Kalimat Majemuk : Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh

A. PENGERTIAN KALIMAT MAJEMUK
Kalimat Majemuk adalah kalimat yang terdiri dari dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata pengubung atau kata sambung. Karena terdiri dari lebih dari satu kalimat, maka kalimat ini biasanya mempunyai induk kalimat (yang mengandung inti informasi) dan anak kalimat (berfungsi sebagai penunjang), tetapi adapula yang kalimat penyusunnya berkedudukan sama atau sederajat sehingga tidak bisa dikatakan mana yang merupakan induk kalimat dan mana yang merupakan anak kalimat.
Pengertian Kalimat Majemuk, Ciri Kalimat Majemuk, Jenis Kalimat Majemuk, Contoh Kalimat Majemuk
KALIMAT MAJEMUK
B. CIRI – CIRI KALIMAT MAJEMUK
  • Ada perluasan atau penggabungan dari kalimat inti.
  • Perluasan atau penggabungan ini menghasilkan pola kalimat baru.
  • Mempunyai subjek atau predikat yang lebih dari satu.

C. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS KALIMAT MAJEMUK DAN CONTOHNYA
1. Kalimat Majemuk Setara
a. Pengertian Kalimat Majemuk Setara
Kalimat Majemuk Setara adalah kalimat majemuk yang unsur atau kalimat-kalimat atau klausa penyusunnya mempunyai hubungan sederajat. Artinya kalimat tunggal penyusun kalimat majemuk ini kedudukannya setara.

b. Ciri – Ciri Kalimat Majemuk Setara
  • Antar unsur penyusunnya memiliki hubungan koordinatif sehingga masing-masing kalimat penyusunnya dapat berdiri sendiri meskipun dipisahkan.
  • Masing-masing unsur penyusunnya memiliki kedudukan yang sama atau setara.
  • Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai biasanya adalah “dan”, “lalu”, “sedangkan”, “sebelum”, “ketika”, “setelah”, dll.

c. Macam – Macam Kalimat Majemuk Setara
c.1. Kalimat Majemuk Setara Sejalan
Kalimat majemuk setara sejalan merupakan kalimat majemuk yang penyusunnya sejalan serta tidak berlawanan makna satu dengan yang lain.
Contohnya :
Kalimat Penyusun 1 : Ayah sedang tidur
Kalimat Penyusun 2 : Ibu Sedang Memasak
Kalimat Majemuk : Ayah sedang tidur ketika ibu sedang memasak.

c.2. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan
Kalimat Majemuk Setara Berlawanan merupakan kalimat majemuk dimana kalimat-kalimat penyusunnya menyatakan situasi yang bertolak belakang satu sama lain.
Contohnya :
Kalimat Penyusun 1 : Andi anak yang rajin
Kalimat Penyusun 2 : Adiknya adalah pemalas.
Kalimat Majemuk : Andi anak yang rajin, sedangkan adiknya adalah pemalas.

c.3. Kalimat Majemuk Setara Sebab Akibat
Sesuai dengan namanya, kalimat majemuk setara sebab akibat adalah jenis kalimat majemuk yang unsur-unsur atau kalimat penyusunnya menjelaskan tentang sebab dan akibat suatu hal.
Contohnya :
Kalimat Penyusun 1 : Kota Bogor diterjang banjir.
Kalimat Penyusun 2 : hujan terus menerus selama beberapa hari belakangan.
Kalimat Majemuk : Kota Bogor diterjang banjir akibat hujan yang terus menerus selama beberapa hari belakangan

2. Kalimat Majemuk Rapatan
a. Pengertian Kalimat Majemuk Rapatan
Kalimat majemuk rapatan adalah kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal yang digabungkan menjadi satu. Kalimat-kalimat tunggal tersebut digabungkan dengan hanya menyebutkan bagian yang tidak sama.

b. Ciri – Ciri Kalimat Majemuk Rapatan
  • Bisa dipisahkan menjadi dua kalimat tunggal atau lebih.
  • Penggabungan kalimat dilakukan dengan hanya menyebutkan bagian kalimat yang tidak sama.
  • Dipisahkan dengan tanda koma (,)
  • Dihubungkan dengan kata sambung (konjungsi) “dan”, “juga”, “serta”, dll.

c. Contoh Kalimat Majemuk Rapatan
Kalimat penyusun 1 : Ibu membeli sayur.
Kalimat penyusun 2 : Ibu membeli telur.
Kalimat penyusun 3 : Ibu membeli beras.
Kalimat penyusun 4 : Ibu membeli ikan.
Kalimat Majemuk : Ibu membeli sayur, telur, beras, dan ikan.

Kalimat Penyusun 1 : Aku mengunjungi Museum Fatahillah.
Kalimat Penyusun 2 : Aku mengunjungi Monumen Jakarta.
Kalimat Majemuk : Aku mengunjungi Museum Fatahillah dan Monumen Jakarta.

