Thursday, 15 February 2018

Tanda Baca : Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh

A. PENGERTIAN DAN FUNGSI TANDA BACA
Sebuah kalimat tidak lengkap tanpa tanda baca. Pengertian dari tanda baca adalah sebuah simbol dalam kebahasaan. Simbol kebahasaan ini memiliki berbagai bentuk. Setiap bentuk memiliki fungsi masing-masing.
Namun secara keseluruhan fungsi dari tanda baca tersebut adalah sebagai berikut:
  • Mengatur jeda ketika seorang pembaca membaca suatu kalimat;
  • Mengatur intonasi dalam pembacaan suatu kalimat;
  • Mempertegas bentuk kalimat (misalnya seperti kalimat tanya, kalimat perintah dan lain-lain);
  • Tanda baca berfungsi untuk menunjukkan struktur kata atau kalimat yang terdapat dalam suatu tulisan;
  • Tanda berfungsi untuk menunjukkan tata kata yang terdapat dalam suatu tulisan.
Pengertian Tanda Baca, Fungsi Tanda Baca, Jenis Tanda Baca, Contoh Tanda Baca
TANDA BACA

B. MACAM – MACAM TANDA BACA DAN CONTOH PENGGUNAANNYA
Tanda baca merupakan suatu bentuk simbol dalam kebahasaan yang digunakan untuk menunjukkan struktur kalimat dan tata kata dalam suatu tulisan. Tanda baca dapat diklasifikasikan kedalam beberapa macam.

Berikut adalah jenis-jenis tanda baca tersebut beserta penjelasannya.
1. Tanda Titik (.)
Tanda titik memiliki beberapa fungsi saat digunakan dalam suatu kalimat atau tulisan. Fungsi ini tergantung pada dimana tanda titik tersebut digunakan. Penggunaan tanda titik (.) adalah  sebagai berikut:

  • Pada akhir kalimat atau tulisan yang bentuknya bukan seruan atau pernyataan.
  • Di belakang angka atau huruf yang terapat dalam suatu bagan, daftar, serta ikhtisar.
  • Sebagai pemisah angka pada jam, menit dan detik yang menunjukkan waktu.
  • Digunakan dalam daftar pustaka, Letak tanda titik ini adalah diantara nama penulis, dan judul tulisan yang tidak diakhiri dengan tanda tanya atau tanda seru.
  • Tanda titik juga digunakan untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh penggunaan tanda titik
Ibuku guru Matematika.
Dia datang kerumahku pukul 13.45.00 (13 lewat 45 menit).
Jumlah penduduk desa itu adalah 3.547 jiwa.

Tanda titik tidak digunakan dalam kasus berikut:

  • Pada akhir judul yang berupa kerangka karangan, judul tabel dan lain-lain.
  • Untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukan jumlah.
  • Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat.

2. Tanda koma (,)
Sama halnya seperti tanda titik, tanda koma juga sangat sering ditemukan dalam kalimat atau tulisan. Aturan penggunaan tanda (,) adalah sebagai berikut :

  • Sebagai pemisah suatu kalimat setara dengan kalimat setara setelahnya.
  • Digunakan diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
  • Sebagai pemisah anak kalimat dari induk kalimat, jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.
  • Digunakan dibelakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya “oleh karena itu”, “jadi”, “lagi pula”, “meskipun begitu”, “akan tetapi”, dll.
  • Sebagai kata pemisah kata seperti “o”, “ya”, “wah”, “aduh”, dll dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.
  • Sebagai pemisah petikan langsung dari bagian lain dari kalimat.
  • Digunakan  di antara (1) nama dan alamat, (2) bagian-bagian alamat, (3) tempat dan tanggal, dan (4) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
  • Digunakan untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
  • Digunakan diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
  • Digunakan untuk  mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.

Beberapa contoh penggunaan tanda koma yaitu:
Dia bukan anak Pak Halim, melainkan anak Pak Marwan.
Saya ke mini market untuk membeli pulpen, buku, pensil dan kertas.
Karena ayah sedang sibuk, saya pulang dijemput kakak.
Wah, kamu cantik sekali!
… Oleh karena itu, kita harus rajin belajar.

3. Tanda Titik Koma (;)
Penggunaan tanda titik koma adalah sebagai berikut:

  • Pemisah bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
  • Sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.

Contoh penggunaan tanda titik koma yaitu:
Andi mencuci piring di dapur; Dina mencuci pakaian di ruang cuci; Dita menyapu halaman rumah.
Hari sudah sore; ayah belum pulang juga.

4. Tanda Titik Dua (:)
Penggunaan tanda titik dua adalah sebagai berikut:

  • Digunakan setelah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
  • Digunakan (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara surah dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
  • Digunakan  dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
  • Digunakan diakhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.

Contoh penggunaan tanda titik dua(:) yaitu:
Nama    : Nura Mauliza
Kelas     : X.1
NIS         : 34455
(v) Tempo, I (34), 1971:7
(vi) Surah Yasin:9
(vii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
Ibu : “Yuli, kemari nak!”
Yuli: (datang menghampiri) “Ada apa, bu?”
Ibu  : “Tolong cucikan pring itu!”

