Sistem Ekonomi Campuran : Pengertian, Ciri, Sejarah

A. PENGERTIAN DAN KONSEP SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan pihak swasta (individu) berkejasama dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Dinamakan Sistem ekonomi campuran karena merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar (liberal) dengan sistem ekonomi komando (terpusat). Dalam sistem ini pihak swasta memiliki kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi tetapi melalui intervensi pemerintah setiap kegiatan ekonomi diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan membawa kemakmuran. Sebenarnya tidak ada definisi pasti tentang sistem ekonomi campuran ini, semuanya sangat tergantung kepada seberapa besar pemakaian sistem ekonomi pasar (liberal) atau sistem ekonomi komando dalam penerapannya.
Pengertian dan Ciri Sistem Ekonomi Campuran
SISTEM EKONOMI CAMPURAN
B. SEJARAH SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Munculnya sistem ekonomi campuran dimulai karena pertentangan keras antara pemegang ideologi liberalisme (kapitalisme) yang memakai sistem ekonomi pasar dengan pemegang ideologi Sosialisme (komunisme) yang memakai sistem ekonomi komando. Karena banyaknya konflik diantara kedua kelompok ini. Para ahli berusaha untuk membangun sebuah sistem ekonomi dengan cara menggabungkan ciri dasar antara kedua ideologi tersebut dengan mengambil unsur-unsur terbaik dari keduanya. Salah satu teori yang dipakai dalam pembentukan sistem ekonomi campuran adalah teori yang dinyatakan oleh Hegel. Ia mengatakan bahwa perkembangan sebuah pemikiran akan mencapai bentuk terbaiknya melalui proses dialetik(komunikasi) menuju suatu sintesa.

Kemudian negara-negara yang menolak terhadap ideologi ekstrim liberalisme dan komunisme mulai berdiskusi tentang ideologi yang dapat diterapkan untuk negaranya, sehingga dipakailah ideologi campuran yang juga mendasari munculnya sistem ekonomi campuran ini.

C. CIRI – CIRI DAN PRINSIP SISTEM EKONOMI CAMPURAN
Sebenarnya tidak ada definisi dan ciri pasti dari sistem ekonomi campuran, tetapi secara umum ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
  • Pemerintah dan pihak swasta berperan aktif dan sama dalam kegiatan ekonomi.
  • Pihak swasta diberikan kebebasan dalam batasan yang telah ditentukan oleh pemerintah.
  • Perencanaan, peraturan dan penetapan kebijakan di bidang ekonomi di susun oleh pemerintah.
  • Persaingan yang terjadi di pasar adalah persaingan bersih yang di kontrol langsung oleh pemerintah.
  • Jenis dan jumlah barang yang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
  • Sumber daya vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh pemerintah.
  • Peran swasta dan pemerintah sama.

D. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM EKONOMI CAMPURAN
1. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran
  • Hak individu diakui.
  • Penetapan harga barang lebih terkendali.
  • Pemerintah mementingan kepentingan masyarakatnya.
  • Pihak swasta tidak bisa semena-mena dalam memanfaatkan sumber daya.
  • Kestabilan ekonomi terjamin.
  • Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Inisiatif dan motivasi individu untuk membuat hidupnya lebih baik tetap ada.
  • Persaingan bebas membuat perkembangan ekonomi ke jalan yang lebih baik.
  • Tidak terjadi monopoli baik oleh pemerintah ataupun pihak swasta.
2. Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran
  • Pemerintah menanggung beban yang lebih berat dibandingkan pihak swasta.
  • Sumber daya modal yang dimiliki sangat mempengaruhi keberhasilan sehingga yang kaya cenderung lebih mudah untuk menjadi lebih kaya.
  • Walaupun peran pemerintah cukup besar, tetapi masalah ekonomi seperti inflasi, pengangguran, dll masih saja terus muncul dan berkembang.
  • Agak sulit melakukan pemerataan pendapatan.
  • Tidak ada kejelasan tentang seberapa besar pengaruh pemerintah dalam suatu kegiatan perekonomian.
  • Pertumbuhan ekonomi cenderung lebih lambat jika dibandingan sistem ekonomi pasar (liberal). 

Previous
Next Post »
0 Komentar