3. Kalimat Majemuk Bertingkat
a. Pengertian Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat Majemuk bertingkat adalah jenis kalimat majemuk yang unsur-unsur atau kalimat penyusunnya berkedudukan tidak setara/sederajat. Artinya salah satu kalimat tunggal penyusun kalimat majemuk bertingkat merupakan induk kalimat (yang mengandung inti informasi) sedangkan kalimat tunggal lainnya berkedudukan sebagai anak kalimat (berfungsi sebagai penunjang).

b.Ciri – Ciri Kalimat Majemuk Bertingkat
  • Unsur-unsurnya berkedudukan tidak sederajat atau tidak sama, artinya ada yang berkedudukan sebagai induk kalimat, adapula yang berkedudukan sebagai anak kalimat.
  • Salah satu unsur penyusunnya/anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri karena tidak memiliki arti jika dipisahkan dari kalimat majemuk tersebut.

c. Macam – Macam Jenis Kalimat Majemuk Bertingkat
Berdasarkan kepada kata sambung yang dipakai, maka kalimat majemuk dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
c.1. Kalimat Majemuk Hubungan Waktu
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : ketika, saat, waktu itu, sebelum, setelah, dll.
Contohnya :
Andi sedang maka ketika ibu pergi.
Kami akan pergi ke rumah dita setelah shalat magrib.

c.2. Kalimat Majemuk Hubungan Syarat
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : jika, seandainya, asalkan, apabila, andaikan, dll.
Contohnya :
Saya akan pergi ke pengajian asalkan kamu juga ikut.
Saya akan membantumu jika kamu juga berusaha.

c.3. Kalimat Majemuk Hubungan Tujuan
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : agar, supaya, biar, dll.
Contohnya :
Saya rajin belajar supaya bisa sukses.
Ibu membelikannya mainan agar ia tidak menangis.

c.4. Kalimat Majemuk Hubungan Sebab Akibat
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : akibat, karena, sebab, oleh karena, sehingga, makanya, dll.
Dia sangat kurus karena jarang makan.
Ia jatuh sakit akibat tidak diimunisasi.

c.5. Kalimat Majemuk Hubungan Perbandingan
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : ibarat, seperti, daripada, dengan, sebagaimana, lebih baik, dll.
Contohnya :
Aku lebih baik belajar daripada menonton televisi.
Ia sangat mirip dengan ibunya ketika muda.

c.6. Kalimat Majemuk Hubungan Cara
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : dengan
Contohnya :
Ia menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai tutor.
Andi pergi ke sekolah dengan sepeda itu.

c.7. Kalimat Mejemuk Bertentangan dengan Kenyataan.
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : padahal, kenyataannya, dll.
Dia sangat gemuk, padahal jarang makan.

c.8. Kalimat Majemuk Penjelasan
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : bahwa
Ibu mengatakan bahwa kemarin ayah menyuruh kami untuk membereskan kamar.
Nilai yang bagus menunjukkan bahwa siswa itu adalah anak yang pintar.

c.9. Kalimat Majemuk Konsensip
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : walaupun, meskipun, biarpun, dll.
Walaupun ia sedang sakit, abdi selalu semangat.
Ia tetap pergi meskipun sedang hujan.

c.10. Kalimat Majemuk Pengandaian
Kata Sambung (Konjungsi) yang dipakai : seolah-olah, seakan-akan, dll
Dia diam saja seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Ia bersikap seakan-akan orang yang paling benar.

4. Kalimat Majemuk Campuran
a. Pengertian Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat Majemuk campuran adalah gabungan dari kalimat majemuk setara atau kalimat majemuk rapatan dengan kalimat majemuk bertingkat.

b. Ciri – Ciri
  • Terdiri dari beberapa kalimat tunggal.
  • Dihubungkan dengan lebih dari satu kata sambung (konjungsi).

c. Contoh Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat Majemuk Setara Penyusun : Ayah sudah pergi ketika aku sampai di rumah.
Kalimat Majemuk Bertingkat Penyusun : Ayah sudah pergi padahal aku tidak terlambat.
Kalimat Majemuk Campuran : Ayah sudah pergi ketika aku sampai di rumah, padahal aku tidak terlambat.

Kalimat Majemuk Rapatan Penyusun : Ibu membeli sayur, telur, dan nasi.
Kalimat Majemuk Bertingkat Penyusun : Ibu segera memasak setelah sampai di rumah.
Kalimat Majemuk Campuran : Ibu membeli sayur, telur, dan nasi kemudian segera memasak setelah sampai di rumah.
Previous
Next Post »
1 Komentar
avatar

postingan yang bagus..dikupas secara lengkap..

Balas