5. Tanda Hubung (-)
Penggunaan tanda hubung dalam suatu tulisan adalah sebagai berikut:

  • Digunakan untuk penyambung suku-suku kata dasar atau kata berimbuhan yang terpisah oleh pergantian baris.
  • Digunakan untuk menyambungkan unsur-unsur kata ulang.
  • Digunakan  menyambungkan huruf dari kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
  • Digunakan untuk merangkai satu kata dengan kata berikutnya atau sebelumnya yang dimulai dengan huruf kapital, kata atau huruf dengan angka, angka dengan kata/huruf.
  • Digunakan merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.

Contoh penggunaan tanda penghubung yaitu:
Hari ini ayahku tidak jadi pulang dari Bandung karena diberikan tugas tambahan dari atasannya. Kata ayah, dia akan pulang besok dan kami akan pergi jalan-jalan.
Anak-anak itu sedang berlari mengejar kupu-kupu di taman
23-08-95
Dia peringkat ke-2 di kelas

6. Tanda Pisah (–)
Penggunaan tanda pisah adalah sebagai berikut:

  • Digunakan sebagai pembatas penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
  • Digunakan untuk  menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
  • Digunakan di antara dua bilangan atau kata dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

Contoh penggunaan tanda pisah adalah yaitu:
Saya bekerja di Perusahaan itu mulai Desember 2011 – Oktober 2014

7. Tanda Elipsis (...)
Penggunaan tanda elipsis

  • Digunakan dalam kalimat atau dialog yang terputus-putus.
  • Digunakan untuk  menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.

Contoh penggunaan tanda elipsis yaitu:
Saya ingin …. liburan , bagaimana kalau kita berangkat lusa.
… kemudian saya akan pulang ke kempung halaman.

8. Tanda Tanya (?)
Penggunaan tanda Tanya adalah sebagai berikut:
Digunakan di akhir kalimat tanya.
Digunakan di dalam kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan kebenarannya.

Contoh penggunaan tanda Tanya yaitu:
Ia dilahirkan pada tahun 1983 (?). Uangnya sebanyak 15 juta rupiah (?) hilang.
Apa pekerjaan ibumu?

9. Tanda Seru (!)
Penggunaan tanda seru yaitu:

  • Digunakan  diakhir kalimat perintah.
  • Digunakan diakhir ungkapan atau pernyataan yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ketakjuban, ataupun rasa emosi yang kuat.

Contoh penggunaan tanda seru yaitu:
Semangat!
Cepat selesaikan tugasmu!

10. Tanda Kurung ((...))
Penggunaan tanda kurung adalah sebagai berikut:

  • Digunakan untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
  • Digunakan untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
  • Digunakan untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
  • Tanda kurung juga digunakan mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.

Contoh penggunaan tanda kurung yaitu:
Dilaksanakan sesuai dengan GBHN (Garis Besar Haluan Negara)
Tabel tersebut (tabel 2.1) menjelaskan tentang langkah-langkah dalam model ini.

11.  Tanda Kurung Siku ([...])
Tanda kurung siku digunakan untuk:

  • Mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Umumnya tanda tersebut digunakan untuk menyatakan bahwa terdapat kesalahan dalam naskah asli.
  • Mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

Contoh penggunaan tanda lkurung siku yaitu:
Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 27––35]) perlu diceritakaan kembaali di sini.
Puteri raja itu me[l]ihat ayahnya dibunuh.

12. Tanda Petik (“...”)
Tanda petik digunakan untuk:

  • Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lainnya.
  • Mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
  • Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

Contoh penggunaan tanda petik yaitu:
Dia dikenal dengan julukan “master lukis”
“aku akan pulang”, kata Tuti.

13. Tanda Petik Tunggal (‘...’)
Tanda petik tunggal digunakan untuk:

  • Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. 
  • Mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

Contoh penggunaan tanda petik tunggal yaitu:
‘tut, tut,tut’ telponnya suda tersambung, tapi belum diangkat.
Feed-back berarti ‘balasan’.

14. Tanda Garis Miring (/)
Tanda garis miring digunakan untuk:

  • Nomor surat, omor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim.
  • Pengganti kata “atau” dan “tiap”.

Contoh penggunaan tanda garis miring yaitu:
Mobil itu bergerak dengan kecepatan 72 km/jam
No. 17/PK/2011 Jalan Kramat III/10 Masa Bakti 2011/20012 Tahun Ajaran 2011/2012.

15. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)
Tanda penyingkat secara umum digunakan untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.

Contoh penggunaannya yaitu:
UUD ’45 (’45 menunjukkan tahun 1945)
Walau keujung dunia kau ‘kan ku cari (‘kan menunjukkan kata akan)

Sumber Daya Ekonomi : Pengertian, Jenis, Peran

A. PENGERTIAN SUMBER DAYA EKONOMI
Manusia merupakan makhluk ekonomi yang tidak pernah merasa puas. Akibat dari sifat yang tidak pernah merasakan kepuasan ini manusia secara terus-menerus berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Ternyata dalam prihal ekonomi terdapat istilah sumber daya ekonomi. Nah, untuk menjelaskan pengertiannya maka dapat dipisah kata-katanya. Sumber daya ekonomi dibagi menjadi sumber daya dan ekonomi.

