Air (Hidrologi) : Pengertian, Unsur, Siklus, Fungsi Air

A. PENGERTIAN AIR
Air merupakan suatu senyawa netral yang keberadaannya sangat penting bagi seluruh makhluk hidup di bumi. Semua makhluk hidup memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap air. Air merupakan zat perlarut yang penting bagi makhluk hidup karena berperan dalam proses metabolisme. Air juga berperan dalam fotosintesis tumbuhan.

Air juga penting untuk kelestarian alam beserta isinya. Apabila terjadi kekurangan air, timbullah ketidakselarasan di bumi. Maka keberadaan air dianggap  sangat penting bagi keseimbangan alam.

Air menutupi sekitar 71 % permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik persediaan air di bumi. Sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat di Kutub Utara dan Kutub Selatan Planet Mars.

B. UNSUR AIR
Air merupakan substansi kimia dengan rumus H2O. Satu molekul air terdiri dari dua atom hidrogen yang terikat pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau pada kondisi normal. Kondisi yang dimaksud adalah pada tekanan 100 kPa (1 bar) dan suhu 273,15 Kelvin. Air merupakan suatu zat pelarut yang penting yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia seperti asam, garam, beberapa jenis gas, dan molekul-molekul organic tertentu.
Unsur Kimia Air
UNSUR AIR
C. JENIS – JENIS AIR
1. Air Permukaan
Air permukaan adalah jenis air yang merupakan tampungan air hujan yang mengalir di atas bumi dan tidak terserap ke dalam tanah karena tanah di bawahnya bersifat rapat sehingga air tersebut akan tergenang dan adakalanya mengalir ke bagian yang lebih rendah. Air permukaan terbagi menjadi air sungai, air danau, dan air laut.

2. Air Angkasa
Air angkasa adalah air yang berasal dari udara dan jatuh ke permukaan bumi. Komposisi air yang terdapat di lapisan udara bumi berjumlah sekitar 0,001 % dari total air di permukaan bumi. Air angkasa terbagi menjadi air hujan, air salju, dan air es.

3. Air Tanah
Air tanah merupakan seluruh air yang terkandung di dalam lapisan tanah. Air di lapisan tanah menyumbang 0,6 % dari total air keseluruhan di bumi. Umumnya kedalaman air tanah berkisar 9 sampai 15 meter di bawah permukaan tanah.
  • Air tanah freatik, merupakan air tanah dangkal yang berada tidak jauh dari permukaan tanah.
  • Air tanah dalam, merupakan air yang terletak di bawah lapisan tanah kedap air pertama.
  • Air tanah meteorit (vados), merupakan air tanah yang berasal dari air hujan dan sebelumnya terjadi penguapan air di atmosfer yang membuat air ini bercampur debu meteor.
  • Air tanah magma (juvenil), merupakan air yang terbentuk secara kimiawi di dalam tanah karena pengaruh magma.
  • Air konat, merupakan air tanah yang terjebak di batuan selama beribu-ribu tahun sehingga sering juga disebut dengan istilah air purba.


D. SIKLUS HIDROLOGI
Siklus air disebut juga dengan siklus hidrologi. Siklus air merupakan siklus sirkulasi air dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi dan berlangsung secara terus menerus. Siklus air sangat penting peranannya terhadap keberlangsungan kehidupan di bumi.  Berikut sketsa siklus air.
Siklus Hidrologi
SIKLUS HIDROLOGI
Penjelasan prosesnya adalah sebagai berikut.
1. Proses Evaporasi
Air yang berada di danau, sungai, laut, dan sumber-sumber air yang lain menguap karena adanya panas matahari. Penguapan seperti inilah yang dinamakan dengan evaporasi. Jadi, bisa dikatakan bahwa evaporasi merupakan proses penguapan air oleh abiotik (benda-benda mati). Proses evaporasi membuat wujud air menjadi uap air sehingga uap air tersebut naik ke atmosfer bumi.

2. Proses Transpirasi
Transpirasi merupakan penguapan yang berlangsung oleh biotik (makhluk hidup). Uap air dari makhluk hidup ini juga naik ke atmosfer. Namun, jumlah uap air yang dihasilkan dari proses transpirasi tidak sebanyak yang didapat pada proses evaporasi.

3. Proses Evapotranspirasi
Evapotranspirasi merupakan keseluruhan penguapan yang terjadi di muka bumi, baik dari biotik maupun abiotik. Evapotranspirasi merupakan gabungan dari evaporasi dan transpirasi. Laju proses evaporasi sangat mempengaruhi jumlah uap air yang terangkut ke atmosfer.

4. Proses Sublimasi
Sublimasi merupakan proses perubahan es di kutub atau puncak gunung menjadi uap air tanpa menjadi cair terlebih dahulu. Proses sublimasi juga berhasil menyumbangkan jumlah uap air yang naik ke atmosfer walaupun sedikit.

