Sistem Pemerintahan : Pengertian, Klasifikasi, Jenis

A. PENGERTIAN SISTEM PEMERINTAHAN
Sistem pemerintahan jika diartikan perkata maka sistem artinya suatu keseluruhan yang memiliki hubungan fungsional di dalamnya sedangakan pemerintahan berarti segala sesuatu yang dilakukan oleh Negara dalam menyelenggarakan kesejahteraan rakyatnya juga kepentingan Negara.

Dalam ilmu Negara umum, sistem pemerintahan merupakan sistem hukum ketatanegaraan, baik yang berbentuk monarki maupun republik, yaitu mengenai hubungan antar pemerintah dan badan yang mewakili rakyat. Jika membahas mengenai sistem pemerintahan maka pada dasarnya membicarakan bagaimana pembagian kekuasaan serta hubungan antar lembaga-lembaga Negara dalam menyelenggarakan kepentingan rakyat. Sistem pemerintahan secara umum dapat diartikan sebagai suatu tatanan utuh yang terdiri dari komponen yang bekerja saling ketergantungan satu dengan lainnya dan sangat berpengaruh dalam mencapai tujuan dan fungsi pemerintahan.
Pengertian Sistem Pemerintahan, Jenis Sistem Pemerintahan
SISTEM PEMERINTAHAN
B. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS SITEM PEMERINTAHAN
1. Sistem Presidensial (presidential system)
Sistem pemerintahan presidensial tidak hanya meletakkan presiden sebagai pusat kekuasaan eksekutif, tetapi juga sebagai kekuasaan negara yang secara otomatis menjadikan presiden sebgai kepala Negara.
Berikut karakteristik umum yang menggambarkan pemerintahan presidensial :
  • Terdapat pemisahan kekuasaan yang jelas antara cabang kekuasaan eksekutif dan legislative
  • Presiden merupakan eksekutif tunggal
  • Kepala Negara merangkap kepala pemerintahan
  • Presiden yang mengangkat menteri dan bawahan yang bertanggung jawab kepadanya
  • Presiden tidak dapat membubarkan parlemen
  • Parlemen tidak boleh menduduki jabatan eksekutif dan sebalikanya
sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu :
a. Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial
  • Presiden yang dipilih secara langsung menjadikan kekuasaannya menjadi legitimate karena mendapat mandate langsung dari rakyat
  • Adanya pemisahan antara lembaga Negara terutama, eksekutif dan legislative sehingga dapat leluas melakukan pengawasan dari penyalahgunaan kekuasaan
  • Presiden dapat mengambil kebijakan strategis yang amat menentukan secara cepat.
  • Presiden jauh lebih stabil dibandingkan dengan perdana mentri yang bisa diganti setiap waktu
b. Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial
  • Terjadi pemusatan kekuasaan Negara pada satu lembaga, yaitu presiden.
  • Peran pengawasan & perwakilan DPR semakin lemah.
  • Pejabat – pejabat Negara yang diangkat cenderung dimanfaat untuk loyal dan mendukung kelangsungan kekuasaan presiden.
  • Kebijakan yang dibuat cenderung menguntungkan orang terdekat presiden.
  • Terjadi personifikasi bahwa presiden dianggap Negara.
  • Rakyat dibuat makin tidak memiliki kuasa dan tunduk pada presiden
2. Sistem Parlementer (parliamentary system)
Sistem parlementer merupakan sebuah sistem pemerintahan yang parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Sistem yang paling banyak digunakan dalam sistem pemerintahan seluruh dunia. Parlemen memiliki wewenang dalam pengangkatan perdana mentri juga dapat menjatuhkannya. Karakteristik dari sistem ini yaitu :
  • Diketuai oleh seorang perdana mentri sebagai kepala pemerintahan sedangkan kepala Negara oleh presiden
  • Kekuasaan eksekutif presiden ditunjuk oleh legislative sedangkan presiden oleh UU
  • Perdana mentri memiliki hak istimewa untuk mengangkat dan menghentikan mentri yang memimpin departemen dan non-departemen
  • Menteri hanya bertanggung jawab kepada kekuasaan legislative.
  • Kekuasaan eksekutif bertanggung jawab kepada kekuasaan legislative
  • Kekuasaan eksekutif dapat dijatuhkan oleh legislative.
Sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu :
a. Kelebihan Sistem Pemerintahan Parlemen
  • Pembuatan kebijakan dapat ditangani dengan cepat karena adanya kesesuaian eksekutif dan legislative. Hal ini disebabkan kekuasaan eksekutif dan legislative berada pada satu partai atau koalisi partai.
  • Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan public yang jelas.
  • Adanya pengawasan yang kuat dari parlemen terhadap cabinet sehingga cabinet menjadi berhati–hati dalam menjalankan pemerintahan.
b. Kekurangan Sistem Pemerintahan Parlementer
  • Kedudukan badan eksekutif sangat bergantung pada mayoritas dukungan parlemen sehingga sewaktu-waktu cabinet dapat dijatuhkan oleh parlemen.
  • Kelangsungan kedudukan badan eksekutif atau cabinet tidak bisa ditentukan berakhir sesuai dengan masa jabatannya karena cabinet dapat bubar kapan saja.
  • Kabinet dapat mengendalikan parlemen. Hal itu terjadi apabila para anggota cabinet adalah anggota parlemen dan berasal dari partai mayoritas. Karena pengaruh mereka yang besar di parlemen dan partai, anggota cabinet dapat menguasai parlemen.
  • Parlemen menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan- jabatan eksekutif.
3. Sistem campuran (mixed system)(semipresidensial)
Sistem campuran merupakan gabungan antara sistem presidensial dan parlementer. Sistem ini juga disebut dengan Dualisme Eksekutif. Terdapat ciri keduanya secara bersamaan dalam sistem pemerintahan yang diterapkan.

4. Sistem Kolegial
Sistem ini memiliki presiden dan wakil presiden yang dipilih dari dan oleh tujuh anggota Dewan Federal untuk masa jabatan secara bergantian setiap tahun. Sistem ini diterapkan di Swiss dimana tujuh orang anggota dewan federal secara bersama-sama memimpin Negara dan pemerintahan Swiss.

Previous
Next Post »
0 Komentar