Saturday, 3 February 2018

Teleskop : Pengertian, Fungsi, Sejarah, Bagian, Jenis

A. PENGERTIAN TELESKOP
Teleskop bukan hal yang asing dalam pembahasan ilmu Astronomi. Untuk melihat objek yang posisinya sangat jauh dari pengamat dan sulit untuk diamati diperlukan alat bantu. Nah, alat yang digunakan adalah teleskop. Teleskop dikenal juga dengan istilah teropong bintang. Pengertian Teleskop adalah alat yang digunakan dalam bidang Astronomi dengan tujuan untuk membantu memperjelas kondisi benda langit atau benda luar angkasa.

Secara garis besar bentuk teleskop menyerupai bentuk teropong. Akan tetapi fungsinya lebih ditajamkan lagi. Dapat dikatakan demikian karena teropong hanya digunakan untuk melihat benda dalam jarak yang jauh. Akan tetapi teropong bintang memiliki fungsi yang lebih jauh. Dimana kategori jauh yang dimaksud dalam teropong bintang adalah dalam jarak bumi ke luar angkasa.

Adanya teleskop membuat manusia bisa mengamati bentuk-bentuk benda langit atau benda luar beserta pergerakannya. Tanpa penemuan teleskop mukin akan sulit untuk mengamati objek-objek astronomi yang berada diluar angkasa. Nah, pengamatan terhapan objek-objek astronomi inilah yang membuat manusia dapat memperoleh pengetahuan dan informasi untuk memahami astronomi.
Pengertian Teleskop, Sejarah Teleskop, Fungsi Teleskop, Jenis Teleskop
TELESKOP

B. SEJARAH SINGKAT PENEMUAN TELESKOP
Secara garis besar dapat dikatakan bahwa ditemukannya alat-alat canggih yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan merupakan akibat dari kemajuan teknologi. Ternyata teknologi sudah mualai mengalami perkembangan sejak 5 abad yang lalu. Hal ini berawal dari kenyataan dimana manusia sulit untuk memahami dan menemukan informasi mengenai benda langit. Hingga pada abad ke-15 Galileo Galilei menemukan teleskop refraktor  untuk mengamati benda langit.

Setelah ditemukannya teleskop Galileo, maka manusia dapat mengamati benda-benda langit karena lensa di dalamnya membantu mempertajam penglihatan. Salah satu keuntungan dengan menggunakan teleskop tersebut adalah  manusia dapat mengamati perubahan yang terjadi pada benda langit tesebut. Contohnya perubahan bentuk penampakan Venus dari bentuk Venus Sabit menjadi bentuk Venus Purnama. Bentuk-bentuk tersebut  terjadi karena  perubahan posisi Venus terhadap Matahari.

Seperti yang kita tahu bahwa alat yang ditemukan tidak langsung sempurna. Masih terdapat beberapa keterbatas dari teleskop tersebut. Tetapi dengan tujuan untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, beberapa ahli berupaya untuk menyempurnakan  teleskop Galileo. Beberapa ahli yang mengembangkan teleskop tersebut adalah  Christian Huygens pada tahun 1629 hingga tahun 1695. Beliau adalah seorang ahli yang menemukan Titan (salah satu satelit Saturnus). Seiring berjalannya waktu, Teleskop dikembangkan secara terus menerus hingga bentuknya menjadi seperti teleskop yang ada saat ini.

C. FUNGSI TELESKOP
Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa teleskop merupakan alat optik yang paling penting dalam bidang Astronomi. Hal ini karena teleskop dapat memberikan pengideraan terhadap objek Astronomi yang diamati. Namun jika dikaji secara lebih detail, ternyata teleskop memiliki beberapa fungsi lain.
Fungsi-fungsi dari teleskop ini adalah sebagai berikut:
  • Untuk memperbesar bayangan benda, sehingga meski jaraknya sangat jauh (luar angkasa) masih dapat terlihat.
  • Memperkuat cahaya yang dapat ditangkapnya sehingga banyangan benda dapat terlihat.
  • Memberikan bentuk gambar suatu objek yang terdapat dalam jarak jauh hingga dapat dilihat oleh mata.
  • Membuat benda-benda yang jaraknya sangat jauh menjadi terlihat seolah-olah lebih dekat.


