Anus : Pengertian, Struktur, Fungsi, Bagian

A. PENGERTIAN ANUS
Anus merupakan bagian terakhir dari sistem pencernaan pada manusia dan hewan. Anus yang juga sering disebut dengan dubur adalah perpanjangan dari rektum yang terletak di luar tubuh. Terbuka atau tertutupnya anus diatur oleh otot sfingter. 
Pengertian, Fungsi, Struktur Anus
ANUS
B. FUNGSI ANUS
1. Anus Sebagai bagian dari Sistem Pencernaan
Anus berfungsi sebagai organ pencernaan terakhir yang merupakan tempat dikeluarkannya feses keluar tubuh. Feses (Kotoran) yang tidak diperlukan dibuang melalui proses defekasi (Buang Air Besar).

2. Anus Sebagai bagian dari Sistem seksual
Anus mengandung banyak badan saraf sehigga termasuk daerah yang sangat peka. Beberapa orang mengatakan bahwa seks melalui anus dapat memberikan kenikmatan lebih. Tetapi seks anal merupakan aktivitas yang masih tabu di indonesia.

C. STRUKTUR DAN BAGIAN – BAGIAN ANUS
1. Struktur Anus
Kulit di sekitar anus merupakan kulit berkeratin, yang dilapisi oleh epitel skuamos stratified dan memiliki komponen kulit rambut halus, kelenjar keringat, kelenjar sebasea, dan nervus somatik (sensitif terhadap nyeri), tanpa komponen kulit tersebut maka kulitnya terlihat seperti dilapisa sel epitel kuboid. Saluran anal mempunyai panjang sekitar 2 – 4,5 cm, dikelilingi oleh otot berbentuk seperti cincin yang disebut sfingter anal internal dan sfingter anal eksternal. Saluran ini juga dilapisi oleh membran mukosa, bagian atas saluran ini memiliki sel yang menghasilkan sekret untuk mempermudah feses keluar dari tubuh.

2. Bagian – Bagian Anus dan Fungsinya
a. Anal Canal
Anal Canal (Kanalis Anal) merupakan sebuah saluran dengan panjang sekitar 4 cm yang dikelilingi oleh sfingter anus. Bagian atasnya dilapisi oleh mukosa glandular rektal. Fungsi Kanal ini merupakan sebagai penghubung antara rektum dengan bagian luar tubuh.

b. Rektum
Rektum sebenarnya merupakan organ yang berbeda dengan anus. Rektum merupakan ruangan dengan panjang sekitar 12 – 15 cm yang terletak setelah kolon (usus besar). Fungsi rektum adalah untuk menampung feses sementara, ketika rektum sudah penuh, maka dinding rektum akan memberikan impuls (rangsangan) ke otak sehingga timbul keinginan untuk buang air besar (defekasi)

c. Sfingter Anal Internal
Sfingter anal internal merupakan jaringan otot polos yang mengelilingi 2,5 cm bagian kalis anal. Sfingter anal internal mempunyai ketebalan sekitar 5 mm, karena disusun oleh serat otot polos, maka kerja dari sfingter ini berlangsung secara tidak sadar dan tidak dapat dikontrol. Fungsi dari sfingter anal interlan adalah untuk mengatur pengeluaran feses saat buang air besar agar feses tidak kembali masuk ke usus.

d. Sfingter Anal Eksternal
Sfingter Anal Eksternal merupakan jaringan otot rangka (lurik) berbentuk elips yang melekat pada dinding anus. Panjangnya sekitar 8 – 10 cm. Fungsi dari sfingter anal eksternal adalah untuk membuka dan menutup kanalis anal. Karena disusun oleh otot rangka (lurik) maka kerja dari sfingter ini adalah secara sadar. Otot inilah yang membuat kita bisa menahan proses defekasi (Buang Air Besar) untuk sementara.

e. Pectinate Line
Pectinate Line merupakan garis yang berfungsi sebagai garis pembagi antara dua pertiga (atas) dengan bagian sepertiga (bawah) anus. Fungsi dari Pectinate line termasuk penting karena bagian yang dipisahkan olehnya membuanya struktur dan fungsi yang berbeda.
Struktur Anus
STRUKTUR ANUS
f. Kolom Anal
Kolom Anal atau yang juga sering disebut dengan Kolom Morgagni adalah beberapa lipatan membran mukosa dan serat otot. Nama Morgagni’s diambil dari penemunya yaitu Giovanni Battista Morgagni. Fungsi dari kolom anal adalah sebagai pembatas dinding anus.

Previous
Next Post »
0 Komentar