal dengan bunga majemuk terbesar di dunia. tumbuhan ini memiliki du afase hidup yaitu fase vegetative (tumbuhnya batang dan daun semu setinggi 6 meter) dan generative. Jika nutrisi dari sekitar tidak mencukupi, maka bunganya tidak akan berkembang ke fase generative. Bunganya mekar untuk waktu dua minggu. Bunga ini banyak dijumpai di daerah pinggir sungai dan dataran lembab. Bentuk bunganya sangat unik seperti lingga (tongkol atau spadix) yang dikelilingi oleh satu mahkota bunga dengan ukuran besar.

3. Anggrek Tebu (Grammatophyllum Speciosum)
Anggrek Tebu (Grammatophyllum Speciosum)
ANGGREK TEBU (GRAMMATOPHYLLYM SPECIOSUM)
Anggrek tebu merupakan anggrek yang lain dari pada anggrek lainnya. Anggrek ini merupakan yang terbesar dan terberat diantara anggrek lainnya. Beratnya mencapai lebih dari 1 ton dengan panjang 3 m dan diameternya 1,5-2 cm. bunganya berwarna kuning dengan bintik-bintik coklat, merah atau merah kehitaman serta tahan lama juga tidak mudah layu. Anggrek ini tumbuh di sela-sela pohon besar atau pangkalnya di daerah tropis dan rendah. Hal ini dikarenakan anggrek tebu membutuhkan sinar matahri langsung.

4. Kantong Semar (nepenthes)
Kantong Semar (nepenthes)
KANTONG SEMAR (NEPENTHES)
Tumbuhan ini banyak ditemukan di pulau borneo dan Sumatra. Ciri-cirinya yaitu, tingginya mencapai 15-20 m. pada ujung daun kantong semar terdapat sulur yang termodifikasi membentuk kantong digunakan untuk memakan mangsanya.  Tiga bentuk kantong berbeda beda yang dimiliki kantong semar seperti kantong atas, bawah dan roset. Di dalam kantongnya, terdapat cairan yang memancing mangsanya untuk masuk ke dalam kantong dan menjadi makanan tumbuhan ini. Persebarannya tidak terlalu spesifik, hanya membutuhkan kelembapan tinggi dan cahaya yang cukup.

5. Kokoleceran (Vatica bantamensis)
Kokoleceran (Vatica bantamensis)
KOKOLECERAN (CATICA BANTAMENSIS)
Kokoleceran merupakan tumbuhan khas provinsi Banten dan hanya terdapat di taman nasional ujung kulon.

6. Cendana (Santalum album)
Cendana (Santalum album)
CENDANA (SANTALUM ALBUM)
Cendana merupakan tumbuhan parasit yang sangat sukar dikembangbiakkan semasa awal hidupnya. Kecambah dari cendana ini membutuhkan inang untuk kelangsungan hidupnya. Terlebih akarnya yang lemah dan tidak sanggup  mendukung pertumbuhannya. Tumbuhan cendana ini dipercaya sebagai obat alternative untuk membawa manusia lebih dekat dengan tuhannya. Tumbuhan ini menghasilkan minyak cendana yang khas dengan wanginya juga penghasil kayu cendana. Persebarannya di Indonesia hanya di daerah Nusa Tenggara Timur dan pulau Jawa.

7. Raflesia Arnoldi
Raflesia Arnoldi
RAFLESIA ARNOLDI
Raflesia Arnoldi merupakan bunga yang termasuk kategori besar dan parasit dimana diameternya bisa mencapai 1 m beratnya bisa mencapai 10 kg. bunganya mengeluarkan aroma daging busuk yang menarik para serangga. Bunga ini juga termasuk bunga terbesar di dunia dengan jenis tunggal. Persebarannya ada diAsia Tenggara.

8. Enau (Arenga pinnata)
Enau (Arenga pinnata)
ENAU (ARENGA PINNATA)
Enau bisa mencapai tinggi 25 m dengan diameter 65 cm. tanaman ini menghasilkan ijuk di pangkal pohonnya dan buahnya yang digunakan untuk manisan yaitu koang kaling. Pohonnya juga penghasil gula aren, karena hal inilah enau dijuluki dengan pohon serba guna.

9. Edelweis (Anaphalis javanica)
Edelweis (Anaphalis javanica)
EDELWEIS (ANAPHALIS JAVANICA)
Bunga edelweiss yang mendunia ini memiliki umur sampai 100 tahun dengan ketinggian 8 meter dengan tebal batang seukuran dengan kaki manusia. Bunga ini menjadi langka karena sering dipetik dengan alasan esteis, spiritual atau bahkan sebagai kenang-kenangan para pendaki. Bunga ini muncul di tanah vulkanik muda di hutan pegunungan. Edelweiss dapat dinikmati di gunung papandayan, gunung gede, gunung pangrango, dan gunung rinjani.

10. Pakis Ekor Monyet (Cibotium Barometz)
PARIS EKOR MONYET (CIBOTIUM BAROMETZ)
PARIS EKOR MONYET (CIBOTIUM BAROMETZ)
Habitat dari tanaman langka ini adalah hutan primer dengan suasana sejuk dan lembab. Di habitat aslinya, tumbuhan ini dapat tumbuh hingga 10 m. Tanaman pakis satu ini disebut juga pakis sun go kong karena visualnya yang mirip dengan monyet. Selain berbulu, bentuknya juga menyerupai ekor monyet asli. Selain bentuknya yang sangat unik, tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat-obatan seperti rematik, pendarahan dan khasiat lainnya. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli asia tenggara termasuk Indonesia. Pertumbuhannya termasuk sangat lamban. Dalam setahun, panjangnya hanya bertambah sekitar puluhan cm. tumbuhnya dari spora yang sangat halus dan tunggal, maka jika batangnya ditebang maka seluruh tanaman akan mati. Tumbuhan ini sangat sering diperjualbelikan untuk berbagai macam hal seperti obat-obatan, kerajinan atau bahkan hiasan. Karena banyaknya perdagangan yang dilakukan, tumbuhan ini dimasukkan dalam daftar hewan yang tidak boleh diperjual belikan.

Previous
Next Post »
0 Komentar