Banjir : Pengertian, Penyebab, Dampak, Jenis

A. PENGERTIAN BANJIR
Banjir adalah salah satu bencana alam, yaitu peristiwa ketika tergenangnya daratan oleh aliran air yang berlebihan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bajir diartikan berair banyak dan derasm kadang kadang meluap, atau peristiwa terbenamnya daratan karena peningkatan volume air. Biasanya banjir terjadi karena adanya peningkatan volume air di suatu badan air seperti sungai dan danau, sehingga menjebol bendungan dan air keluar dari batasan alaminya.
Pengertian, Penyebab, Dampak dan Jenis Banjir
BANJIR
B. PENYEBAB TERJADINYA BANJIR
1. Penebangan Hutan Liar
Seperti yang telah kita ketahui, pohon merupakan salah satu makhluk hidup yang memanfaatkan air untuk melakukan proses fotosintesis. Hutan yang berisi berbagai jenis pohon dapat menjadi penyerap air yang ideal, sehingga tidak terjadi banjir. Namun karena banyak yang melakukan penebangan hutan secara ilegal, otomatis pohon yang ada semakin berkurang, dan jumlah air yang diserap juga semakin menurun, inilah yang dapat menyebabkan terjadinya banjir.

2. Daerah Dataran yang Rendah
Karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Nah sesuai dengan logika tersebut, dataran rendah akan lebih sering mengalami banjir karena apabila terjadi luapan air, otomatis daerah itulah yang menjadi tempat aliran air utama.

3. Curah Hujan yang Tinggi
Setiap daerah memiliki kemampuan untuk menyerap air yang ada. Tetapi jika volume air pada daerah tersebut terus bertambah karena curah hujan yang tinggi, maka kecepatan penyerapan air kalah dengan jumlah air yang terus menerus bertambah, nah inilah yang menyebabkan banjir. Biasanya banjir akan menimpa suatu daerah apabila hujan terus terjadi dalam jangka waktu yang lama.

4. Membuang Sampah Sembarangan
Sebenarnya hukum telah jelas mengatur bahwa membuang sampah sembarangan dapat menimbulkan banyak kerugian dalam lingkungan masyarakat. Salah satunya adalah dapat menyebabkan terjadinya banjir. Biasanya sampah yang dibuang sembarangan (khususnya ke sungai) akan membuat aliran sungai tersebut macet sehingga air sungai akan meluap dan masuk ke pemukiman.

5. Bendungan yang Jebol
Bendungan atau dam adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah pembangkit listrik tenaga air. Nah jika bendungan yang dijadikan sebagai tempat penampungan air ini jebol atau rusak, maka akan terjadi banjir pada daratan di sekitarnya. Ada beberapa penyebab utama jebolnya bendungan, diantaranya adalah volume air yang ada melebihi kapasitas bendungan, struktur bendungan yang kurang padu, atau aktivitas manusia yang merugikan.

6. Sistem Tata Kelola Kota yang tidak bagus
Ketika berbicara masalah tata kelola kota, maka yang biasanya dipikirkan orang awam adalah dari segi keindahan atau kerapihan kota tersebut. Tetapi sebenarnya tata kelola kota lebih rumit daripada yang sering kita bayangkan, selain harus membuat kota rapih dan indah, pemerintah juga harus mengatasi dan mencegah masalah seperti banjir serta kemungkinan bencana alam lain yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Pengertian, Penyebab, Dampak dan Jenis Banjir
BANJIR
7. Tsunami
Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut. Gangguan impulsif ini dapat disebabkan karena perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba, baik itu dalam arah vertikal ataupun horizontal. Peristiwa Tsunami yang paling melekat dalam ingatan masyarakat Indonesia mungkin adalah peristiwa Tsunami Aceh, nah pada saat itu juga terjadi banjir karena sebelum air bah kembali ke laut, air tersebut tergenang di daratan terlebih dahulu.

C. JENIS – JENIS BANJIR
Jika dilihat dari penyebabnya, ada beberapa jenis banjir, yaitu :
1. Banjir Air
Sesuai dengan namanya, banjir air adalah panjir yang terjadi karena meluapnya air dari beberapa tempat panampungan seperti sungai, danau, waduk, ataupun selokan. Banjir ini merupakan banjir yang paling sering terjadi.

2. Banjir Cileuncang
Cileuncang merupakan istilah dalam Bahasa Sunda yang digunakan untuk menggambarkan terjadinya genangan air di suatu tempat akibat terhambatnya pembuangan atau saluran air di daerah tersebut. Berdasarkan kamus lengkap bahasa Sunda-Indonesia, arti dari kata Cileuncang adalah air hujan yang tidak diserap tanah dan kemudian menggenang.

