Batuan Beku : Pengertian, Ciri, Pembentukan, Jenis

A. PENGERTIAN BATUAN BEKU
Secara bahasa batuan beku atau batuan igneus berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata “ignis” yang artnya api. Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari pengerasan dan pendinginan magma dengan atau tanpa proses kristalisasi. Batuan beku yang terbentuk di bawah permukaan bumi disebut dengan batuan intrusif (plutonik) sedangkan batuan beku yang terbentuk di atas permukaan bumi disebut dengan batuan ekstrusif (vulkanik). Lebih dari 700 tipe batuan beku sudah berhasil dideskripsikan oleh para peneliti, dan sebagian besar dari batu tersebut terbentuk di bawah permukaan bumi.
Pengertian, Ciri, Pembentukan dan Jenis Batuan Beku
BATUAN BEKU
B. PROSES TERBENTUKNYA BATUAN BEKU
Seperti yang telah kami jelaskan di atas, batuan beku terbentuk dari pembekuan magma. Magma sendiri terbentuk di dalam perut bumi karena adanya gesekan dari dua lempeng bumi. Gesekan ini akan meningkatkan suhu dan tekanan di lokasi gesekan. Ditambah dengan cairan dari samudra-samudra maka terbentuklah magma. Kemudian pembekuan dari magma baik itu ketika masih di dalam bumi, di lereng gunung, atau ketika sampai di permukaan daratan akan menciptakan batuan beku.

C. CIRI CIRI DAN KARAKTERISTIK BATUAN BEKU
1. Warna Batuan Beku
Warna batuan beku bervariasi dari hitam, abu-abu dan putih cerah. Warna ini sangat dipengaruhi oleh komposisi mineral penyusun batuan beku ini. Pencampuran warna mineral merupakan faktor utama pewarnaan batuan beku. Contohnya ketika terjadi pencampuran mineral hitam pekat dengan putih maka biasanya akan terbentuk batuan beku hitam berbintik putih.

2. Tekstur Batuan Beku
Tekstur dari batuan juga terggantung kepada jenis mineralnya. Komposisi dari mineral tersebut akan berhubungan dengan ukuran butir, tingkat kristalilasi, dan bentuk kristal.

3. Tingkat Keseragaman Butir
  • Equigranular, apabila kristal penyusunnya berukuran relatif seragam. Butir-butir penyusun batu tersebut ukurannya hampir sama antara yang satu dengan lainnya.
  • Inequigranular, jika ukuran butir kristal penyusunnya tidak sama.
4. Bentuk Kristal
  • Euhedral, jika kristal berbentuk sempurna, dengan dibatasi oleh bidang kristal yang ideal (tegas, jelas teratur).
  • Subhedral, kristalnya dibatasi oleh bidang-bidang kristal yang tidak begitu jelas, sebagian teratur, sebagian tidak.
  • Anhedral, kristalnya dibatasi oleh bidang-bidang kristal yang tidak teratur.
5. Visualisasi Granularitas
Berdasarkan pengamatan dengan mata telanjang atau dengan kaca pembesar, batuan beku memiliki 2 jenis granulitas, yaitu :
  • Afanitik, batuan beku berbutir sangat halus, sehingga mineral atau kristal penyusunnya tidak dapat diamati dengan mata telanjang atau kaca pembesar.
  • Fenerik, batuan beku yang dapat diamati mineral penyusunnya, baik itu dalam bentuk kristal, ukuran butir, atau hubungan antar butir.
6. Tingkat Kristalisasi / kristalinitas
  • Holokristalin, batuan tersusun semuanya oleh kristal.
  • Holohialin, batuan seluruhnya tersusun oleh gelas atau kaca.
  • Hipokristalin, tersusun oleh sebagiannya kaca dan sebagiannya lagi oleh kristal.
D. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS BATUAN BEKU
1. Batuan Beku Berdasarkan Tempat Terbentuknya
a. Batuan Beku Dalam
Batuan beku dalam adalah batuan beku yang terbentuk di dalam perut bumi, bahkan beberapa terbentuk dekat dengan dapur magma. Ini terjadi karena proses pendingan yang sangat cepat dan magma yang sangat kental. Batuan ini sering juga disebut dengan batuan plutonik atau deep seated rock. Contohnya batuan granit.

b. Batuan Beku Korok
Batuan beku korok merupakan batuan beku yang terbentuk pada celah-celah litosfer (kerak bumi) atau lereng gunung. Batuan ini biasanya terbentuk di dekat permukaan bumi. Batuan ini juga sering disebut dengan batuan beku dike rock. Contohnya batu diorit.

c. Batuan Beku Luar
Batuan Beku Luar merupakan jenis batuan beku yang terbentuk di permukaan bumi. Biasanya berlangsung karena proses pembekuan berlangsung lambat, sehingga magma sudah menjadi lava (sudah keluar dari gunung).