D. BAGIAN – BAGIAN TELESKOP
Bagian – Bagian dari teleskop adalah sebagai berikut :
1. Lensa dan Cermin
Fungsi dari lensa dan cermin adalah sama, yaitu untuk memfokuskan pantulan atau biasan cahaya ketempat yang sesuai agar dapat dilihat oleh mata. Sebagian mikroskop hanya menggunakan lensa, sebagian lainnya hanya menggunakan cermin, adapula yang menggunakan lensa sekaligus cermin. '

2. Lensa Mata Manusia
Lensa mata sebenarnya bukanlah bagian dalam teleskop. Karena lensa mata adalah lensa yang dimiliki setiap orang agar bisa melihat objek yang sedang diamatinya. Tanpa lensa mata akan sulit untuk menggunakan teleskop. Lensa mata merupakan salah satu bagian penting yang berada dalam indera penglihatan manusia. Sehingga sangat penting fungsinya untuk mengamati suatu objek, terutama objek yang memerlukan ketelitian tinggi dalam pengamatannya.

3. Lensa balrow
Lensa balrow merupakan lensa yang berfungsi sebagai lensa tambahan. Lensa ini diletakkan diantara focuser dan lensa mata. Penggunaan lensa balrow sangat efektif untuk meningkatkan panjangnya fokus teleskop. Jika fokus dalam teleskop semakin panjang maka semakin tinggi perbesaran bayangan benda yang dihasilkan. Umumnya lensa balrow dapat memberbesar bayangan sebesar 2 sampai 5 kali lebih lipat.

4. Mount
Mount digunakan agar teleskop memiliki kedudukan yang tetap. Dengan menggunakan mount ini teleskop diupayakan untuk tidak bergeser posisinya ketika sedang melakukan pengamatan. Terdapat dua tipe mount yang paling sering digunakan pada sebuah teleskop. Tipe tersebut yaitu alt azimuth dan equatorial.

5. Pencari
Bagian penting lain dari teleskop adalah pencari. Pencari digunakan untuk melacak objek-objek astronomi yang terdapat di angkasa. Tanpa adanya bagian ini maka akan menjadi tidak mungkin untuk menemukan suatu dalam jarak yang jauh, terutama luar angkasa. Pencari diletakkan pada sisi utama teleskop.

6. Primer mirror cell
Primer mirror cell merupakan bagian teleskop berupa perakitan lengkap yang berfungsi untuk memegang cermin utama. Selain fungsi tersebut bagian ini juga berfungsi untuk menyesuaikan kedudukan cermin tersebut.

7. Tripod
Tripod lebih sering dikenal dengan istilah kaki tiga. Bagian ini dimanfaatkan sebagai kaki untuk teleskop yang berfungsi sebagai penahan bagi teleskop dalam ketinggian tertentu. Dengan adanya baigan ini pada teleskop, maka akan memudahkan pengamat untuk mengamati objek astronomi diluar angkasa dalam posisi berdiri.

8. Tabung teleskop
Tabung teleskop sering disebut dengan sebutan tabung optik. Tabung ini merupakan tabung hampa yang membentuk bagian dari sebuah teleskop.

9. Eyepieces
Eyepieces merupakan bagian teleskop yang digunakan untuk memperbesar objek yang diamati.

10. Focuser
Focuser merupakan bagian yang melekat dengan tabung optic. Bagian ini digunakan untuk menggerakkan tabung internal dengan tujuan untuk mencapai fokus.

11. Findescope
Findescope merupakan bagian dari teleskop yang berfungsi untuk memperbesar kolom foto dan untuk suatu pemusatan dalam peneropongan bintang,

E. KLASIFIKASI MACAM – MACAM JENIS TELESKOP
Teleskop dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam. Secara umum teleskop dapat diklasifikan menjadi tiga macam.

Klasifikasi macam-macam teleskop tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Teleskop reflector
Teleskop reflector merupakan jenis teleskop yang menggunakan cermin untuk menangkap cahaya, kemudian memantulkannya. Cermin ini berfungsi sebagai pengganti lensa.

2. Teleskop refraktor
Teleskop refraktor adalah teleskop yang menggunakan lensa dalam sebagai media untuk menangkap cahaya. Dalam teleskop ini terdapat beberapa lensa. Beberapa contoh teleskop yang menggunakan lensa sebagai media untuk menangkap cahaya adalah sebagai berikut:
  • Teleskop Galilei
  • Teleskop bintang
  • Teleskop bumi
  • Teleskop prisma

3. Teleskop catadioptrik
Teleskop catadioptrik merupakan salah satu jenis teleskop  berupa gabungan dari teleskop refraktor dan teleskop reflekstor. Dalam teleskop ini digunakan dua media untuk menangkap cahaya. Media tersebut adalah cermin dan lensa.
Comments


EmoticonEmoticon