Sumber daya merujuk pada potensi yang dimiliki, dan potensi ini dapat diolah dan dimanfaatkan. Potensi yang dimaksudkan di sini adalah semua hal yang dapat digunakan untuk keperluan ekonomi. Secara lebih jelas Sumber Daya Ekonomi dapat diartikan sebagai semua alat yang dapat digunakan oleh manusia, tujuan penggunaan alat tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa manusia merupakan makhluk ekonomi sehingga tidak pernah merasakan suatu kepuasan. Hal ini yang menyebabkan manusia harus berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam hal pemenuhan kebutuhan tersebut dibutuhkan berbagai alat. Segala jenis alat yang digunakan dalam ekonomi dan untuk memenuhi kebutuhan hidup inilah yang disebut sumber daya ekonomi.
Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Modal
SUMBER DAYA EKONOMI

B. KLASIFIKASI MACAM – MACAM SUMBER DAYA EKONOMI
Sumber daya ekonomi ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Secara garis besar, sumber daya ekonomi dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam. Macam-macam klasifikasi sumber daya ekonomi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sumber Daya Alam (SDA)
Sumber daya alam dapat dijelaskan sebagai segala sesuatu yang terdapat di alam sekitar dan dapat dimanfaat untuk menjadi barang atau jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Suatu anugrah yang melimpah yang telah diberikan Tuhan kepada manusia adalah alam. Di alam terdapat banyak hal yang bisa dikelola untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam pengelolaan alam tersebut, harus dilakukan secara bijaksana. Yang dimaksud dengan bijaksana adalah mengelola alam secara sewajarnya dengan tidak merusak kondisi alam.

Eksploitasi yang dilakukan secara berlebihan dan tidak bertanggung akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal ini juga bisa menjadi penyebab datangnya bencana alam. Untuk menghindari hal tersebut, maka kita harus memperlakukan alam dengan baik. Manfaatkan potensinya namun jangan rusak lingkungannya. Selain untuk menghindari bencana, menjaga kelestarian alam juga bisa mendatangkan keuntungan yang tinggi. Alam yang asri serta terawat dapat dijadikan sebagai ladang pemenuhan kebutuhan hidup. Keindahan lingkungan juga dapat manarik perhatian dan dijadikan tempat untuk para wisatawa berekreasi hingga meningkatkan nilai ekonomi.

Sebenarnya secara sederhana dapat dikatakan bahwa kebutuhan kita dapat dipenuhi oleh alam. Hal ini karena sebagian besar kebutuhan kita bersumber dari alam,. Misalnya seperti makanan, tempat tinggal, pakaian,  dan lain-lain, walaupun terdapat beberapa benda yang melalui proses pruduksi.

Sumber daya alam terbagi menjadi dua jenis yaitu:
a. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam bersiklus yang masih bisa bertambah dengan ada atau tidak adanya campur tangan manusia. Misalnya seperti tumbuhan, tanaman, pepohonan dan lain-lain.

b. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbaharui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang memiliki jumlah terbatas dan memerlukan proses yang sangat lama agar sumber daya alam tersebut muncul kembali. Misalnya seperti emas, batu bara dan lain-lain.

2. Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber daya manusia merupakan sumber daya ekonomi yang paling penting. Hal ini karena perekonomian suatu negara dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang terdapat dalam negara tersebut. Begitu pula dengan maju atau mundurnya suatu bangsa. Baik buruknya kualitas sumber daya menusia yang berada dalam sebuah negara mempengaruhi kondisi negara tersebut. Kemakmuran suatu negara akan terjamin jika kualitas sumber daya manusianya tinggi.

Hingga saat ini masih banyak negara-negara di dunia yang kekurangan sumber daya manusia untuk mengelola sumber daya alam. Namun juga, masih terdapat banyak negara yang memiliki sumber daya alam lebih sedikit dan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Tak jarang ditemui negara kecil dengan pengelolaan sumber daya alam yang sangat baik. Akan tetapi masih banyak negara besar belum mampu mengelola sumber daya alam yang dimilikinya.

Manusia selain bertindak sebagai konsumen, juga harus bertindak sebagai distributor dan produsen, hal ini dilakukan untuk membantu kemajuan ekonomi. Untuk mencapai kualitas sumber daya manusia yang tinggi dapat ditempuh melalui pendidikan. Hal paling perlu ditekankan berkaitan dengan kulitas sumber daya manusia adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya agar dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut untuk meningkat daya saing. Terdapat beberapa unsur yang harus dipenuhi untuk membantu terbentuknya kualitas sumber daya manusia. Unsur tersebut adalah sebagai berikut:;
  • Akhlak
  • Keahlian
  • Kekuatan fisik

3. Sumber Daya Modal
Modal berkaitan dengan hal-hal yang digunakan untuk mengahasilkan barang dan jasa. Sumber daya modal bukan hanya berbentuk uang akan tetapi dapat memiliki bentuk lain. Beberapa alat yang bisa di kategorikan sebagai modal yaitu:
  • Uang
  • Tanah
  • Informasi
  • Teknologi
  • Peralatan
  • Dan lain-lain

Modal dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Jenis Modal Menurut Pemiliknya
Menurut pemilikinya modal terbagi menjadi du jenis, yaitu:
  • Modal Perseorangan
  • Modal Masyarakat

b. Jenis Modal Menurut Wujudnya
Menurut wujudnya modal terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Modal Konkret (Modal Nyata), merupakan modal yang dapat dilihat, diukur, atau ditimbang. Contohnya uang.
  • Modal Abstrak, merupakan modal yang tidak dapat terlihat tetapi hasilnya dapat dirasakan, misalnya keterampilan.

c. Jenis Modal Menurut Sifatnya
Menurut sifatnya modal terbagi menjadi 2 jenis yaitu:
  • Modal Tetap, merupakan modal yang dapat digunakan berkali-kali dalam masa produksi, contohnya mesin dan kantor.
  • Modal Lancar, merupakan modal yang akan habis terpakai dalam satu kali produksi, contohnya uang kertas.