2. Batuan Beku berdasarkan kandungan SiO2 (silikat dioksida)
  • Batuan Beku Asam, merupakan jenis batuan beku yang kandungan silikatnya lebih dari 66%.
  • Batuan Beku Intermediate, merupakan jenis batuan beku yang kandungan silikatnya antara 52-66%.
  • Batuan Beku Basa, merupakan jenis batuan beku yang kandungan silikatnya antara 45% sampai 52%.
  • Batuan Beku Ultrabasa, merupakan jenis batuan beku yang kandungan silikatnya kurang dari 45%.
3. Batuan Beku berdasarkan Indeks Warnanya
Ada dua pendapat, yaitu
a. Pendapat dari S.J Shand
  • Leucoctaris Rock, merupakan batuan beku dengan kadar mineral mafik kurang dari 30%.
  • Mesococtik Rock, merupakan batuan beku dengan kadar mineral mafik antara 30 – 60%.
  • Melanocractik Rock, merupakan batuan beku dengan kadar mineral mafik lebih dari 60%.
b. Pendapat S.J. Ellis
  • Holofelsic, merupakan batuan beku yang indeks warnanya kurang dari 10%.
  • Felsic, merupakan batuan beku yang indeks warnanya 10-40%.
  • Mafelsic, merupakan batuan beku dengan indeks warna 40-70%.
  • Mafic, merupakan batuan beku dengan indeks warna lebih dari 70%.
4. Batuan Beku Berdasarkan Jenisnya
a. Batu Apung
Batu apung merupakan batu berwarna keabu-abuan, berpori-pori, bergelembung, ringan, dan terapung dalam air. Batu apung terbentuk dari pendinginan magma yang berupa gelembung-gelembung gas. Batu apung berfungsi untuk mengamplas atau menghaluskan kayu. Di bidang industri, batu apung digunakan sebagai bahan pengisi (filler), isolator temperatur tinggi, dan kegunaan-kegunaan lain.
Batu Apung Sebagai salah satu jenis batuan beku
BATU APUNG
b. Batu Obsidian
Batu obsidian merupakan batu yang berbentuk seperti kaca dan tidak terdapat kristal-kristal. Batu ini terbentuk dari lava permukaan yang mendingin dengan cepat. Batu ini berfungsi sebagai alat pemotong atau ujung tombak (pada zaman dahulu) dan bisa dijadikan sebagai kerajinan.
Pengertian, Ciri, Pembentukan dan Jenis Batu Obsidian
BATU OBSIDIAN
c. Batu Granit
Batu granit merupakan batu yang terdiri dari kristal-kristal kasar, berwarna putih sampai abu-abu, dan ada beberapa yang berwarna jingga, Batuan ini banyak di temukan di pinggiran pantai atau sungai besar, atau bisa juga di dasar sungai. Batu ini terbentuk dari pendinginan magma yang terjadi secara perlahan di bawah permukaan bumi. Batu ini dapat digunakan sebagai ubin lantai.
Pengertian dan Ciri Batu Granit
BATU GRANIT
d. Batu Basalt
Batu basalt merupakan batuan yang terdiri dari kristal-kristal yang sangat kecil, berwarna hijau keabu-abuan dan terdapat banyak lubang-lubang kecil. Batu basalt terbentuk dari pendinginan lava yanng mengandung gas akan tetapi gasnya telah menguap. Batu basalt ini berfungsi sebagai bahan baku dalam industri poles, bahan bangunan, poondasi bangunan atau jalan, dan lain sebagainya.
Pengertian dan Ciri Batu Basalt
BATU BASALT
d. Batu Diorit
Batu diorit merupakan batu yang umumnya berwarna kelabu bercampur putih atau hitam bercampur putih. Batu diorit terbentuk dari hasil peleburan lantai samudera.  Batu diorit berfungsi sebagai ornamen dinding atau pun lantai bangunan gedung. Bisa pula digunakan sebagai bahan bangunan.
Pengertian dan Ciri Batu Diorit
BATU DIORIT
e. Batu Andesit
Batu andesit merupakan batuan yang bertekstur halus, berwarna abu-abu hijau atau sering pula merah serta jingga. Batu andesit terbentuk dari lelehan lava gunung merapi yang meletus, kemudian membeku tatkala suhu lava yang meleleh turun antara 900 sampai dengan 1.100 Derajat Celcius. Batu andesit berfungsi sebagai ornamen pengindah dinding rumah, pagar,
Pengertian dan Ciri Batu Andesit
BATU ANDESIT
f. Batu Gabro
Batu gabro merupakan batuan yang berwarna hitam, hijau, atau abu-abu gelap, tidak terdapat rongga atau lubang udara maupun retakan-retakan di dalamnya. Mineral-mineralnya terlihat secara jelas dan mineral yang besar menunjukkan bahwa mineral tersebut terbentuk pada suhu pembekuan yang relatif lambat sehingga bentuk mineralnya tampak besar-besar. Batuan ini terbentuk dari magma yang membeku di dalam gunung. Batuan ini berfungsi sebagai bahan pelapis dinding.
Pengertian dan Ciri Batu Gabro
BATU GABRO

Previous
Next Post »
0 Komentar