Kebijakan Moneter: Pengertian, Fungsi, Instrumen, Jenis

A. PENGERTIAN KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan Moneter (Monetary Policy) adalah kebijakan pemerintah dalam mempengaruhi perkembangan variabel moneter (peredaran uang, suku bunga, suku bunga kredit, dan nilai tukar) untuk mencapai target yang diinginkan. Secara bahasa “Kebijakan Moneter” terdiri dari dua kata, yaitu “Kebijakan” yang artinya kepandaian atau kemahiran atau rangkaian konsep yang menjadi dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, dan kata “Moneter” yang artinya uang atau hal yang berkaitan dengan uang. Jadi kebijakan moneter dapat juga diartikan sebagai kebijakan pemerintah dalam mengendalikan perekonomian suatu negara. Masalah-masalah ekonomi yang menjadi pusat perhatian kebijakan moneter antar lain adalah inflasi, pengangguran, dan kelanjaran dalam distribusi barang.

Definisi Kebijakan Moneter di Indonesia tercantum dalam Undang Undang Bank Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 yang telah diubah dalam Undang Undang Nomor 3 Tahun 2004 menyebutkan bahwa “Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang ditetapkan dan dilaksanakan oleh Bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang dilakukan antara lain dengan pengendalian jumlah uang yang beredar dan suku bunga”.
Pengertian, Fungsi, Instrumen dan Jenis Kebijakan Moneter
KEBIJAKAN MONETER
B. FUNGSI KEBIJAKAN MONETER
  • Menurunkan laju inflasi
  • Mengatasi pengangguran dengan membuka lapangan kerja
  • Menjaga kestabilan nilai tukar mata uang
  • Menstabilkan harga barang dan jasa dengan kebutuhan masyarkat
  • Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
  • Mengontrol peredaran uang dalam masyarakat
  • Membantu pemerintah melaksanakan kewajibannya melalui sumber penerimaan yang normal

C. TUJUAN KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan moneter sebenarnya adalah kebijakan yang tidak bersifat statis melainkan bersifat dinamis, yang artinya dapat berubah dan disesuaikan dengan perekonomian suatu negara. Secara umum 4 hal yang menjadi Tujuan dari Kebijakan Moneter adalah :

1. Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Pendapatan
Pertumbuhan ekonomi akan berkembang ketika terjadi persaingan antar pelaku ekonomi di pasar. Namun demikian, persaingan ini akan membaut timbulnya kesenjangan ekonomi antar kelas kaya dengan kelas miskin. Hal ini timbul karena besarnya modal sangat mempengaruhi hasil yang didapatkan oleh pelaku ekonomi, sehingga walaupun setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, kelas kaya cenderung lebih diuntungan karena memiliki modal yang lebih besar. Nah disinilah pemerintah berperan penting, melalui kebijak moneter, pemerintah dapat mengurangi kesenjangan ekonomi antar kelas dan mewujudkan pemerataan pendapat antar pelaku ekonomi.

2. Membuka lapangan dan kesempatan kerja
Pengangguran merupakan masalah ekonomi yang sering dialami oleh setiap negara. Melalui kebijakan moneter, ketika pemerintah berhasil menstabilkan perekonomian suatu negara, maka lapangan kerja baru akan terbuka dengan sendirinya, baik itu dengan pengaruh investor yang ingin membuka perusahaan baru atau pengaruh pihak lainnya.

3. Mewujudkan kestabilan harga
Setiap barang dan jasa memiliki harga tertentu, nah harga suatu barang dan jasa sangat berkaitan dengan uang yang beredar dalam masyarakat. Semakin banyak uang yang beredar, maka akan semakin tinggi permintaan suatu barang atau jasa, sehingga akan semakin tinggi pula harganya, mekanisme inilah yang akan memicu timbulnya inflasi (kenaikan harga terus menerus). Nah Salah satu fungsi kebijakan moneter adalah untuk mengontrol jumlah uang yang beredar dengan demikian kestabilan harga dapat terwujud.