d. Jenis Modal Menurut Bentuknya
Menurut bentuknya modal terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Uang
  • Barang

e. Jenis Modal Menurut Sumbernya
  • Modal Sendiri
  • Modal Pinjaman

C. PERAN SUMBER DAYA EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN
Sebenarnya dapat dikatakan bahwa setiap sumber daya ekonomi memiliki peranan dan fungsi masing-masing. Dalam hal pembangunan, sumber daya ekonomi yang paling berperan adalah sumber daya manusia dan sumber daya alam. Pembangunan dilakukan untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Tujuan utamanya adalah membantu untuk memajukan ekonomi di suatu negara. Pembangunan ini dilakukan pada banyak sektor contohnya pertanian, setor perikanan dan kelautan. Hal yang paling ditekankan dalam pembagunan adalah peningkatan kulitas sumber daya manusia. Karena dengan adanya kulitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akan mempercepat laju pembangunan dan waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi ekonomi lebih singkat. Pembangunan ini dapat diawali di daerah dengan memanfaatkan otonomi daerah hingga akhirnya dengan menolong perekonomian daerah dapat membantu memperbaiki ekonomi negara.

Telah dikatakan sebelumnya sumber daya manusia merupakan sumber daya ekonomi yang paling penting. Peran sumber daya manusia yaitu:
  • Sebagai tenaga kerja
  • Sebagai tenaga ahli
  • Sebagai pimpinan perusahaan.
  • Sebagai usahawan
  • Sebagai Pencipta dan pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Sebagai sumber daya yang berperan untuk mengorganisasikan penggunaan berbagai faktor produksi.
  • Sebagai produsen

Sumber Daya Manusia diharapakan dapat mengolah sumber daya alam secara efektif, efesien dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pembangunan nasional di berbagai sektor. Sumber daya modal juga berpengaruh dalam pembangunan nasional suatu negara. Intinya Kesemua sumber daya ekonomi ini peranannya saling terkait antara yang satu dengan yang lainnya.

Perjanjian Internasional : Pengertian, Fungsi, Tahapan, Asas

A. PENGERTIAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
Para ahli memberikan uraian yang beragam tentang definisi perjanjian internasional, berikut penjabarannya.
1. Menurut Mochtar Kusumaatmadja
Perjanjian internasional merupakan perjanjian yang diadakan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa yang bertujuan untuk menghasilkan hukum tertentu atas dasar perjanjian yang disepakati pihak-pihak terlibat. Dalam definisi tersebut, subjek-subjek hukum internasional yang mengadakan perjanjian adalah anggota masyarakat bangsa-bangsa, termasuk pula lembaga-lembaga internasional dan negara-negara.

2. Menurut G. Schwarzenberger
Perjanjian internasional merupakan persetujuan antara subjek-subjek hukum internasional yang menimbulkan kewajiban-kewajiban yang mengikat dalam hukum internasional, dapat berbentuk bilateral maupun multilateral. Subjek-subjek hukum dalam hal ini berupa lembaga-lembaga internasional dan juga negara-negara.

3. Menurut Oppenheim
Perjanjian internasional merupakan suatu persetujuan antarnegara, yang menimbulkan hak dan kewajiban di antara para pihak.

4. Michel Virally
Sebuah perjanjian merupakan perjanjian internasional bila melibatkan dua atau lebih negara atau subjek internasional  dan diatur oleh hukum internasional.

5. Menurut B. Sen
Unsur-unsur pokok dari perjanjian internasional adalah: (a) perjanjian adalah sebuah kesepakatan; (b) kesepakatan tersebut terjadi antarnegara termasuk organisasi internasional; dan (c) setiap kesepakatan memiliki tujuan menciptakan hak dan kewajiban di antara para pihak yang berlaku di dalam suasana hukum nasional.

Dari beberapa pengertian yang disampaikan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Perjanjian Nasional merupakan kesepakatan antara dua atau lebih subjek hukum internasional (lembaga internasional, negara), yang menurut hukum internasional menimbulkan hak dan kewajiban bagi para pihak yang membuat kesepakatan.
Pengertian Perjanjian Internasional, Fungsi Perjanjian Internasional, Tahapan Perjanjian Internasional, Asas Internasional
PERJANJIAN INTERNASIONAL

Perjanjian internasional sering pula disebutkan dengan istilah-istilah tertentu. Istilah-istilah yang umum digunakan adalah sebagai berikut.
1. Traktat (treaty)
Traktat merupakan suatu perjanjian antara dua negara atau lebih untuk mencapai hubungan hukum mengenai kepentingan hukum yang sama. Masing-masing pihak mempunyai hak dan kewajiban yang mengikat dan mutlak serta harus diratifikasi (disahkan). Istilah traktat umumnya digunakan pada perjanjian internasional yang bersifat politis. Contohnya adalah Treaty Contract mengenai penyelesaian masalah dwi kewarganegaraan tahun 1955 antara Indonesia dengan RRC.

2. Agreement
Agreement merupakan suatu perjanjian antara dua negara atau lebih, yang mempunyai dampak hukum seperti pada traktat. Agreement lebih bersifat eksekutif, non politis, dan tidak secara mutlak harus diratifikasi sehingga tidak perlu diundangkan dan disahkan oleh kepala negara. Walaupun terdapat juga agreement yang dilakukan oleh kepala negara, tetapi penandatanganan dilakukan oleh wakil-wakil departemen dan tidak perlu ratifikasi. Contohnya adalah aggrement tentang ekspor impor komoditas tertentu.

