Pengertian dan Struktur Lapisan Permukaan Bumi

A. PENGERTIAN LAPISAN PERMUKAAN BUMI
Bumi merupakan salah satu planet dalam sistem tata surya (the solar system) yang terletak dalam sebuah galaksi yang disebut Bimasakti (Milky Way Galaxy), dan sejauh ini bumi merupakan satu-satunya tempat yang diketahui mendukung dan memiliki kehidupan. Bumi kaya akan oksigen dan air serta diselimuti oleh lapisan udara (atmosfer) yang membuat suhu pada permukaannya mendukung kehidupan makhluk hidup.

Bumi berbentuk oblate ellipsoid yaitu berbentuk bulat namun tidak sempurna karena lebih menggembung di bagian ekuator (garis ekuator/khatulistiwa = garis khayal yang membagi bumi menjadi 2 bagian, utara dan selatan) dan lebih merata di bagian kutubnya.
Pengertian Permukaan Bumi, Struktur Permukaan Bumi, Struktur Lapisan Permukaan Bumi
LAPISAN PERMUKAAN BUMI
Plato adalah ilmuwan yang pertama kali mengungkapkan pendapatnya mengenai bentuk dan materi penyusun bumi. Plato mengatakan bahwa bumi terdiri dari massa cair yang berpijar (magma) dan dikelilingi oleh lapisan batuan yang keras. Para ahli memperkirakan bahwa bumi pada awalnya (± 5.000 juta tahun lalu) merupakan planet dengan suhu permukaan yang sangat panas mencapai 4.000 ºC dan kemudian mengalami proses pendinginan selama jutaan tahun sampai permukaannya mengeras, namun pada bagian dalamnya, lapisan bumi tetap terdiri atas massa zat yang lunak dengan suhu yang sangat tinggi. Kemudian para ahli melalui pengamatan seismolog (pengamatan gelombang hantaran gempa) yang dapat mendeteksi komposisi dan kerapatan lapisan dibawah permukaan bumi, membagi struktur bumi atas beberapa lapisan, diantaranya :

B. MACAM MACAM LAPISAN PERMUKAAN BUMI
1. LITOSFER ATAU KULIT BUMI (CRUST)
Lapisan ini merupakan lapisan terluar atau kulit bumi, tempat berbagai makhluk hidup tinggal. Litosfer berasal dari bahasa yunani yaitu lithos yang berarti batuan dan sphere yang berarti bulatan atau lapisan. Jadi, litosfer dapat diartikan sebagai lapisan batuan yang membentuk kulit bumi. Litosfer atau kulit bumi merupakan lapisan paling tipis dan keras pada bumi karena itu sering juga disebut dengan sebutan kerak bumi, dan memiliki ketebalan yang bervariasi karena permukaannya yang tidak rata atau disebut relief (tinggi rendah muka bumi). Lapisan ini terbagi atas dua, yaitu kerak benua dan kerak samudera. Kerak benua merupakan lapisan kulit bumi yang terdapat pada daratan dan memiliki ketebalan 20-70 km. Sementara kerak samudera merupakan lapisan kulit bumi yang tertutupi oleh perairan dan memiliki ketebalan yang lebih tipis yaitu 5-10 km. Kulit bumi sebagai lapisan paling luar bumi memiliki jarak sekitar 6.400 km dengan lapisan inti bumi atau pusat bumi.

