Ideologi : Pengertian, Dimensi, Fungsi, Macam-Macam

A. PENGERTIAN IDEOLOGI
1. Pengertian Ideologi Secara Bahasa (Etimologi)
Secara bahasa ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata “idea” yang artinya melihat, dan “logos” yang berarti pengengetahuan atau teori. Jadi ideologi dapat dikatan sebagai pandangan seseorang terhadap suatu hal berdasarkan pengetahuan dan teori dari pikirannya.

2. Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli
a. Ideologi Menurut Karl Marx
Ideologi merupakan kesadaran palsu karena ideologi adalah hasil pemikiran yang diciptakan oleh pemikirnya, sedangkan kesadaran dari pemikir tersebut dipengaruhi oleh kepentingannya. Karl Marx beranggapan bahwa ideologi merupakan kenyataan untuk menyembunyikan atau melindungi kepentingan kelas sosial pemikirnya. Namun ideologi negara dapat diartikan sebagai alat untuk mensejahterakan masyarakat, karena didasarkan oleh kepentingan masyarakat secara keseluruhan.
Pengertian, Fungsi, Dimensi dan Jenis Ideologi
IDEOLOGI
b. Ideologi Menurut Soerjanto Poespowardoyo
Ideologi merupakan kompleks pengetahuan dan macam-macam nilai yang secara keseluruhan menjadi landasan untuk seseorang atau masyarakat dalam memahami jagat raya dan bumi serta isinya.

c. Ideologi Menurut Napoleon
Ideologi merupakan keseluruhan pemikiran politik dan rival-rivalnya.

d. Ideologi Menurut Descartes
Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.

e. Ideologi Menurut Thomas H
Ideologi adalah cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan untuk mengatur rakyatnya.

3. Pengertian Ideologi Menurut KBBI
  • Kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas kejadian (pendapat) untuk memberikan arah dan tujuan dalam menjalani kehidupan.
  • Cara berpikir seseorang atau sebuah golongan.
  • Paham, teori, dan tujuan yang menjadi suatu program sosial politik.

4. Pengertian Ideologi (Kesimpulan)
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa :
Ideologi adalah kepercayaan yang dianut oleh seseorang atau sebuah golongan dan dipakai untuk mencapai tujuan dalam menjalani kehidupannya. Ideologi dapat menjadi sesuatu yang baik ketika dipakai sebagai pedoman untuk kehidupan yang baik, demikian pula sebaliknya, ideologi dapat menjadi hal yang tidak baik ketika dijadikan alat untuk kepentingan pemikirnya.

B. DIMENSI IDEOLOGI
Ideologi atau kepercayaan yang dianut ini bisa saja luntur atau pudar seiring berjalannya waktu. Ideologi yang memiliki daya tahan kuat akan memiliki tiga dimensi berikut :
1. Dimensi Realita
Dimensi realita adalah kemampuan sebuah ideologi untuk mencerminkan realita yang hidup dalam masyarakat. Dimana ia mampu diterima secara logika oleh masyarakat dan dapat memberikan alasan yang ideal untuk menerima ideologi tersebut.

2. Dimensi Idealisme
Dimensi idealisme adalah kualitas nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi tersebut. Kualitas akan menentukan bagaimana kemampuan ideologi ini, dan menunjukkan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan yang ada dalam masyarakat untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

3. Dimensi Fleksibilitas
Dimensi fleksibilitas adalah kemampuan sebuah ideologi untuk menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan pertumbuhan atau perkembangan masyarakat. Perubahan sosial akan terus terjadi, banyak hal baru yang akan muncul dalam sebuah masyarakat. Dimensi fleksibilitas yang dimiliki oleh sebuah ideologi sangat berperan dalam menentukan apakah ideologi tersebut dapat bertahan atau hilang ditelan zaman.

C. FUNGSI IDEOLOGI
Menurut Soerjanto Poespowardojo, 6 Fungsi ideologi antara lain adalah sebagai berikut :
  • Struktur Kognitif, yaitu sebagai pengetahuan yang dapat menjadi landasan dalam memahami segala kejadian yang terjadi di sekitar kita.
  • Orientasi Dasar, dapat membuka wawasan yang memberikan makna serta tujuan dalam kehidupan.
  • Sebagai norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan dalam masyarakat.
  • Bekal dan penunjuk jalan bagi seseorang untuk menentukan jati diri dan identitasnya.
  • Kemampuan yang dapat menyemangati dan menjadi pendorong seseorang dalam menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
  • Pendidikan untuk masyarakat agar dapat menghayati, memahami, dan mempolakan tingkah lakunya sehingga sesuai dengan norma dan orientasi yang belaku.

D. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS IDEOLOGI
1. Pembagian ideologi secara umum
Sederhananya hanya terdapat dua ideologi secara garis besar, yaitu :
a. Ideologi Terbuka
Ideologi terbuka merupakan ideologi yang tidak dimutlakkan. Berikut adalah beberapa ciri-ciri ideologi terbuka :
  • Dianggap sebagai kekayaan rohani, budaya, dan moral dalam suatu lingkungan masyarakat (bukan hanya keyakinan dari sekelompok orang), terbentuk dari kesepakan bersama.
  • Bukan ciptaan negara, tetapi telah tumbuh dan ditemukan dalam kehidupan masyarakatnya.
  • Tidak pernah membatasi kekebasan dan tanggung jawab masyakarat.
  • Menghargai plularitas dan perbedaan, sehingga dapat diterima oleh kelompok manapun dalam masyarakat.
  • Isinya tidak bersifat operasional secara langsung, sehingga setiap anggota generasi baru perlu menggali kembali falsafah tersebut dan mencari implikasinya dalam situasi kekinian mereka.

b. Ideologi Tertutup
Ideologi tertutup adalah ideologi yang bersifat mutlak. Berikut adalah ciri-cirinya :
  • Merupakan cita-cita sebuah kelompok tertentu (biasanya yang berkuasa), yang digunakan sebagai dasar untuk mengubah masyarakat.
  • Ideologinya bersifat memaksa, sehingga akan ada nilai dan norma dari masyarakat yang diubah agar sesuai dengan ideologi tersebut.
  • Bersifat Totaliter, mencakup/mengurusi semua bidang kehidupan.
  • Tidak memandang pluralisme sehingga hak asasi dalam ideologi ini kurang dihormati.
  • Menuntut masyarakat untuk memiliki kesedian totoal dan berkorban bagi ideologi tersebut.
  • Isi ideologi tidak hanya nilai dan cita-cita, tetapi juga tuntutan konkret operasional yang sifatnya keras, mutlak dan total.

2. Tipe-tipe Ideologi yang ada (dan pernah ada) di dunia
a. Ideologi Fasisme
Ideologi fasisme merupakan ideologi yang menjalankan gerakan politik penindasan. Fasisme merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sistem yang melawan kaidah moral serta memiliki budaya rasis. Beberapa ciri utama ideologi fasisme antara lain adalah sebagai berikut :
  • Mengingkari derajat kemanusiaan. Biasanya yang memegang kekuasaan dianggap memiliki kekuatan lebih, sehingga tidak diakui persamaan kedudukan.
  • Ketidakpercayaan terhadap nalar, artinya mereka memiliki keyakinan berlebihan terhadap kepercayaannya, dan ideologi mereka dianggap yang paling penar.
  • Perilaku pemerintahan bertumpu pada yang berkuasa sehingga jika ada yang menentang mereka akan dimusnahkan.
  • Totalirisme, fasisme bersifat total untuk menyingkirkan kelompok yang dianggap lebih rendah dari mereka.
  • Sistem pemerintahan yang sangat rasis.

b. Ideologi Komunisme
Ideologi komunisme adalah ideologi yang mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan. Berikut adalah beberapa ciri utama ideologi komunisme :
  • Hak pribadi tidak diakui atas alat-alat produksi. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesamaan kedudukan (kesejahteraan) umum.
  • Sistem pemerintahan negara dipegang oleh satu partai tunggal (yaitu partai komunis).
  • Perekonomian ditentukan dan dikuasai oleh negara.
  • Seluruh kekayaan menjadi milik negara.

c. Ideologi Liberalisme
Liberalisme merupakan ideologi dengan dasar pandangan bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Beberapa ciri utama ideologi liberalisme antara lain adalah :
  • Demokrasi merupakan bentuk pemerentihan yang lebih baik.
  • Masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh (berbicara, beragama, pers, dll)
  • Peran pemerintah dalam kehidupan masyarakatnya terbatas, sebagian besar keputusan rakyatnya dibuat oleh mereka sendiri.
  • Semua masyarakat dikatakan bahagia apabila sebagian besar individu bahagia.
  • Ada hak tertentu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh kekuasaan manapun.

d. Ideologi Kapitalisme
Ideologi kapitalisme adalah ideologi dimana pihak swasta memiliki kekuasaan atas sistem ekonomi dan negara hanya menjadi pengawas dalam sistem tersebut. Beberapa ciri utama ideologi kapitalisme antara lain adalah :
  • Negara tidak boleh ikut campur dalam usaha pihak swasta untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dari usaha mereka.
  • Negara hanya bertindak sebagai pengawas jalannya hukum yang tertip.
  • Kebebasan warga negara dijunjung tinggi. Mereka bebas melakukan apa saja asalkan tidak melanggar hukum yang dibuat negara.
  • Pada kapitalisme monopolis, cenderung melahirkan paham sekulerisme yaitu paham yang memisahkan antara negara dengan agama. Hal ini terjadi karena nilai agama sering dikesampingkan.

e. Ideologi Agama
Sesuai dengan namanya, ideologi agama adalah ideologi yang bersumber pada falsafah agama yang termuat dalam kitab suci agama tertentu. Ciri dari negara yang memegang ideologi agama antara lain adalah :
  • Urusan negara adn pemerintah dilaksanakan berdasarkan hukum agama.
  • Hanya ada satu agama resmi dalam suatu negara.
  • Hukum tertinggi mengacu pada peraturan dalam agama tersebut.

f. Ideologi Pancasila
Pancasila adalah ideologi yang dianut negara kita, Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata sanskerta, yaitu “panca” yang berarti lima, dan “sila” yang berarti prinsip atau asas. Berikut adalah lima poin dalam pancasila.
  1. Ketuhanan yang maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Previous
Next Post »
0 Komentar