3. Banjir Rob (Laut Pasang)
Banjir rob adalah banjir air laut atau naiknya permukaan air laut. Banjir Rob sering juga disebut banjir laut pasang karena diakibatkan oleh air laut pasang yang menggenangi daratan. Biasanya banjir rob terjadi di daerah dataran rendah di sekitar laut. Jika di Indonesia, banjir Rob sering sudah menjadi masalah yang cukup lama menerpa kota Semarang.

4. Banjir Bandang
Banjir bandang atau yang juga sering disebut dengan air bah adalah banjir besar yang datang secara tiba-tiba dengan meluap, menggenangi, dan memiliki aliran deras yang mampu menghanyutkan benda-benda besar. Biasnya penyebab banjir bandang adalah hujan deras yang terjadi secara terus menerus pada daerah dataran rendah. Banjir bandang terjadi ketika penyerapan air pada daerah tersebut sudah memasuki titik jenuh (tidak bisa diserap lagi), tetapi hujan deras terus berlangsung dengan sangat cepat. Penyebab lain terjadinya banjir bandang adalah karena pecahnya bendungan atau tanggul yang besar.

5. Banjir Lahar
Banjir lahar adalah tergenangnya sekumpulan lahar yang dimuntahkan oleh gunung berapi pada daratan di sekitarnya. Lahar sampai ke permukaan karena dorongan batuan atau air hujan. Lahar yang datang ini dapat bersuhu dingin ataupun panas. Banjir lahar merupakan banjir yang sangat jarang terjadi.

6. Banjir Lumpur
Banjir lumpur merupakan tergenangnya daerah daratan dengan sesuatu berbentuk seperti tanah cair yang licin (lumpur). Biasanya berwarna coklat atau abu-abu, dapat ditemui di dasar sumber air atau genangan air. Banjir lumpur biasanya terjadi melalui penumpukan endapan tanah di tanah pertanian sedimen yang kemudian terangkut dan menumpuk di dasar sungai. Ketika terjadi hujan deras, maka kemungkinan daderah yang berlumpur tersebut akan mengeluarkan lumpur dan membuat daerah daratan di sekitarnya tergenang.

D. DAMPAK BANJIR
  • Merusak Sarana dan prasarana (rumah, mobil, gedung, dll)
  • Melumpuhkan jalur transportasi dan komunikasi, banjir dapat melumpuhkan transportasi karena menggenang jalur yang dipakai, dan banjir dapat melumpuhkan komunikasi karena saat ini kita sangat bergantung pada internet dan listrik, sedangkan jika terjadi banjir, sarana dan prasarana yang mendukung komunikasi akan rusak.
  • Merusak harta benda bahkan memakan korban jiwa.
  • Membuat terhentinya aktivitas manusia.
  • Mencemari lingkungan.
  • Banjir dapat menyebabkan erosi dan memicu timbulnya bencana lain.
Dampak Banjir
DAMPAK BANJIR
E. PENGENDALIAN DAN PENCEGAHAN BANJIR
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan dan pengendalian banjir, diantaranya adalah.
1. Pembuatan Setu (danau penampungan)
Cara ini termasuk cara yang paling sederhana, tetapi memakan banyak ruang. Indonesia membangun banyak setu pada zaman Belanda, ada setu yang aslinya rawa-rawa, adapula yang dibuat secara khusus. Tetapi karena telah ada metode yang lebih efektif, setu tersebut saat ini banyak dijadikan perumahan. Alasannya adalah untuk mengatasi penduduk yang membludak dan mengusir nyamuk penyebab malaria atau demam berdarah.

2. Kanalisasi (Normalisasi Sungai dan Sodetan)
Normalisasi adalah aliran sungai supaya lebih cepat mengalir ke laut shingga genangan tidak mudah terjadi. Sedangkan Sodetan adalah penghubungan dua sungai atau lebih dengan kanal (lorong seperti pipa), tujuannya adalah untuk menghubungkan dua sungai atau lebih sehingga dapat mendistribusikan debit berlebih dari satu sungai ke sungai lain.

3. Pompanisasi
Upaya modern yang memanfaatkan teknologi sehingga dapat memompa muatan air berlebih. Pompa-pompa modern ini biasanya dipasang sensor hujan atau air pasang sehingga bekerja secara otomatis.

4. Tanggul
Tanggul digunakan untuk membendung air sungai agar tidak meluap ke sekitarnya. Hal yang sama dilakuakn untuk air pasang laut. Kelemahan sistem ini adalah dapat terjadinya kerusakan tanggul yang akan menyebabkan banjir bandang.

Biasanya pada daerah yang memang sangat sering terjadi banjir, banyak sistem yang dipakai, tidak hanya satu sistem, sehingga kemungkinan terjadi banjir dapat menurun secara signifikan. Selain dengan sistem di atas, kita juga perlu melakukan edukasi kepada masyarakatnya antara lain adalah edukasi untuk :
  • Tidak membuang sampah sembarangan
  • Menanam pohon
  • Tidak menebang hutan secara ilegal
  • Membuat tata kelola kota yang ideal
  • dll

Previous
Next Post »
0 Komentar