Gangguan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi


Sistem Reproduksi Manusia
GANGGUAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI MANUSIA
1. Sifilis ( Raja Singa)
Sifilis merupakan salah satu penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Tanda-tanda sifilis, antara lain terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir. Terjadi pembengkakan getah bening pada bagian paha, bercak-bercak di seluruh tubuh juga tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki. Selama 2-3 tahun pertama penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun, tetapi setelah 5-10 tahun penyakit sifilis menyerang susunan saraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental. Tanda-tanda penyakit ini dapat hilang, namun bakteri penyebab penyakit tetap masih di dalam tubuh, setelah beberapa tahun dapat menyerang otak sehingga bisa mengakibatkan kebutaan sampai tertaparah yaitu gila. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat.

2. Herpes Genitalis
Herpes genitalis disebabkan oleh virus Herpes simplex. Mempunyai masa inkubasi 4-7 hari sesudah virus masuk ke dalam tubuh.  Gejalanya adalah bintil-bintil bergerombol berisi air dengan rasa nyeri di sekitar alat kelamin. Kemudian bintil ini pecah dan meninggalkan luka yang kering mengerak, lalu hilang sendiri. Gejala akan kambuh lagi, namun tidak senyeri tahap awal. Pada perempuan, seringkali menimbulkan kanker mulut rahim. Penyakit ini belum ada obatnya, tetapi pengobatan antivirus bisa mengurangi rasa sakit dan lamanya penyakit diderita.

3. Kutil kelamin
Penyebab kutil kelamin adalah human papiloma virus (HPV) dengan gejala yang khas, yaitu terdapat satu atau beberapa kutil di sekitar kemaluan. Kutil kelamin disebabkan oleh human papilloma virus (HPV). Gejalanya adalah terdapat satu atau beberapa kutil di sekitar kemaluan. Akibat pada perempuan kutil kulit di daerah kelamin sampai dubur, kutil di selaput lendir bagian dalam liang kemaluan sampai leher rahim dan membesar ketika wanita sedang dalam masa kehamilan. Parahnya, kutil kelamin bisa mengakibatkan kanker leher rahim atau kanker kulit di sekitar kelamin. Akibat pada laki-laki kutil di alat kelamin dan saluran kencing bagian dalam, kadang-kadang kutil tidak terlihat sehingga tidak disadari. Sampai sekarang belum ada obat yang dapat secara tuntas menyembuhkan kutil kelamin. Pengobatan hanya sampai pada tahap menghilangkan kutilnya saja. Tetapi tidak bisa mencegahnya datang kembali.

4. Endometriosis
Merupakan lapisan rahim (endometrium) yang tumbuh tidak pada tempatnya yaitu di luar dinding rahim bagian dalam di tempat plasenta melekat.

5. Kanker Serviks, Ovarium, dan Vagina
Kanker yang terjadi pada ketiga tempat ini biasanya disebabkan oleh virus, tetapi tidak dipungkiri bahwa penyebabnya juga bisa multifaktoral.

6. Gangguan Menstruasi
Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu amenore primer (tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual) dan amenore sekunder (tidak terjadinya menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi. Amenore bisa terjadi karena disebabkan oleh gangguan genetic, anatomi atau endokrin.

7. Klamidia
Infeksi klamidia dapat mengakibatkan saluran telur cacat (mandul), radang saluran kencing, dan saluran ketuban robek, sehingga bayi lahir sebelum waktunya (prematur).

8. Trikomoniasis
Trikomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Gejala dan tanda-tandanya adalah cairan vagina encer, berwarna kuning, kehijauan. Vulva agak bengkak, kemerahan, gatal, dan rasa tidak nyamandan nyeri saat kencing.

9. Kandidiasis Vagina
Kandiasis Vagina merupakan keputihan yang disebabkan jamur Candida albicans. Pada keadaan normal, jamur ini terdapat baik dikulit maupun didalam vagina. Akan tetapi pada keadaan tertentu, jamur ini dapat menimbulkan keputihan. Gejalanya berupa keputihan berwarna putih seperti susu, bergumpal, disertai rasa gatal, panas, dan kemerahan pada daerah kelamin.

10. HIV/AIDS
AIDS adalah singkatan dari acquired immune deficiency syndrome atau sindrom runtuhnya kekebalan tubuh. Penyakit ini adalah kumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang terjadi karena seseorang terinfeksi HIV. HIV adalah singkatan dari human immunodeficiency virus. Orang yang terinfeksi oleh virus ini tidak dapat mengatasi serangan infeksi penyakit lain karena sistem kekebalan tubuhnya terus menurun secara drastic.

11. Gonorrhoea (GO)
GO disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Masa inkubasinya adalah 2-10 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Gejala pada laki-laki adalah rasa sakit pada saat kencing, keluarnya nanah kental kuning kehijauan, ujung penis tampak merah dan agak bengkak.Pada perempuan, 60% kasus tidak menunjukkan gejala. Namun ada juga rasa sakit pada saat kencing dan terdapat keputihan kental berwarna kekuningan. Pada perempuan bisa juga terjadi radang panggul, dan dapat diturunkan kepada bayi yang baru lahir berupa infeksi mata yang menyebabkan kebutaan. Penyakit ini dapat menyebabkan kemandulan baik pada laki-laki maupaun perempuan.

12. Klamidia
Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Pada perempuan, gejalanya adalah keluarnya cairan dari alat kelamin atau ”keputihan encer” berwarna putih kekuningan disertai rasa nyeri di rongga panggul. Penyakit ini dapat menyebabkan kemandulan, cacatnya saluran telur, radang saluran kencing, robeknya saluran ketuban sehingga terjadi kelahiran bayi sebelum waktunya (prematur). Pada laki-laki, gejalanya rasa nyeri saat kencing, keluar cairan bening dari saluran kencing dan jika infeksinya lebih parah maka cairan semakin sering keluar dan bercampur darah. Pada laki-laki akibatnya adalah rusaknya saluran yang menyebabkan kemandulan, dan radang saluran kencing.

Gejala umum panyakit menular seksual pada perempuan yaitu rasa sakit atau nyeri pada saat kencing, rasa nyeri pada perut bagian bawah, keluar lendir pada vagina, keputihan berwarna putih susu, bergumpal dan disertai rasa gatal dan kemerahan pada alat kelamin atau sekitarnya, keputihan yang berbusa, kehijauan, berbau busuk, dan gatal, bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada alat kelamin. Juga terdapat gejala umum penyakit menular seksual pada pria yaitu bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada penis, luka tidak sakit, keras, dan berwarna merah pada alat kelamin, adanya kutil atau tumbuh daging seperti jengger ayam, rasa gatal pada alat kelamin, rasa sakit pada saat kencing, kencing nanah atau darah yang berbau tidak enak, kehilangan berat badan yang drastis, disertai diare terus-menerus, dan sering demam serta berkeringat saat malam. Setelah mengetahui gejala umumnya, kita harus berhati-hati dalam merawat organ tubuh kita sehingga terhindar dari penyakit baik yang tersebutkan diatas maupun tidak.

Previous
Next Post »
0 Komentar