5. Proses Kondensasi
Kondensasi merupakan proses berubahnya uap air menjadi partikel-partikel es. Uap air berubah menjadi es karena tingginya suhu di ketinggian tertentu. Partikel-partikel es yang terbentuk akan bersatu dan membentuk awan.

6. Proses Adveksi
Adveksi merupakan perpindahan awal dari suatu tempat ke tempat yang lain oleh karena bergeraknya udara.

7. Proses Presipitasi
Presipitasi merupakan proses mencairnya awan akibat suhu udara yang tinggi. Peristiwa inilah yang disebut dengan hujan. Jika suhu sangat rendah, ada kemungkinan terjadi turunnya salju.

8. Proses Run Off
Run off merupakan proses pergerakan air di permukaan bumi dari dataran yang lebih tinggi ke dataran yang lebih rendah. Aliran ini bisa terbawa melalui sungai, muara, ataupun saluran air lainnya.

9. Proeses Infiltrasi
Infiltrasi merupakan proses aliran air yang tidak melalui saluran air, tetapi melalui resapan tanah. Secara perlahan, proses ini juga mampu membawa air kembali ke laut.

E. MACAM MACAM JENIS SIKLUS HIDROLOGI
Siklus air atau siklus hidrologi terbagi menjadi tiga, yaitu siklus hidrologi pendek, siklus hidrologi sedang, dan silkus hidrologi panjang.
1. Siklus Hidrologi Pendek
Siklus Hidrologi Pendek
SIKLUS HIDROLOGI PENDEK
  • Siklus hidrologi pendek hanya menyebabkan hujan di daerah laut. Berikut prosesnya.
  • Air laut mengalami penguapan dan menjadi uap air karena suhu tinggi dari panas matahari.
  • Uap air mengalami kondensasi dan terbentuklah awan.
  • Awan yang terbentuk menghasilkan hujan di daerah laut.
2. Siklus Hidrologi Sedang
Siklus Hidrologi Sedang
SIKLUS HIDROLOGI SEDANG
  • Siklus hidrologi sedang menyebabkan hujan di daratan. Berikut prosesnya.
  • Air laut mengalami penguapan dan menjadi uap air karena suhu tinggi dari panas matahari.
  • Uap air membentuk awan dan bergerak ke daratan karena proses adveksi.
  • Awan yang berada di atas daratan menghasilkan hujan dan air hujan membasahi daratan.
  • Air hujan yang berada di daratan akan mengalir lagi kembali ke laut.
3. Siklus Hidrologi Panjang
Siklus Hidrologi Panjang
SIKLUS HIDROLOGI PANJANG
  • Siklus hidrogi panjang akan menghasilkan salju. Berikut prosesnya.
  • Air laut mengalami penguapan dan menjadi uap air karena suhu tinggi dari panas matahari.
  • Uap air yang terbentuk mengalami sublimasi, terbentuklah awan.
  • Awan mengalami proses adveksi dan bergerak ke daratan.
  • Awan mengalami presipitasi dan turun sebagai salju.
  • Salju berkumpul menjadi gletser (gumpalan es).
  • Gletser mencair karena pengaruh suhu udara.
  • Air yang berasal dari gletser mengalir kembali menuju laut.
F. FUNGSI AIR (MANFAAT AIR)
1. Untuk Kehidupan Manusia
a. Kebutuhan Pokok
Banyak konsumsi air dapat menyehatkan pencernaan dan melancarkan metabolisme tubuh. Air juga menunjang berbagai aktivitas organ di dalam tubuh. Tanpa konsumsi air, metabolisme tubuh menjadi tidak seimbang.

b. Kebutuhan Sekunder
Air juga dapat memenuhi kebutuhan sekunder manusia. Air merupakan salah satu faktor pendukung dalam kegiatan hari-hari manusia seperti mandi, mencuci, memasak, dan lain-lain.

c. Kesehatan Tubuh
  • Air putih mengatasi sembelit.
  • Air putih dapat meningkatkan sirkulasi darah.
  • Air putih dapat mengobati panas dalam.
  • Banyak minur air putih dapat mencegah stroke dan seranagn jantung.
  • Air putih dapat mengobati batuk, sariawan, dan panas dalam.
2. Untuk Hewan
Hewan juga membutuhkan air untuk keberlangsungan hidupnya. Tubuh hewan juga membutuhkan banyak air untuk melancarkan aktivitas metabolismenya.

3. Untuk Tumbuhan
Bagi tumbuhan, air digunakan untuk proses fotosintesis. Proses fotosintesis berlangsung pada daun. Air dibawa dari tanah menuju batang hingga ke daun dan kemudian digunakan untuk proses fotosintesis.

Previous
Next Post »
0 Komentar