3. Konvensi
Konvensi merupakan suatu perjanjian persetujuan yang umum digunakan pada perjanjian multilateral. Ketentuan-ketentuan di dalamnya berlaku untuk masyarakat internasional secara keseluruhan. Contohnya adalah Hukum laut Internasional tahun 1982 di Montego-Jamaica.

4. Protokol
Protokol merupakan suatu perjanjian persetujuan yang kurang resmi dibandingkan dengan traktat dan konvensi. Protokol hanya mengatur tentang masalah-masalah tambahan, seperti persyaratan perjanjian tertentu. Umumnya protokol tidak dilaksanakan oleh kepala negara. Contohnya adalah Protokol Den Haag tahun 1930 tentang perselisihan penafsiran undang-undang nasionalitas mengenai wilayah perwalian, dan lain-lain.

5. Piagam (statuta)
Piagam (statuta) merupakan himpunan peraturan yang ditetapkan sebagai pesetujuan internasional, baik mengenai lapangan-lapangan kerja internasional ataupun tentang anggaran dasar suatu lembaga. Contoh piagam adalah Statuta of The International Court of Justice tahun 1945. Piagam terkadang juga digunakan sebagai alat tambahan/lampiran pada konvensi. Contoh piagam untuk konvensi adalah Piagam Kebebasan Transit yang dilengkapi untuk Convention of Barcelona tahun 1921.

6. Charter
Charter merupakan piagam yang digunakan untuk membentuk badan tertentu. Contohnya adalah The Charter of The United Nation tahun 1945 dan Atlantic Charter tahun 1941.

7. Deklarasi (declaration)
Deklarasi merupakan suatu perjanjian yang bertujuan untuk memperjelas atau menyatakan adanya hukum yang berlaku atau untuk menciptakan hukum baru.  Contohnya adalah Universal Declaration of Human Rights pada tanggal 10 Desember 1948.

8. Covenant
Covenant merupakan istilah yang digunakan Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1920 yang bertujuan untuk menjamin terciptanya perdamaian dunia, meningkatkan kerjasama internasional, dan mencegah terjadinya peperangan.

9. Ketentuan penutup (final act)
Ketentuan penutup merupakan suatu dokumen yang mencatat ringkasan hasil konferensi. Pada ketentuan penutup ini disebutkan negara-negara peserta dan nama-nama utusan yang turut berunding tentang hal-hal yang disetujui dalam konferensi.

10. Modus vivendi
Modus vivendi merupakan suatu dokumen yang mencatat persetujuan internasional yang bersifat sementara, sampai berhasil diwujudkan ketentuan yang pasti. Modus vivendi juga tidak mensyaratkan ratifikasi. Umumnya modus vivendi digunakan untuk menandai adanya perjanjian yang baru dirintis.

B. FUNGSI PERJANJIAN INTERNASIONAL
Perjanjian internasional memiliki sejumlah fungsi. Diantara sejumlah fungsi-fungsi tersebut adalah berikut.
  • Perjanjian internasional digunakan untuk mendapatkan pengakuan secara umum dari anggota masyarakat.
  • Dapat menjadi sumber hukum intenasional.
  • Dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan pengembangan kerjasama internasional secara damai.
  • Mempermudah peluang transaksi dan komunikasi antaranegara.

C. TAHAP ATAU PROSES TERBENTUKNYA PERJANJIAN INTERNASIONAL
Setipa negara mempunyai kemampuan untuk membentuk penjanjian internasional karena negara merupakan subjek hukum internasional. Para ahli telah menguraikan tahap-tahap tersebut. Tahapan ini juga terdapat dalam hukum positif di Indonesia.

1. Menurut Pendapat Para Ahli
Terdapat variasi pendapat oleh para ahli tentang tahap-tahap terbentuknya perjanjian internasional. Menurut Mochtar Kusumaatmadja (1982), berdasarkan praktik di beberapa negara, pembentukan penjanjian internasional dibagi kepada dua cara, yaitu sebagai berikut.
  • Perjanjian internasional dibentuk dari tiga tahap: perundingan, penandatanganan, ratifikasi.
  • Ada pula yang hanya melalui dua tahap: perundingan dan penandatanganan.

Cara pertama umumnya diadakan untuk hal-hal yang dianggap penting sehingga perlu adanya persetujuan dari DPR. Cara kedua dipakai untuk perjanjian yang tidak terlalu penting dan memerlukan penyelesaian yang cepat, contohnya perjanjian perdagangan yang berjangka pendek.
Pendapat lainnya adalah dari Pierre Fraymond (1984) yang mana menurutnya ada dua prosedur pembuatan penjanjian internasional, yaitu sebagai berikut.

a. Prosedur normal (klasik)
Prosedur ini mengharuskan persetujuan dari parlemen. tahapannya melalui perundingan (negotiation), penandatanganan (signature), persetujuan parlemen (the approval of parliament), dan ratifikasi (ratification).

b. Prosedur yang disederhanakan (simplified)
Prosedur yang dimaksudkan tidak mensyaratkan persetujuan parlemen dan rafitikasi. Prosedur tersebut biasanya timbul karena pengaturan hubungan internasional memerlukan penyelesaian yang cepat.