Selain permukaannya yang tidak rata, lapisan kulit bumi atau litosfer juga merupakan lapisan yang tidak stabil dan tidak utuh. Alfred Wegener, ilmuwan asal Jerman menjelaskan hal ini melalui teori Pergeseran Benua (Continental Drift Theory) yang ia ungkapkan pada tahun 1972 dan diakui sampai saat ini. Dalam teorinya Wegener menyebutkan pada awalnya semua daratan di bumi hanya terdiri dari satu benua yang disebut superbenua (pangea), kemudian daratan tersebut terpecah dan menyebar hingga membentuk beberapa bagian lempengan. Jadi teori ini menggambarkan bahwa lapisan kulit bumi ini pada awalnya merupakan lapisan yang terdiri dari beberapa bagian (disebut lempengan) yang terhubung satu sama lain (layaknya puzzle raksasa), kemudian lapisan ini terpecah hingga membentuk beberapa bagian atau beberapa lempengan yang mengambang dan terus bergerak. Setidaknya sampai saat ini ada beberapa lempengan yang diketahui yaitu lempengan Eurasia, Pasifik, Amerika, Amerika Selatan, Indo-Australia, Afrika, dan Antartika. Lempengan-lempengan ini terus mengalami pergerekan walaupun pergerakannya sangat lambat, hanya beberapa cm saja per tahun.

Lapisan kulit bumi terdiri atas berbagai jenis batuan dan tanah (tanah juga berasal dari partikel batuan yang mengalami pelapukan) yang kemudian membentuk relief muka bumi. Berbagai perubahan dan pergerakan dari lapisan permukaan bumi ini dipengaruhi oleh proses yang terjadi akibat adanya tenaga endogen yaitu tenaga yang berasal dari dalam bumi dan tenaga eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar permukaan bumi. Tenaga endogen dapat berupa tektonisme, vulkanisme dan gempa. Sementara tenaga eksogen meliputi pelapukan, erosi, mass wasting  dan sedimentasi.

2. ASTENOSFER & MESOSFER ATAU SELIMUT BUMI (MANTLE)
Lapisan ini terletak dibawah lapisan litosfer, dan memiliki massa zat dengan sifat yang lebih lunak daripada lapisan litosfer. Lapisan selimut atau mantel bumi ini terbagi atas dua lapisan yaitu lapisan mantel atas (astenosfer) dan lapisan mantel bawah (mesosfer). Lapisan astenosfer memiliki ketebalan 100-400 km dan memiliki suhu yang sangat tinggi mencapai 3000 ºC. Massa zat pada lapisan astenosfer berbentuk massa cair kental dan berpijar ( magma) yang bergerak dengan sangat lambat, pada lapisan inilah lempeng –lempeng pada lapisan litosfer seolah mengambang. Sementara pada lapisan mesosfer yang memiliki ketebalan 2.400 – 2.700 km, suhunya lebih tinggi lagi karena mendekati lapisan inti bumi yang sangat panas. Namun pada lapisan mesosfer, massa zat di dalamnya terdiri atas zat dengan sifat material yang lebih padat daripada lapisan astenosfer  karena pengaruh tekanan yang lebih tinggi yang terdapat pada lapisan mesosfer.

3. BARISFER ATAU INTI BUMI
Lapisan selanjutnya adalah barisfer yang merupakan lapisan yang paling dalam dan terletak pada pusat bumi. Lapisan ini memiliki suhu dan tekanan yang paling tinggi dibanding lapisan-lapisan lainnya. Lapisan barisfer atau inti bumi terbagi atas dua lapisan yaitu lapisan inti luar (outer core) yang memiliki ketebalan sekitar 2.200 km dan lapisan inti dalam (inner core) dengan ketebalan sekitar 2.500 km. Suhu pada inti luar sekitar 3.900 ºC lebih rendah dibanding suhu pada inti dalam yang mencapai 4.800 ºC. Kedua lapisan inti ini sama-sama terdiri atas campuran massa zat besi dan nikel yang mampat, namun dengan sifat material yang berbeda pada masing-masing lapisannya karena pengaruh tekanan yang berbeda. Pada lapisan inti dalam, tekanan yang sangat tinggi membuat massa zat besi dan nikel di dalamnya terdapat dalam keadaan padat. Sementara pada inti luar dengan tekanan yang lebih rendah dari inti dalam, sifat material zat besi dan nikelnya dalam keadaan lebih cair.  
Pengertian Lapisan Permukaan Bumi, Struktur Permukaan Bumi
PENGERTIAN DAN STRUKTUR LAPISAN PERMUKAAN BUMI

Previous
Next Post »
0 Komentar