4. Keseimbangan neraca pembayaran dan perdagangan
Nilai mata uang dari setiap negara berbeda-beda. Tetapi tetap ada acuan nilai uang internasional untuk mengetahui seberapa tinggi nilai uang suatu negara. Dalam mewujudkan keseimbangan neraca pembayaran dan perdagangan pemerintah dapat melakukan teknik devaluasi (menurunkan nilai tukar uang dengan sengaja) hal ini dilakukan agar biaya ekspor lebih murah sehingga barang dalam negeri banyak diminati oleh negeri lain, dengan demikian permintaan terhadap barang tersebut meningkat, sehingga menambah pemasukan dalam negeri dan akhirnya membantu menyeimbangkan neraca pembayaran dan perdagangan.

D. INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi Pasar Terbuka adalah salah satu kebijakan moneter yang dilakukan bank pusat dengan cara menjual Sertifikan Bank Indonesia (SBI) atau membeli surat berharga di pasar modal. Tujuan utamanya adalah untuk mengontrol uang yang beredar di masyakarakat. Untuk mengurangi jumlah uang yang beredar, pemerintah akan lebih fokus untuk menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sedangkan untuk menambah jumlah uang yang beredar pemerintah dapat membeli surat berharga di pasar.

2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah kebijakan moneter yang memanfaatkan suku bunga untuk mengontrol uang yang beredar dalam masyarakat. Jika pemerintah ingin menambah uang yang beredar, maka suku bunga akan diturunkan sehingga masyarakat merasa keuntungan lebih sedikit jika menabung sehingga tidak menyimpan uangnya di bank, sedangkan jika pemerintah ingin mengurangi uang yang beredar maka pemerintah akan menaikkan suku bunga sehingga masyarakat terangsang untuk menabung. Mungkin tinggi rendahnya suku bunga tidak terlalu berpengaruh untuk jumlah tabungan yang kecil, tetapi sangat mempengaruhi jumlah tabungan yang besar.

3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ration)
Rasio Cadangan Wajib adalah kebijakan dimana bank sentral dapat membuat peraturan untuk menaikkan atau menurunkan cadangan kas pada bank umum. Cadangan kas ini merupakan jumlah uang yang harus disimpan dalam bank umum. Semakin besar cadangan kas maka akan semakin sedikit uang yang beredar, demikianpula sebaliknya.

4. Pendekatan Moral (Moral Persuasion)
Pendekatan Moral merupakan kebijakan moneter yang mengandalkan ajakan atau larangan untuk menahan tabungan atau melepas pinjaman yang dilakukan oleh bank pusat dengan berbagai cara seperti melalui pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan kepada bank umum dan masyarakat.

5. Kebijakan Kredit Ketat
Kebijakan kredit ketat adalah instrumen kebijakan moneter dimana pemerintah memperketat syarat untuk mengambil kredit bagi setiap individu. Kebijakan ini biasanya digunakan jika gejala inflasi membahayakan mulai muncul. Tujuannya adalah untuk mengurangi uang yang beredar dalam masyarakat, dengan berkurangnya orang yang bisa mengambil kredit, maka uang yang beredar dalam masyarakat juga akan berkurang.
Pengertian, Fungsi, Instrumen dan Jenis Kebijakan Moneter
KEBIJAKAN MONETER
E. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS KEBIJAKAN MONETER
Berdasarkan tujuannya, terdapat 2 jenis kebijakan moneter, yaitu :
1. Kebijakan Moneter Ekspansif (Easy Money Policy)
Kebijakan Moneter Ekspansif adalah kebijakan moneter yang bertujuan untuk menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat. Kebijakan ini digunakan untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat saat ekonomi sedang buruk sehingga kestabilan perekonomian negara tetap terjaga.

2. Kebijakan Moneter Kontraktif (Tight Money Policy)
Kebijakan Moneter Kontraktif adalah kebijakan moneter yang bertujuan untuk mengurangi jumlah unang yang beredar di masyarakat. Kebijakan ini biasaya digunakan untuk mengurangi inflasi sehingga kenaikan harga pasar dapat dikontrol.

F. INDIKATOR KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan Moneter adalah kebijakan pemerintahan yang memiliki sasaran dan target. Nah untuk meninjau bagaimana pencapaian kebijakan moneter yang dilakukan pemerintah pada periode tersebut maka diperlukan indakator penilaiannya. Ada 2 indikator kebijakan moneter, yaitu :
  • Uang yang beredar di masyarakat
  • Tingkat suku bunga


Previous
Next Post »
0 Komentar