2. Menurut Hukum Positif Indonesia
Dalam UUD 1945 Pasal 11 ayat (1) tertulis bahwa Presiden dengan persetujuan DPR membuat perjanjian dengan negara lain. Karena perjanjian menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara, dan/atau mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang, pembuatan perjanjian internasional harus disertai persetujuan DPR.

Aturan lainnya mengenai pembuatan perjanjian internasional terdapat dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 24 tahun 2000. Di dalam Pasal 4 disebutkan bahwa pembuatan perjanjian internasional antara Pemerintah RI dengan negara lain dan organisasi internasional dilaksanakan berdasarkan kesepakatan dan dengan tujuan yang baik. Pemerintah RI juga berpedoman pada kepentingan nasional dan berdasarkan prinsip-prinsip persamaan kedudukan, saling menguntungkan, dan memperhatikan baik hukum nasional maupun hukum internasional yang berlaku.

Dalam undang-undang tersebut ditegaskan pula bahwa pembuatan perjanjian internasional dilakukan melalui sejumlah tahapan. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Penjajakan
Tahap penjajakan ini merupakan awal dari sebuah perjanjian internasional . Pada tahap penjajakan ini, sejumlah pihak berunding mengenai kemungkinan akan dibuatkan suatu perjanjian internasional.

b. Perundingan (negotiation)
Pada tahap perundingan, dilakukan pembahasan mengenai isi perjanjian dan masalah-masalah teknis yang kelak disepakati. Perundingan bertujuan untuk bertukar pandang mengenai masalah-masalah politik, penyelesaian pertikaian, dan hal-hal lain yang menjadi keprihatinan bersama.

Dalam perjanjian bilateral, perundingan dilaksanakan oleh kedua negara. Sementara itu, dalam perjanjian multirateral, perundingan dilaksanakan melalui sebuah konferensi khusus atau melalui sidang organisasi internasional.

Dalam melaksanakan perundingan, masing-masing negara mengutus wakil-wakil resmi yang kompeten dari negaranya. Pemilihan wakil ditentukan oleh negara yang bersangkutan. Hukum internasional membuat ketentuan mengenai surat kuasa penuh (full powers) yang harus dimiliki oleh perwakilan negara dalam menghadiri perundingan perjanjian internasional. Perwakilan negara dipandang sah untuk bergabung apabila menunjukkan surat kuasa penuh ini. Namun, keharusan ini tidak berlaku bagi presiden atau menteri luar negeri. Mereka sudah dipandang sah mewakili negaranya karena jabatan yang disandang.

c. Perumusan naskah perjanjian
Pada tahap ini, rancangan perjanjian internasional dirumuskan.

d. Penerimaan naskah perjanjian (adoption of the text)
Penerimaan naskah perjanjian dilakukan untuk menyetujui garis-garis besar dari isi perjanjian, misalnya persetujuan tentang topik-topik atau bab-bab yang akan diatur dalam perjanjian. Penerimaan perjanjian menghasilkan kerangka perjanjian, akan tetapi belum menghasilkan isi yang rinci. Para peserta perundingan sudah saling ada keterikatan dan diperkenankan mengubah perjanjian yang telah ditetapkan. Penerimaan naskah perjanjian dilakukan dengan membubuhkan inisial atau paraf pada naskah perjanjian internasional oleh ketua delegasi masing-masing negara.

e. Penandatanganan (signature)
Sesudah naskah perjanjian diterima, naskah tersebut ditandatangani. Penandatanganan menandakan legalisasi naskah perjanjian internasional yang telah disepakati. Namun, sifat perjanjian tersebut belum mengikat. Pengikatan diri negara peserta pada perjanjian baru terjadi sesudah dilakukan tahap pengesahan.

f. Pengesahan naskah perjanjian (authentication of the text)
Pengesahan merupakan perbuatan hukum yang bertujuan mengikatkan diri pada suatu perjanjian internasional dalam bentuk ratifikasi (ratification), aksesi (accession), penerimaan (acceptance), dan persetujuan (approval).
  • Ratifikasi merupakan pengesahan suatu perjanjian internasional oleh negara yang menandatangani perjanjian tersebut menurut konstitusi negara masing-masing. Melalui ratifikasi, suatu negara setuju untuk mengikatkan diri atau tunduk kepada isi perjanjian. Bagi suatu negara, ratifikasi diperlukan untuk mempertimbangkan lebih jauh apakah perjanjian internasional itu benar-benar diperlukan oleh negara, sebelum negara tersebut kelak terikat pada perjanjian yang telah dibuat.
  • Bentuk pengesahan lainnya adalah aksesi. Aksesi tersebut berupa negara yang akan mengesahkan suatu perjanjian internasional tidak turut menandatangani naskah perjanjian.
  • Bentuk pengesahan ketiga adalah penerimaan dan persetujuan, yaitu pernyataan menerima atau menyetujui dari negara-negara peserta perjanjian terhadap perjanjian internasional. Namun, ada pula perjanjian-perjanjian internasional yang tidak memerlukan pengesahan dan secara otomatis berlaku setelah tahap penandatanganan.

Di Indonesia, pengesahan perjanjian internasional oleh dilakukan melalui undang-undang atau keputusan presiden. Pengesahan akan dilakukan melalui undang-undang jika perjanjian internasional tersebut berhubungan dengan hal-hal berikut:
  • masalah politik, perdamaian, pertahanan, dan keamanan negara
  • perubahan wilayah atau penetapan batas wilayah negara
  • kedaulatan negarakedaulatan negara
  • hak asasi manusia dan lingkungan hidup
  • pembentukan kaidah hukum baru
  • pinjaman dan/atau hibah luar negeri
Di luar hal-hal tersebut, pengesahan perjanjian internasional dilakukan melalui keputusan presiden.

D. ASAS PERJANJIAN INTERNASIONAL
Terdapat beberapa asas yang harus diperhatikan dan dipatuhi oleh subjek hukum yang mengadakan perjanjian internasional. Asas-asas tersebut adalah sebagai berikut.
  • Pacta Sunt Servanda; bermakna setiap perjanjian yang sudah dibuat harus ditaati.
  • Egality Rights; bermakna pihak yang saling mengadakan hubungan memiliki kedudukan yang sama.
  • Reciprositas; bermakna tindakan suatu negara terhadap negara lain bisa dibalas setimpal.
  • Bonafides; bermakna perjanjian yang dilakukan harus berlandaskan iktikad baik.
  • Courtesy; bermakna asas saling menghormati dan juga saling menjaga kehormatan negara.
  • Rebus sic Stantibus; bermakna dapat digunakan terhadap perubahan yang mendasar dalam keadaan yang bertalian dengan perjanjian tersebut.

E. PEMBATALAN DAN BERAKHIRNYA PERJANJIAN INTERNASIONAL
Pada Konvensi Wina tahun 1969, perjanjian internasional akan dinyatakan batal ketika:
  • Adanya pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan hukum nasional oleh salah satu negara peserta.
  • Terdapat unsur kesalahan pada saat perjanjian tersebut dibuat.
  • Terdapat unsur penipuan dari suatu negara peserta terhadap negara peserta yang lain pada saat pembentukan perjanjian.
  • Adanya penyalahgunaan atau kecurangan (corruption), baik melalui kelicikan maupun penyuapan.
  • Terdapat unsur paksaan terhadap wakil suatu negara peserta. Paksaan tersebut bisa dengan ancaman ataupun dengan penggunaan kekuatan.
  • Bertentangan dengan aturan dasar hukum internasional.

Mochtar Kusumatmadja menyebutkan bahwa suatu perjanjian berakhir karena hal-hal berikut:
Sudah tercapai tujuan perjanjian internasional.
  • Masa berlaku perjanjian internasional telah habis.
  • Salah satu dari pihak peserta perjanjian menghilang atau objek perjanjian punah.
  • Terdapat persetujuan dari peserta untuk mengakhiri perjanjian.
  • Terdapat perjanjian baru di antara para peserta yang kemudian meniadakan perjanjian yang terdahulu.
  • Syarat-syarat mengenai pengakhiran perjanjian yang sesuai dengan ketentuan perjanjian telah dipenuhi.
  • Perjanjian secara sepihak diakhiri oleh salah satu peserta dan pengakhiran tersebut diterima oleh pihak lain.

Wednesday, 7 February 2018

Senyawa Kimia : Pengertian, Ciri, Sifat, Tata nama

A. PENGERTIAN SENYAWA KIMIA
Senyawa kimia adalah zat kimia murni yang disusun oleh beberapa unsur kimia. Senyawa kimia terbentuk melalu reaksi kimia. Setiap senyawa kimia dapat dibedakan antara satu dengan lainnya melalui rumus kimia dengan melihat atom penyusunnya. Senyawa kimia dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, baik itu padatan, cairan atau gas.
Pengertian Senyawa Kimia, Ciri Senyawa Kimia, Sifat Senyawa Kimia, Tata nama Senyawa Kimia
SENYAWA KIMIA
B. CIRI - CIRI SENYAWA KIMIA
Senyawa kimia memiliki beberapa ciri-ciri. Ciri-ciri senyawa kimia tersebut adalah sebagai berikut:
  • Senyawa kimia merupakan suatu bentuk zat tunggal.
  • Karena tersusun dari beberapa unsur kimia, maka senyawa kimia dapat diuraikan kembali menjadi beberapa unsur ( sesuai dengan jumlah unsur yang membentuknya) melalui proses atau reaksi kimia.
  • Komposisi atau jumlah unsur yang digunakan untuk membentuk suatu senyawa berbeda-beda. Hal ini menyebabkan sifat yang dimiliki senyawa kimia juga berbeda dengan sifat yang dimiliki oleh usur-unsur penyusunnya.
  • Senyawa kimia terbentuk dari gabungan unsur-unsur kimia dengan perbandingan tertentu.

C. SIFAT SENYAWA KIMIA
Senyawa kimia tersusun atas beberapa unsur kimia. Tetapi sifat dari senyawa kimia berbeda dengan sifat unsur penyusunnya tersebut. Terdapat beberapa sifat senyawa kimia yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
  • Senyawa terbentuk dari beberapa unsur kimia melalui reaksi kimia.
  • Sifat-sifat yang dimiliki suatu senyawa berbeda dengan sifat yang dimiliki oleh unsur yang memebentuknya. Hal ini karena perbedaan komposisi unsur yang digunakan dalam suatu senyawa kimia.
  • Senyawa dapat diuraikan menjadi beberapa unsur tertentu.
  • Tidak dapat dipisahkan secara fisika (Fisik).

D. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS SENYAWA KIMIA
Senyawa kimia dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Klasifikasi macam-macam jenis senyawa kimia tersebut adalah sebagai berikut:
1. Senyawa kimia ionik
Senyawa ionik merupakan suatu senyawa kimia yang terbentuk dari unsur-unsur ion. Unsur-unsur ion tersebut disatukan dengan menggunakan gaya elaktrostatik. Ikatan pada senyawa ini ddikenal dengan ikatan ionik. Senyawa ionik merupakan jenis senyawa yang bersifat netral secara keseluruhan. Akan tetatpi ion-ion yang menyusunnya terdapat ion positif dan ion negatif. Ion positif disebut kation dan ion negatif disebut anion. Contoh senyawa ionik yaitu: Natrium Klorida denga (Na+) dan (Cl-).

2. Senyawa kimia oksida
Sennyawa kimia oksida merupakan jenis senyawa yang unsur-unsurnya tersusun oleh unsur oksigen dan unsur lainnya. Senyawa oksida ini umumnya terbentuk karena adanya oksidasi unsur-unsur yang dilakukan oleh oksigen di udara.

3. Senyawa kimia organik
Senyawa kimia organik merupakan jenis senyawa kimia yang dibentuk oleh karbon dan hidrogen sebagai unsur utamanya. Akan tetapi dalam senyawa ini juga terapat unsur-unsur lain seperti oksigen, halogen, belerang, dan fosfor.

4. Senyawa asam
Senyawa asam merupakan salah satu jenis senyawa kimia yang memiliki rumus umum HA. Senyawa ini jika dilarutkan dalam air akan memiliki pH lebih kecil dari  7. Secara lebih khusus ternyata senyawa asam ini akan memberikan ion H+ kepada senyawa lain (basa).

5. Senyawa basa
Basa merupakan suatu jenis senyawa kimia yang menerima atau menyerap ion H+. senyawa ini memiliki pH lebih  besar dari 7 dan melepaskan ion OH-.

E. TATA NAMA SENYAWA KIMIA
Sama halnya dengan unsur kimia, senyawa kimi juga miliki tata nama. Tata nama ini digunakan untuk memudahkan penamaan suatu senyawa kimia. Berdasarkan unsur-unsur yang membentuknya tata nama senyawa dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Senyawa Kimia yang Terbentuk dari Unsur Logam dan Non Logam
Senyawa yang terbentuk dari dua jenis unsur logam ini memiliki tata nama senyawa dengan aturan tertentu. Untuk senyawa jenis ini nama unsur logam akan dijadikan sebagai nama depan, sedangkan nama belakangnya adalah nama dari unsur non logam yang menyusun senyawa tersebut. Beberapa contoh penamaan senyawa yang tersusun oleh unsur logam dan nonlogam adalah sebagai berikut:
Kalsium Brom dituliskan dengan CaBr.
Magnesium Oksigen dituliskan dengan MgO.

2. Senyawa Kimia yang Terbentuk dari Unsur Non Logam Saja
Dalam penulisan penamaan senyawa kimia yang hanya terbentuk dari unsur non logam saja terdapat aturan tertentu. Aturan tersebut yaitu, jika terdiri atas dua unsur non logam maka pada nama belakangnya di berikan akhiran da. Namun jika  terdapat lebih dari dua unsur maka untuk penamaannya dapat dilakukan dengan menyebutkan angka indeksnya. Angka indeks dalam aturan ini dinyatakan dalam bahasa yunani. Angka indeks suatu unsur dalam senyawa dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Beberapa contoh penamaan senyawa yang terbentuk dari unsur non logam saja dapat dilihat sebagaai berikut:
CO2 dibaca dengan Karbon dioksida.
CO3 dibaca dengan Karbon troksida.
CO5 dibaca dengan Karbon pentaoksida.
3. Senyawa Kimia yang Terbentuk dari Unsur Hidrogen dan Non Logam
Aturan yang digunakan dalam penulisan atau penamaan senyawa kimia yang terbentuk dari unsur kimia hidrogen dan unsur non logam memiliki dua aturan. Aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut:
  • Menjadikan kata hidrogen sebagai nama depan kemudian diikuti oleh nama unsur non logam sebagai nama belakang. Kemudian untuk akhirannya ditambahkan dengan -ida. Misalnya senyawa HF memiliki nama Hidrogen Flourida.
  • Kata asam digunakan sebagai kata depan dan menggantikan nama hidrogen. Kemudian baru diikuti oleh nama dari unsur nonlogam dan ditambahkan dengan akhiran ida. Misalnya senyawa HF yang dikenal dengan nama Hidrogen Flourida menjadi HF dengan nama Asam Flourida.

4. Senyawa Kimia yang Terbentuk dari Unsur Logam, Oksigen dan Hidrogen
Senyawa jenis ini tersusun oleh tiga unsur yaitu logam, oksigen dan hidrogen. Aturan yang digunakan dalam penamaan senyawa ini yaitu:
  • Jika unsur oksigen merupakan unsur kedua yang kemudian dibelakangnya terdapat unsur hidrogen, maka penamaan senyawa tersebut bisa menggunakaan nama dari suatu unsur logam sebagai nama depannya.
  • Untuk gabungan dari nama unsur hidrogen dan unsur oksigen digunakan nama hidroksida yang digunakan sebagai nama belakang.

Beberapa contoh penamaan senyawa jenis ini adalah sebagai berikut:;
NaOH memiliki nama Natrium hidroksida
MgOH memiliki  nama Magnesium Hidroksida
KOH memiliki nama Kalium Hidroksida